Hukum
DKPP Tangsel Pecat Oknum TKS Pelaku Pencabulan Tiga Bocah di Pamulang

Terkuak sudah aksi sodomi yang dilakukan DG, 21, pegawai honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pihak DKPP sendiri langsung memecat pelaku yang merupakan warga RW 04, Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.
Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan DG merupakan pegawai honorer yang bertugas sebagai kernet angkutan sampah. Keseharian pelaku terang Yepi memang berbeda dengan kernet truk pengangkut sampah lainnya.
“Kalau kernet yang lain kan biasanya kucel-kucel. Kalau dia mah terlihat bersih dan putih,” ujar Yepi.
Yepi sendiri mengatakan, dalam prilaku bekerja, keseharian pelaku tidak ada yang berbeda. KAtegori rajin pun disematkan kepada pelaku oleh Yepi. Pelaku sendiri terangnya, diberikan tugas untuk mengangkut sampah di area Pasar Ciputat dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca informasi yang diterima oleh pihak DKPP, Yepi mengatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya pemecatan terhadap pelaku sodomi tiga orang anak tersebut.
“Kami dapat informasinya pekan lalu. Pasti dipecat karena menyangkut moral. Saya tidak menyangka juga perilaku seksnya menyimpang,” ujar Yepi.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Nunu Suparni saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahkan aksi sodomi pernah dilakukan pelaku di salah satu Masjid yang berada di dekat kediaman pelaku. Tiga korban aksi sodomi pelaku yakni DA,8, FJ,10, dan FH, 8.
Pelaku sendiri, mengaku melakukan aksi sodomi dua kali dalam seminggu terakhir kepada para korbannya, sebelum aksinya terkuak. Aksi pertama dilakukan pelaku di sebuah rental Play Station pada 6 Oktober dan perbuatan kedua dilakukan di Masjid At-Taubah tanggal 10 Oktober 2014.
“Kami masih mintai keterangan keluarga korban. Termasuk juga mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Nunu.(fin/ind.kt)
Terkuak sudah aksi sodomi yang dilakukan DG, 21, pegawai honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pihak DKPP sendiri langsung memecat pelaku yang merupakan warga RW 04, Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.
Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan DG merupakan pegawai honorer yang bertugas sebagai kernet angkutan sampah. Keseharian pelaku terang Yepi memang berbeda dengan kernet truk pengangkut sampah lainnya.
“Kalau kernet yang lain kan biasanya kucel-kucel. Kalau dia mah terlihat bersih dan putih,” ujar Yepi.
Yepi sendiri mengatakan, dalam prilaku bekerja, keseharian pelaku tidak ada yang berbeda. KAtegori rajin pun disematkan kepada pelaku oleh Yepi. Pelaku sendiri terangnya, diberikan tugas untuk mengangkut sampah di area Pasar Ciputat dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca informasi yang diterima oleh pihak DKPP, Yepi mengatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya pemecatan terhadap pelaku sodomi tiga orang anak tersebut.
“Kami dapat informasinya pekan lalu. Pasti dipecat karena menyangkut moral. Saya tidak menyangka juga perilaku seksnya menyimpang,” ujar Yepi.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Nunu Suparni saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahkan aksi sodomi pernah dilakukan pelaku di salah satu Masjid yang berada di dekat kediaman pelaku. Tiga korban aksi sodomi pelaku yakni DA,8, FJ,10, dan FH, 8.
Pelaku sendiri, mengaku melakukan aksi sodomi dua kali dalam seminggu terakhir kepada para korbannya, sebelum aksinya terkuak. Aksi pertama dilakukan pelaku di sebuah rental Play Station pada 6 Oktober dan perbuatan kedua dilakukan di Masjid At-Taubah tanggal 10 Oktober 2014.
“Kami masih mintai keterangan keluarga korban. Termasuk juga mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Nunu.(fin)
– See more at: http://www.indopos.co.id/2014/10/pelaku-sodomi-di-pecat-dari-dkpp.html#sthash.WHf94RUn.dpuf
Terkuak sudah aksi sodomi yang dilakukan DG, 21, pegawai honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pihak DKPP sendiri langsung memecat pelaku yang merupakan warga RW 04, Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.
Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan DG merupakan pegawai honorer yang bertugas sebagai kernet angkutan sampah. Keseharian pelaku terang Yepi memang berbeda dengan kernet truk pengangkut sampah lainnya.
“Kalau kernet yang lain kan biasanya kucel-kucel. Kalau dia mah terlihat bersih dan putih,” ujar Yepi.
Yepi sendiri mengatakan, dalam prilaku bekerja, keseharian pelaku tidak ada yang berbeda. KAtegori rajin pun disematkan kepada pelaku oleh Yepi. Pelaku sendiri terangnya, diberikan tugas untuk mengangkut sampah di area Pasar Ciputat dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca informasi yang diterima oleh pihak DKPP, Yepi mengatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya pemecatan terhadap pelaku sodomi tiga orang anak tersebut.
“Kami dapat informasinya pekan lalu. Pasti dipecat karena menyangkut moral. Saya tidak menyangka juga perilaku seksnya menyimpang,” ujar Yepi.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Nunu Suparni saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahkan aksi sodomi pernah dilakukan pelaku di salah satu Masjid yang berada di dekat kediaman pelaku. Tiga korban aksi sodomi pelaku yakni DA,8, FJ,10, dan FH, 8.
Pelaku sendiri, mengaku melakukan aksi sodomi dua kali dalam seminggu terakhir kepada para korbannya, sebelum aksinya terkuak. Aksi pertama dilakukan pelaku di sebuah rental Play Station pada 6 Oktober dan perbuatan kedua dilakukan di Masjid At-Taubah tanggal 10 Oktober 2014.
“Kami masih mintai keterangan keluarga korban. Termasuk juga mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Nunu.(fin)
– See more at: http://www.indopos.co.id/2014/10/pelaku-sodomi-di-pecat-dari-dkpp.html#sthash.WHf94RUn.dpuf
Terkuak sudah aksi sodomi yang dilakukan DG, 21, pegawai honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pihak DKPP sendiri langsung memecat pelaku yang merupakan warga RW 04, Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.
Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan DG merupakan pegawai honorer yang bertugas sebagai kernet angkutan sampah. Keseharian pelaku terang Yepi memang berbeda dengan kernet truk pengangkut sampah lainnya.
“Kalau kernet yang lain kan biasanya kucel-kucel. Kalau dia mah terlihat bersih dan putih,” ujar Yepi.
Yepi sendiri mengatakan, dalam prilaku bekerja, keseharian pelaku tidak ada yang berbeda. KAtegori rajin pun disematkan kepada pelaku oleh Yepi. Pelaku sendiri terangnya, diberikan tugas untuk mengangkut sampah di area Pasar Ciputat dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca informasi yang diterima oleh pihak DKPP, Yepi mengatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya pemecatan terhadap pelaku sodomi tiga orang anak tersebut.
“Kami dapat informasinya pekan lalu. Pasti dipecat karena menyangkut moral. Saya tidak menyangka juga perilaku seksnya menyimpang,” ujar Yepi.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Nunu Suparni saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahkan aksi sodomi pernah dilakukan pelaku di salah satu Masjid yang berada di dekat kediaman pelaku. Tiga korban aksi sodomi pelaku yakni DA,8, FJ,10, dan FH, 8.
Pelaku sendiri, mengaku melakukan aksi sodomi dua kali dalam seminggu terakhir kepada para korbannya, sebelum aksinya terkuak. Aksi pertama dilakukan pelaku di sebuah rental Play Station pada 6 Oktober dan perbuatan kedua dilakukan di Masjid At-Taubah tanggal 10 Oktober 2014.
“Kami masih mintai keterangan keluarga korban. Termasuk juga mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Nunu.(fin)
– See more at: http://www.indopos.co.id/2014/10/pelaku-sodomi-di-pecat-dari-dkpp.html#sthash.WHf94RUn.dpuf
Terkuak sudah aksi sodomi yang dilakukan DG, 21, pegawai honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pihak DKPP sendiri langsung memecat pelaku yang merupakan warga RW 04, Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.
Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan DG merupakan pegawai honorer yang bertugas sebagai kernet angkutan sampah. Keseharian pelaku terang Yepi memang berbeda dengan kernet truk pengangkut sampah lainnya.
“Kalau kernet yang lain kan biasanya kucel-kucel. Kalau dia mah terlihat bersih dan putih,” ujar Yepi.
Yepi sendiri mengatakan, dalam prilaku bekerja, keseharian pelaku tidak ada yang berbeda. KAtegori rajin pun disematkan kepada pelaku oleh Yepi. Pelaku sendiri terangnya, diberikan tugas untuk mengangkut sampah di area Pasar Ciputat dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca informasi yang diterima oleh pihak DKPP, Yepi mengatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya pemecatan terhadap pelaku sodomi tiga orang anak tersebut.
“Kami dapat informasinya pekan lalu. Pasti dipecat karena menyangkut moral. Saya tidak menyangka juga perilaku seksnya menyimpang,” ujar Yepi.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Nunu Suparni saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahkan aksi sodomi pernah dilakukan pelaku di salah satu Masjid yang berada di dekat kediaman pelaku. Tiga korban aksi sodomi pelaku yakni DA,8, FJ,10, dan FH, 8.
Pelaku sendiri, mengaku melakukan aksi sodomi dua kali dalam seminggu terakhir kepada para korbannya, sebelum aksinya terkuak. Aksi pertama dilakukan pelaku di sebuah rental Play Station pada 6 Oktober dan perbuatan kedua dilakukan di Masjid At-Taubah tanggal 10 Oktober 2014.
“Kami masih mintai keterangan keluarga korban. Termasuk juga mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Nunu.(fin)
– See more at: http://www.indopos.co.id/2014/10/pelaku-sodomi-di-pecat-dari-dkpp.html#sthash.WHf94RUn.dpuf
Terkuak sudah aksi sodomi yang dilakukan DG, 21, pegawai honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pihak DKPP sendiri langsung memecat pelaku yang merupakan warga RW 04, Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.
Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan DG merupakan pegawai honorer yang bertugas sebagai kernet angkutan sampah. Keseharian pelaku terang Yepi memang berbeda dengan kernet truk pengangkut sampah lainnya.
“Kalau kernet yang lain kan biasanya kucel-kucel. Kalau dia mah terlihat bersih dan putih,” ujar Yepi.
Yepi sendiri mengatakan, dalam prilaku bekerja, keseharian pelaku tidak ada yang berbeda. KAtegori rajin pun disematkan kepada pelaku oleh Yepi. Pelaku sendiri terangnya, diberikan tugas untuk mengangkut sampah di area Pasar Ciputat dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca informasi yang diterima oleh pihak DKPP, Yepi mengatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya pemecatan terhadap pelaku sodomi tiga orang anak tersebut.
“Kami dapat informasinya pekan lalu. Pasti dipecat karena menyangkut moral. Saya tidak menyangka juga perilaku seksnya menyimpang,” ujar Yepi.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Nunu Suparni saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahkan aksi sodomi pernah dilakukan pelaku di salah satu Masjid yang berada di dekat kediaman pelaku. Tiga korban aksi sodomi pelaku yakni DA,8, FJ,10, dan FH, 8.
Pelaku sendiri, mengaku melakukan aksi sodomi dua kali dalam seminggu terakhir kepada para korbannya, sebelum aksinya terkuak. Aksi pertama dilakukan pelaku di sebuah rental Play Station pada 6 Oktober dan perbuatan kedua dilakukan di Masjid At-Taubah tanggal 10 Oktober 2014.
“Kami masih mintai keterangan keluarga korban. Termasuk juga mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Nunu.(fin)
– See more at: http://www.indopos.co.id/2014/10/pelaku-sodomi-di-pecat-dari-dkpp.html#sthash.WHf94RUn.dpuf
Terkuak sudah aksi sodomi yang dilakukan DG, 21, pegawai honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pihak DKPP sendiri langsung memecat pelaku yang merupakan warga RW 04, Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.
Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan DG merupakan pegawai honorer yang bertugas sebagai kernet angkutan sampah. Keseharian pelaku terang Yepi memang berbeda dengan kernet truk pengangkut sampah lainnya.
“Kalau kernet yang lain kan biasanya kucel-kucel. Kalau dia mah terlihat bersih dan putih,” ujar Yepi.
Yepi sendiri mengatakan, dalam prilaku bekerja, keseharian pelaku tidak ada yang berbeda. KAtegori rajin pun disematkan kepada pelaku oleh Yepi. Pelaku sendiri terangnya, diberikan tugas untuk mengangkut sampah di area Pasar Ciputat dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca informasi yang diterima oleh pihak DKPP, Yepi mengatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya pemecatan terhadap pelaku sodomi tiga orang anak tersebut.
“Kami dapat informasinya pekan lalu. Pasti dipecat karena menyangkut moral. Saya tidak menyangka juga perilaku seksnya menyimpang,” ujar Yepi.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Nunu Suparni saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahkan aksi sodomi pernah dilakukan pelaku di salah satu Masjid yang berada di dekat kediaman pelaku. Tiga korban aksi sodomi pelaku yakni DA,8, FJ,10, dan FH, 8.
Pelaku sendiri, mengaku melakukan aksi sodomi dua kali dalam seminggu terakhir kepada para korbannya, sebelum aksinya terkuak. Aksi pertama dilakukan pelaku di sebuah rental Play Station pada 6 Oktober dan perbuatan kedua dilakukan di Masjid At-Taubah tanggal 10 Oktober 2014.
“Kami masih mintai keterangan keluarga korban. Termasuk juga mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Nunu.(fin)
– See more at: http://www.indopos.co.id/2014/10/pelaku-sodomi-di-pecat-dari-dkpp.html#sthash.WHf94RUn.dpuf
Serba-Serbi2 hari agoHari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026
Nasional5 hari agoHegemoni Amerika Serikat Memudar, GKB-NU: Prabowo Subianto Harus Pimpin Poros Global South
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie Dampingi Gubernur Banten Safari Ramadan, Silaturahmi hingga Pemberian Bantuan
Nasional5 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Ziarah ke Makam Sunan Bonang
Nasional5 hari agoHUT ke-46 Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Berharap Dekranas Tetap Jadi Rumah yang Nyaman Bagi Perajin
Banten2 hari agoDukung Gerakan ASRI, Bank Banten Gelar Jumsih di Seluruh Kantor Cabang
Nasional3 hari agoMenhan Dampingi Presiden Prabowo Subianto Resmikan 218 Jembatan di Seluruh Indonesia
Bisnis3 hari agoGuardian Gelar Beauty Workshop ‘Raya for Every You




















