Ketua Umum Perserang Pilar Saga Ichsan buka suara terkait belum dibayarkannya gaji para pemain yang menunggak selama dua bulan, yaitu untuk bulan Maret dan April.
Baca berita sebelumnya: Dua Bulan Gaji Pemain Perserang Belum Dibayar
“Permasalahan penunggakan gaji pemain bukan karena faktor yang disengaja oleh klub. Tapi faktor dari investor dan sponsorship yang batal memberikan dana di awal tahun ini kepada Perserang akibat dampak Covid-19,” kata Pilar Saga Ichsan memberikan klarifikasi kepada kabartangsel.com, Sabtu (16/5/2020).
Sebagai pengurus klub, Pilar mengaku sadar betul pentingnya penyelesaian gaji tim yang tertunggak.
“Karena kami tahu konsekuensinya di kemudian hari dari PSSI. Seperti point pertama, itu masalah krusial yang sedang kami hadapi. Saya sudah komunikasi dengan M. Nasuha (asisten pelatih) untuk memberitahukan kepada tim bahwa gaji akan segera turun sebelum lebaran,” paprnya.
Kemudian, Pilar juga menjelaskan bahwa saat ini Perserang sedang melakukan restrukturisasi kepengurusan dalam perusahaan yang diisi oleh beberapa ahli pengelolaan klub tingkat nasional untuk memastikan kedepan pengelolaan klub lebih profesional dan terarah.
Hal ini dilakukannya demi mewujudkan cita-cita Perserang bertanding di Liga 1. (fid)
Nasional6 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Bisnis6 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis6 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Pemerintahan1 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Bisnis6 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek5 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum4 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur












