Bisnis
Township Jadi Tren Hunian Modern, Solusi Hidup Praktis di Tengah Mobilitas Tinggi

KABAR TANGSEL – Para pengembang besar mengembangkan kawasan kota mandiri (township). Konsep township menjadi semakin menarik karena menawarkan pengalaman tinggal yang lebih lengkap.
Hal itu dilontarkan pengamat tata kota Yayat Supriatna menanggapi pergeseran pengembang dalam merancang hunian dari sebelumnya berfokus pada penyediaan unit rumah kini beralih ke township.
Ia menegaskan, township menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi mobilitas tinggi dan kompleksitas kehidupan modern melalui kedekatan fasilitas dan kemudahan layanan dalam satu kawasan.
“Orang merasa lengkap jika tinggal dalam satu kawasan dan dalam satu lingkungan, mereka merasa dilayani,” ujar Yayat kepada awak media baru-baru ini di Gading Serpong.
Dalam perspektif tata ruang, konsep township dapat dipahami sebagai ruang terpadu, sebuah lingkungan yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup dalam jarak yang dekat dan mudah dijangkau.
“Prinsip utamanya mencakup lima aspek utama: kedekatan, kemudahan, kelancaran, keamanan, dan kenyamanan,” rincinya.
Dengan konsep ini, papar Yayat, penghuni tidak hanya membeli rumah sebagai tempat tinggal, tetapi juga menikmati ekosistem kehidupan yang lebih efisien. Fasilitas seperti area komersial, perkantoran, sekolah, ruang publik, hingga layanan kesehatan berada dalam satu kawasan terintegrasi.
Semakin mudah akses terhadap berbagai kebutuhan tersebut, semakin tinggi pula tingkat kenyamanan yang dirasakan penghuni. Bahkan dalam banyak studi, masyarakat bersedia membayar harga rumah yang lebih tinggi selama pelayanan dan fasilitas yang diberikan sepadan.
“Inilah yang kemudian melahirkan konsep one stop living, di mana aktivitas bekerja, berbelanja, berinteraksi sosial, hingga rekreasi dapat dilakukan tanpa harus keluar jauh dari kawasan tempat tinggal,” tutur Yayat.
Komitmen mewujudkan kota mandiri (township) yang terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tren gaya hidup masyarakat modern juga ditunjukkan Paramount Land dalam mengembangkan Paramount Gading Serpong.
Brand Identity “Paramount Gading Serpong” yang diperkenalkan pada akhir 2025 menjadi penegasan fase kedewasaan sebagai kota mandiri berskala besar yang berperan strategis dalam pertumbuhan sektor properti dan ekonomi di wilayah Tangerang Raya.
Hal ini sekaligus memperkuat positioning sebagai pengembangan kota yang menghadirkan kualitas hidup bagi masyarakat, dengan mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave mengatakan bahwa perusahaan terus menghadirkan berbagai inovasi, baik dari sisi produk maupun layanan.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui riset yang komprehensif agar setiap produk yang dihadirkan selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat pada masanya.
“Melalui riset yang mendalam, kami memastikan setiap produk yang diluncurkan selalu adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan,” tegasnya.
Paramount Land menghadirkan desain hunian modern yang mengedepankan keseimbangan antara fungsi, estetika, dan kenyamanan. Tidak hanya bentuk bangunan, tapi juga mencakup perencanaan tata ruang yang lebih efisien, optimalisasi pencahayaan alami, sirkulasi udara yang sehat, hingga konektivitas yang memudahkan mobilitas penghuni di dalam kawasan.
“Melalui filosofi desain tersebut, arsitektur tidak hanya berperan sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai instrumen yang meningkatkan kualitas hidup, menciptakan lingkungan tinggal yang lebih sehat, produktif, dan mendukung gaya hidup urban masa kini,” jelas Crissandy.
Paramount Gading Serpong menawarkan konsep yang mengusung prinsip one-stop living. Konsep ini diwujudkan melalui pengembangan kota dengan fasilitas lengkap sehingga masyarakat dapat tinggal, bekerja, dan beraktivitas dalam satu lingkungan terpadu. Sejalan dengan kampanye: “Everything is Here”, yang mencerminkan kelengkapan fasilitas hunian, komersial, hingga gaya hidup dalam satu kawasan terintegrasi.
“Di sini, hunian dirancang untuk mampu tumbuh bersama perubahan kebutuhan masyarakat modern, mulai dari kebutuhan ruang kerja di rumah (work-from-home), ruang keluarga yang nyaman untuk aktivitas bersama, hingga ruang komunitas yang mendorong interaksi sosial antar penghuni,” kata Crissandy tandas. ()
Internasional7 hari agoCloudMile Borong Empat Penghargaan di Google Cloud Next 2026, Perkuat Ekspansi AI dan Cloud di Indonesia
Pemerintahan7 hari agoWali Kota Benyamin Davnie Lepas 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Tangsel
Bisnis7 hari agoKolaborasi WINGS for UNICEF–Hers Protex Gelar Edukasi Menstruasi Remaja Putri di Sekolah
Nasional7 hari agoKementerian UMKM–SIPPO Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
Nasional7 hari agoMenaker Yassierli: Pelatihan Vokasi Jadi Langkah Nyata Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Pemerintahan7 hari agoGebyar Lansia Tangsel: Benyamin Davnie Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif, dan Produktif
Pemerintahan7 hari agoPemilih Pemula Diproyeksikan Dominasi Pemilu 2029, Pemkot dan KPU Tangsel Perkuat Demokrasi Lewat Sekolah Jawara
Nasional6 hari agoMenaker Yassierli Tekankan Pentingnya Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta
























