Lifestyle
Efektifkah Vaksin Flu untuk Mengurangi Risiko COVID-19?

Gejala yang ditimbulkan wabah COVID-19 mirip dengan gejala flu biasa. Hal tersebut membuat kebanyakan orang menganggap bahwa vaksin flu dapat membantu melawan COVID-19. Hal ini dikarenakan baik influenza dan COVID-19 sama-sama menyerang saluran pernapasan penderitanya.
Akan tetapi, apakah vaksin flu efektif membantu melawan virus SARS-CoV-2?
Benarkah vaksin flu dapat membantu mengurangi risiko COVID-19?

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari 114.000 kasus secara global dan menelan lebih dari 4.000 korban jiwa.
Sampai saat ini para ahli masih berupaya mengembangkan vaksin untuk mencegah COVID-19 dan mencari alternatif pengobatan yang efektif untuk mengobati para pasien. Selain itu, pemerintah di seluruh dunia juga mengimbau warganya untuk melakukan upaya pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan.
Sementara itu, banyak orang yang mempertanyakan apakah vaksin flu dapat digunakan untuk mencegah COVID-19 mengingat sama-sama menyerang sistem pernapasan.
Jawabannya adalah tidak. Vaksin flu dibuat khusus untuk mencegah infeksi virus influenza yang tentunya berbeda dengan virus corona atau SARS-CoV-2. Namun, menyuntikkan vaksin flu setidaknya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh menjadi lebih baik menghadapi wabah COVID-19.


Jika orang mendapatkan vaksin flu, risikonya munculnya gejala flu seperti demam dan batuk akan lebih sedikit dan mereka mungkin lebih jarang ke klinik kesehatan.
Dengan begitu, jumlah pasien flu akan lebih sedikit dan memudahkan dokter menemukan pasien COVID-19. Lalu, apakah dengan menyuntikkan vaksin flu dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi risiko COVID-19?
Menurut CDC, vaksin flu dapat memunculkan antibodi agar berkembang lebih cepat dua minggu setelah vaksin dilakukan. Antibodi ini dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi virus sesuai dengan apa yang ditawarkan oleh vaksin, seperti vaksin flu untuk virus influenza.


Jenis vaksin flu memang cukup bervariasi. Akan tetapi terdapat dua dari vaksin trivalen yang dibuat khusus untuk lansia berumur 65 tahun ke atas agar respons kekebalan tubuhnya lebih kuat.
Sebenarnya, secara teori vaksin flu mungkin dapat digunakan untuk membantu mengurangi risiko COVID-19 dengan menambah respons sistem imun di tubuh Anda. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari WHO yang menyatakan vaksin flu dapat digunakan.
Oleh karena itu, mendapatkan vaksin flu sebenarnya tidak apa-apa, terutama untuk mencegah penyakit influenza. Akan tetapi, mendapatkan vaksin influenza tidak ada hubungannya dengan risiko terkena COVID-19.
Perbedaan COVID-19 dengan influenza
Vaksin flu memang tidak dapat mencegah penyakit COVID-19, tetapi tidak ada salahnya untuk rutin mendapatkan vaksin tersebut demi mencegah influenza.
Pertanyaan apakah vaksin influenza dapat digunakan untuk COVID-19 mungkin sering muncul di benak masyarakat karena gejala dan apa yang diserang cukup mirip. Akan tetapi, menurut WHO terdapat beberapa perbedaan yang perlu diketahui terkait COVID-19 dan influenza.
1. Penularan


Salah satu hal yang membedakan antara COVID-19 dan influenza adalah penularan. Pasien influenza biasanya dapat terinfeksi meskipun belum terlalu sakit. Sedangkan penularan COVID-19 terjadi melalui percikan pernapasan alias droplet dari pasien yang terinfeksi kepada orang lain.
Sementara itu, hanya 1% kasus COVID-19 dari kasus yang dilaporkan di Tiongkok tidak memiliki gejala dan dua hari setelahnya tanda-tandanya baru muncul.
Di beberapa negara, pemerintah menggunakan sistem pengawasan flu dan penyakit pernapasan lainnya, seperti pneumonia, untuk mencari kasus COVID-19. Akan tetapi, bukan berarti penyebaran virus influenza mirip dengan SARS-CoV-2.
2. Komplikasi


Selain penularan, perbedaan utama lainnya dari COVID-19 dan influenza adalah komplikasi. Pasien yang terinfeksi COVID-19 ternyata dapat mengembangkan penyakit yang lebih parah, terutama ketika mereka menderita penyakit penyerta, seperti diabetes atau penyakit jantung.
Dibandingkan dengan influenza, SARS-CoV-2 merupakan virus baru, sehingga tubuh belum memproduksi antibodi untuk melawan virus ini.
Akibatnya, orang akan lebih rentan terhadap infeksi dan beberapa di antara mereka mungkin bisa berujung pada penyakit parah hingga kematian.
3. Ketersediaan vaksin
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vaksin untuk flu sudah tersedia, tetapi tidak untuk COVID-19. Sampai saat ini, vaksin untuk COVID-19 masih dalam tahap pengembangan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri sebagai salah satu upaya mencegah COVID-19.
4. Keperluan karantina


Pada saat seseorang terkena flu, tidak diperlukan karantina satu wilayah untuk mencegah penularannya. Bedakan dengan COVID-19.
Karantina satu kota hingga negara diperlukan untuk mengurangi risiko paparan COVID-19 dari negara yang terinfeksi. Selain karena belum banyak hal yang belum diketahui dari virus ini, COVID-19 juga memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi yang parah.
Oleh karena itu, ketika merawat pasien COVID-19 dokter tidak menanganinya dengan cara yang sama dengan penyakit influenza.
Vaksin flu memang tidak dapat digunakan untuk mencegah COVID-19. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap mendapatkan vaksin sebagai upaya menghindari penyakit influenza.
Kabartangsel.com
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Techno1 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System























