Connect with us

Lifestyle

Epidural Hematoma: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan | Hello Sehat

Definisi

Apa itu epidural hematoma?

Epidural hematoma adalah perdarahan (hematoma) yang terjadi di antara bagian dalam tengkorak dan dura (selaput tebal yang menutupi otak). Perdarahan dalam ini kemudian menyebabkan pembengkakan otak yang mengakibatkan otak mengalami pergeseran.

Jika volume darahnya sangat besar, atau kejadiannya akut (tiba-tiba dan langsung), kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam otak. Tekanan tinggi di dalam otak berisiko mengakibatkan kerusakan jaringan otak, serta membahayakan nyawa jika tidak cepat ditangani.

Epidural hematoma dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang bisa memengaruhi kemampuan penglihatan, ucapan, gerak dan koordinasi tubuh, serta kesadaran. Jika tidak segera ditangani, epidural hematoma dapat menyebabkan kerusakan otak secara menyeluruh hingga bahkan kematian.

Advertisement

Perdarahan otak epidural seringnya diakibatkan oleh cedera kepala, baik dari kontak fisik olahraga, kecelakaan bermotor, maupun terjatuh.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala epidural hematoma?

Gejala perdarahan dalam yang menyebabkan epidural hematoma biasanya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah mengalami cedera kepala.

Beberapa gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Kebingungan
  • Pusing
  • Sakit kepala amat sangat
  • Mengantuk dan tingkat kewaspadaan menurun
  • Mual atau muntah
  • Pupil di salah satu mata membesar
  • Hilang kesadaran, yang dapat terjadi beberapa kali
  • Merasakan lemah pada salah bagian tubuh yang berlawanan dengan sisi pupil mata yang membesar

Anda mungkin akan mengalami pingsan segera setelah kecelakaan. Namun kemudian Anda tersadar dan awas selama beberapa saat, sebelum akhirnya Anda kembali tak sadarkan diri. Anda bahkan bisa mengalami koma.

Penyebab

Apa saja penyebab epidural hematoma?

Perdarahan epidural sering kali disebabkan oleh tengkorak yang retak pada anak-anak atau remaja. Hal ini dikarenakan selaput yang menutupi otak belum menempel dengan sempurna pada anak-anak, tidak seperti pada otak orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Advertisement

Penyebab paling umum dari perdarahan dalam otak ini adalah cedera parah pada bagian kepala, seperti kecelakan mobil atau motor, terjatuh, kekerasan fisik (berupa pukulan tangan, dengan benda tumpul, atau tendangan langsung ke kepala), maupun kecelakaan ketika berolahraga.

Terdapat beberapa faktor penyebab epidural hematoma yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • melakukan aktivitas fisik yang ekstrem, terlebih jika tidak mengenakan helm
  • memiliki kesulitan berjalan karena situasi dan kondisi tertentu
  • pernah mengalami trauma atau cedera di kepala
  • mengonsumsi obat antikoagulan atau pengencer darah
  • mengonsumsi alkohol
  • tidak memasang sabuk pengaman saat berkendara
  • mengidap gangguan pembekuan darah, misalnya kelainan pada trombosit

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Menurut situs MedlinePlus, dokter dan tim medis mungkin akan melakukan pemeriksaan pada otak dan sistem saraf Anda dengan CT scan atau MRI. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan apakah ada bagian otak Anda yang tidak bekerja dengan normal.

Selain itu, pemeriksaan tersebut juga dapat mendeteksi adanya tanda-tanda peningkatan tekanan pada otak, seperti sakit kepala, muntah, serta kondisi mental yang kebingungan.

Advertisement

Jika terdapat tanda-anda tersebut, tim medis mungkin akan segera mengambil tindakan darurat berupa operasi untuk mencegah kerusakan otak yang semakin parah.

Apa saja pilihan pengobatan untuk epidural hematoma?

Pengobatan epidural hematoma akan bergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang Anda alami. 

1. Operasi

Pada kebanyakan kasus, epidural hematoma harus ditangani dengan prosedur operasi yang disebut dengan kraniotomi. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuka tengkorak kepala untuk menguras pendarahan dan mengurangi tekanan pada otak. 

2. Obat-obatan

Dokter mungkin juga akan memberikan Anda beberapa obat untuk sebelum operasi untuk masalah epidural hematoma yang dialami. Obat-obatan tersebut bertujuan untuk mengurangi pembengkakan, seperti manitol, gliserol, dan garam hipertonik.

Advertisement

Setelah operasi hematoma dilaksanakan, Anda juga akan diberikan obat yang mencegah kejang. Kemungkinan Anda akan mengonsumsi obat ini berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

3. Pemulihan pascaoperasi (fisioterapi)

Epidural hematoma dapat memakan waktu cukup lama untuk benar-benar pulih. Pasalnya, proses perawatannya itu sendiri dapat memakan waktu 6 bulan hingga mungkin dua tahun setelah Anda mengalami cedera tersebut.

Untuk mempercepat proses penyembuhan cedera kepala, pada umumnya Anda tidak diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan berat yang dapat menyebabkan Anda kelelahan. Anda juga disarankan untuk memperbanyak beristirahat dan tidur yang cukup serta menghindari alkohol.

Jika perdarahan otak ini menyebabkan Anda mengalami cacat atau luka seperti lemah dan kesulitan berjalan, kelumpuhan, kehilangan kemampuan indera perasa, dokter akan merujuk Anda ke ahli fisioterapi untuk membantu melatih kemampuan fisik Anda.

Advertisement

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini?

Epidural hematoma paling sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang paling utama adalah memastikan keselamatan berkendara, seperti:

  • Mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas
  • Gunakan atribut berkendara yang lengkap, seperti helm SNI yang ukurannya sesuai atau sabuk pengaman saat berkendara dengan mobil
  • Menggunakan atribut kemanan sesuai dengan standar operasional keamanan di tempat kerja

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan1 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport2 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi3 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport3 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport3 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten3 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport3 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten4 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum4 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis4 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan4 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten5 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum5 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum5 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum5 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport6 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis3 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis3 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer