Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Retno Prawati mengatakan hingga Desember 2016 pembebasan lahan yang dilakukan tim pembebasan lahan untuk pembangunan Flyofer Gaplek dari Pemkot Tangsel sudah mencapai 90 persen. Rencananya, pembangunan flyofer Gaplek yang terletak di Kecamatan Pamulang itu akan mulai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai bulan Maret tahun 2017.
Retno menjelaskan, masih ada 10 bidang lahan yang belum dibebaskan mengingat saat ini masih tahap proses kasasi di pengadilan.
“Paling tidak Maret 2017 sudah bisa dimulai. Karena pembebasan lahan terus berjalan dan masih tersisa 10 bidang lahan. Proses land clearing juga berjalan untuk lahan yang memang sudah dibebaskan,” kata Retno Prawati di Serpong, Jumat (30/12).
Ia mengaku, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan perkara kasasi yang sempat diajukan oleh pemilik lahan lantaran menuntut kenaikan harga tanah. Warga yang merupakan pemilik lahan bisa mengambil uangnya yang dititipkan di pengadilan.
“Prosesnya hampir selesai. Warga bisa mengambil uangnya di pengadilan. Kita targetkan Maret 2017 sudah selesai semua untuk bidang lahan,” Retno menambahkan.
Retno menjelaskan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selanjutnya akan membuat kontrak pekerjaan pembangunan flyover Simpang Gaplek. Dipastikan megaproyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ini kontraknya pada tahun jamak atau multiyears.
“Jadi mulai tahun depan (Tahun 2017) progresnya proyek fisik flyover Gaplek sudah mulai dilaksanakan,” jelasnya.
Masih menurut Retno, flyover Gaplek nantinya akan melintang dengan panjang 1 Kilometer di Jalan RE Martadinata dari arah Sawangan, Kota Depok menuju Ciputat, Kota Tangsel. Lebar flyover yang direncanakan sejak 2012 itu mencapai 36 ROW dengan empat lajur.
“Untuk bagian bawah flyover akan dibuat taman, tidak seperti flyover Ciputat. Akan ada pelebaran juga di bawah flyover dari arah Pamulang menuju Pondok Cabe dengan lebar jalur 16 meter,” tandasnya.
Sementara Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan Kota Tangsel, Ismunandar menyatakan harga tanah yang berada di sekitar kawasan Simpang Gaplek punya nilai tersendiri. Tim penaksir harga tanah (appraisal) mencatat, sepanjang proses pembebasan lahan harga di wilayah tersebut nilainya paling mahal.
“Bahkan di kawasan Serpong tidak semahal di kawasan Pamulang,” ungkapnya.
Menurut Ismunandar, soal nilai jual lahan di area sekitar kawasan Gaplek dibanderol Rp 7 juta per meter. Diakuinya, angka tersebut merupakan nilai termahal yang pernah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Tangsel. (it/fid)
Bisnis2 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan2 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta3 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport3 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport3 hari agoKapten Persita Tangerang Minta Maaf Gagal Penuhi Target BRI Super League 2025/26
Sport3 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3












