Gubernur Banten Diapresiasi Kemendagri Atas Capaian Indikator Makro Pembangunan dan Penerapan SIPD

By on Jumat, 4 Oktober 2019

Gubernur Banten Wahidin Halim membuka acara Seminar Pembangunan Daerah “Refleksi 19 Tahun Provinsi Banten” di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (3/10/2019). Dalam seminar, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy karena dinilai mampu menjadikan Provinsi Banten sebagai daerah hasil pemekaran yang tumbuh dan berkembang pesat bahkan melebihi daerah lainnya. Tak hanya itu, Gubernur juga mendapatkan penghargaan Kemendagri karena telah melaksanaan integrasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang merupakan integrasi sistem yang dibangun Kemendagri sebagai portal terpadu 4 sektor tata kelola pemerintahan yaitu e-Planning, e-Budgeting, e-Reporting dan e-Sakip.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Muhammad Hudori dalam seminar menyampaikan, pada usianya yang menginjak ke 19 tahun pasca memisahkan diri dari Jawa Barat, Banten telah mengalami banyak perkembangan signifikan. Beberapa indikator makro pembangunan mampu dicapai dengan baik seperti tingkat kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka yang mengalami tren penurunan.

“Hal inilah yang melatarbelakangi kami untuk memberikan sebuah penghargaan kepada Banten atas capaian-capaiannya dalam pembangunan. Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas kepemimpinan Pak Gubernur Wahidin Halim dan Andika Hazrumy karena juga meringankan tugas kami di Pemerintah Pusat,”ungkapnya

Hudori merinci, tingkat kemiskinan Banten tahun 2018 tergolong rendah sebesar 5,24% berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar 9,82%. Berdasarkan tren tingkat kemiskinan Provinsi Banten tahun 2014-2018, cenderung terus mengalami penurunan dan selalu berada di bawah rata-rata nasional. Namun, 3 kabupaten/kota di Provinsi Banten yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kota Serang masih harus mendapatkan perhatian karena angka kemiskinan masih di atas rata-rata Provinsi Banten, namun di bawah rata-rata Nasional.

Pembangunan manusia di Banten, lanjutnya, secara konsisten terus mengalami kemajuan, yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2018, IPM Banten telah mencapai 71,95, atau meningkat 0,53 poin dibandingkan tahun lalu yang sebesar 71,42. Kemajuan pembangunan manusia Banten pada tahun 2018 mengalami akselerasi atau percepatan. Ditandai oleh pertumbuhan IPM yang mencapai 0,74 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2017 yang hanya 0,65 persen. Status pembangunan manusia Banten pada tahun 2018 ada pada level atau kategori tinggi.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Banten tahun 2018 mencapai 8,52% berada di atas rata-rata Nasional 5,34% dan paling tinggi se-Indonesia. Namun, berdasarkan tren selama 2014-2018, TPT Provinsi Banten cenderung mengalami penurunan meski masih di atas rata-rata Nasional,”jelasnya

Oleh karenanya, jelas Hudori, perlu dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur,

Penyiapan kapasitas produksi dan Sumber Daya Manusia, deregulasi dan debirokratisasi, menjaga stabilitas harga bahan pokok, mensukseskan program bantuan sosial yang digagas pemerintah dengan baik dan penerapan sistem bantuan pangan nontunai dengan kartu sehingga bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran. Sehingga, hasil pembangunan dan capaian indikator makro akan lebih optimal.

Selain itu, Gubernur juga kembali menerima apresiasi dan penghargaan dari Kementrian Dalam Negeri RI, karena Provinsi Banten telah melaksanaan integrasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang merupakan integrasi sistem yang dibangun oleh Kemendagri sebagai portal terpadu 4 sektor tata kelola pemerintahan yaitu e-Planning, e-Budgeting, e-Reporting dan e-Sakip.

Hudori menyampaikan, apresiasi diberikan terhadap capaian Pemerintah Provinsi Banten dalam mengintegrasikan SIPD dengan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL) yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di empat sektor tata kelola pemerintahan.

“Gubernur Banten Wahidin Halim dalam hal ini Provinsi Banten dianggap Kemendagri telah mendukung penuh pemanfaatan teknologi informasi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, ketepatan dan kecepatan baik dalam pengambilan keputusan perencanaan maupun dalam pelayanan kepada masyarakat,”ujarnya

Dalam penerapannya, sampai dengan saat ini SIMRAL Provinsk Banten dari sisi tahapan pembangunan telah menjangkau seluruh komponen SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Internal Pemerintah) secara terintegrasi, sejak perencanaan, penganggaran, tata kelola keuangan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan. Database SIMRAL telah memungkinkan satu kali input untuk satu transaksi disalah satu tahapan untuk digunakan diseluruh tahapan.

“Provinsi Banten dan BPPT telah bekerjasama sejak 2017 telah membangun dan menggunakan SIMRAL versi Provinsi, sebagai amanat Rencana Aksi Pencegahan Korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) walaupun sebelumnya SIMRAL dikembangkan oleh BPPT baru untuk Pemerintah Kabupaten/Kota,”tuturnya

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya optimis pada 2020 mendatang semua misi pembangunan akan selesai dan dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat. Salah satunya Kawasan Kesultanan Banten yang menjadi satu bagian inti yang telah dilakukan terhadap revitalisasi pembangunan yang mengalami degradasi. Menurutnya, Banten memiliki peradaban yang terkenal diantaranya, Kesultanan Banten senagai pencetak uang sendiri, Kesultanan Banten termasuk kerajaan Islam terbesar di Indonesia dengan Keraton Surosowannya.

“Masjid Agung Banten juga dicontoh di daerah lain, orang Banten juga terkenal pintar salah satunya Syech Nawawi Al Bantani. Banyak orang yang berziarah ke Kesultanan Banten dan Tanara untuk mendapatkan jejaknya,”papar Gubernur

Oleh karenanya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat Banten untuk berperan aktif dalam memberikan pendapat dan pemikiran sesuai hati nurani untuk membangun masyarakat Banten.

“Banten hari ini dan Banten masa depan, dapat memberikan masukan aspirasi yang diharapkan oleh masyarakat Banten. Kemudian masyarakat juga lebih aktif dalam memberikan pendapat untuk Gubernur Banten,” ajak Gubernur

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Muhtarom menjelaskan, Seminar Pembangunan Provinsi Banten digelar untuk menjalin komunikasi yang efektif terhadap seluruh pihak di Provinsi Banten terkait pembangunan yang aktual.

“Seminar ini diadakan dalam rangka Hari Jadi Provinsi Banten yang ke 19. Yakni untuk membangun dan meningkatkan komunikasi efektif dengan semua pihak serta stakeholder di Provinsi Banten. Untuk menghasilkan pemetaan infrastruktur dan permasalahan pembangunan yang aktual di Provinsi Banten,” paparnya.

“Berbagai kemajuan pembangunan di Banten dua (2) tahun belakangan ini masih dapat dioptimalkan sehingga Provinsi Banten bisa lebih maju dan bersaing dikancah regional maupun nasional. Dengan kondisi seperti ini tentunya menuntut untuk terus melaksanakan pembangunan efektif,” tambahnya.

Pembangunan yang ada di Provinsi Banten saat ini terfokus pada lima visi. Yaitu: pembangunan di bidang tata kelola pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Turut hadir Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar, para kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat Banten, alim ulama dan para tamu undangan. Seminar diikuti sebanyak 150 peserta.