Nasional
Indonesia Jajaki Potensi Kerjasama dengan Takeda Science Foundation untuk Kemajuan Bioteknologi dan Biosains di Indonesia

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono hadiri perayaan hari jadi ke-40 Takeda Science Foundation di Indonesia pada Minggu (19/2) di Jakarta.
Takeda Science Foundation merupakan yayasan pemberi beasiswa asal Jepang untuk para ilmuwan asing dan dokter medis. Dukungan terhadap perkembangan bioteknologi dan biosains di Indonesia sudah berlangsung selama 40 tahun dan telah memberi dukungan kepada 173 dokter dan ilmuwan asal Indonesia untuk menimba ilmu di negara asalnya Jepang.
Sejalan dengan upaya transformasi SDM Kesehatan di Indonesia, dalam sambutannya Menkes Budi menyampaikan ketertarikannya terhadap dukungan beasiswa program doktoral dan ilmuwan yang diberikan oleh Takeda Science Foundation selama 40 tahun terakhir.
“Saya sangat antusias saat mengetahui bahwa Takeda Science Foundation telah memberikan dukungan beasiswa untuk program doktoral dan ilmuwan dalam bidang bioteknologi dan biosains di Indonesia selama 40 tahun dan ini sangat luar biasa,” ujar Menkes Budi.
Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono merupakan salah satu penerima manfaat dari beasiswa Takeda Science Foundation pada dua tahun terakhir saat menempuh pendidikan doktoralnya di Yamanashi University, Japan.
“Pada tahun 2005, saya diberi kesempatan untuk mengejar gelar doktor di Universitas Yamanashi, Jepang. Sebagai penerima beasiswa Takeda Science Foundation, saya sangat berterima kasih karena telah mendukung dua tahun terakhir studi doktoral saya,” ujar Wamenkes Dante.
Selanjutnya, Menkes Budi melihat adanya potensi kerjasama yang luar biasa untuk mendukung kemajuan perkembangan bioteknologi dan biosains di Indonesia.
“Apabila kita bisa menindaklanjuti dan memperluas hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Takeda Science Foundation, terutama di bidang bioteknologi dan biosains, ini akan sangat luar biasa,” kata Menkes Budi.
Ke depannya, Menkes Budi menginginkan adanya penjajakan kerjasama yang lebih dalam, salah satunya dengan mengetahui lebih jauh tentang Universitas terbaik dan profesor terkemuka di Jepang. Kemudian, mempertemukannya dengan para dokter dan ilmuwan di Indonesia sehingga dokter dan ilmuwan Indonesia bisa belajar dari Jepang.
“Saya ingin mengetahui, apa saja Universitas terbaik di Jepang dan bagaimana para profesor di sana melakukan penelitian di bidang bioteknologi dan biosains. Kemudian, saya ingin menghubungkan para dokter dan ilmuwan di Indonesia dengan para profesor dan Universitas terbaik di Jepang, sehingga mereka dapat belajar dari Jepang,” ucap Menkes Budi.
Selain itu, Menkes Budi juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya untuk Takeda Foundation karena telah memberikan bantuan Fomepizole saat Indonesia mengalami krisis kesehatan penyakit Gagal Ginjal Akut pada Anak (GGAPA) beberapa waktu lalu.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada Takeda Foundation karena telah memenuhi kebutuhan Fomepizole di Indonesia saat ratusan anak Indonesia meninggal akibat gagal ginjal akut,” tutup Menkes Budi.
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport1 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”




































