Jenis Makanan Setelah Operasi untuk Membantu Pemulihan

By: Kamis, 17 September 2020

Mengonsumsi makanan yang tepat setelah operasi dapat mempercepat proses penyembuhan. Anjuran makanan setelah operasi juga biasanya merupakan jenis makanan yang membantu mengurangi pembengkakan, memar, serta peradangan yang sering terjadi akibat dari proses pembedahan. Oleh karena itu, mengontrol asupan makanan setelah operasi adalah cara yang tepat agar bisa memenuhi kebutuhan energi yang diperlukan tubuh supaya bisa kembali ke rutinitas normal.

Berikut beberapa makanan yang baik dikonsumsi setelah operasi:

1. Makanan laut, telur dan susu sebagai sumber protein

Asam amino dari protein terlibat langsung pada proses penyembuhan luka dan regenerasi jaringan. Protein terbaik berasal dari jenis makanan yang rendah lemak seperti unggas, ikan, makanan laut, telur, susu rendah lemak, daging tanpa lemak, produk kedelai, kacang polong, kacang lentil dan kacang-kacangan lainnya.

2. Biji-bijian, kacang dan polong sebagai sumber karbohidrat

Makanan yang baik setelah operasi yaitu makanan yang mengandung karbohidrat. Sebab, karbohidrat adalah sumber energi utama otak dan juga mampu mencegah kerusakan otot. Karbohidrat yang tinggi serat seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan polong-polongan sangat bermanfaat karena menurut The Diet Channel, jenis makanan tersebut dapat membantu mencegah sembelit sebagai efek samping yang umumnya terjadi karena mengonsumsi obat nyeri.

3. Minyak zaitun, alpukat sebagai sumber lemak

Lemak sehat tidak hanya memberikan energi, tetapi terlibat juga dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh pasca operasi. Selain itu, lemak sehat juga mampu membantu penyerapan vitamin dalam tubuh. Oleh karena itu, makanan setelah operasi yang disaraknak adalah makanan yang kaya lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

4. Wortel, jeruk, dan buah beri sebagai sumber vitamin

Vitamin A dan vitamin C sangat penting dikonsumsi setelah operasi karena sifatnya yang mampu menyembuhkan luka. Vitamin A berasal dari sayuran berwarna oranye dan hijau gelap seperti wortel, ubi jalar, kangkung, bayam, dan brokoli.  Sedangkan makanan yang kaya vitamin C adalah jeruk, paprika manis, buah beri, kentang, tomat dan melon. 

Selain mengonsumsi dua jenis vitamin yang sudah disebutkan di atas, mengonsumsi vitamin D, E, dan K juga sangat dianjurkan karena memegang peranan penting dalam memulihkan kondisi pascaoperasi. Vitamin D mampu mempercepat penyembuhan tulang, vitamin E berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas, sedangkan vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.

5. Roti gandum, sereal sebagai sumber mineral

Jenis mineral seperti seng dan zat besi sangat dibutuhkan untuk penyembuhan luka dan sebagai asupan energi setelah operasi. Makanan setelah operasi yang kaya zat besi dan seng, bisa ditemui pada semua jenis daging dan unggas, kacang-kacangan, buah aprikot, telur, roti gandum, dan sereal.

Selain jenis makanan setelah operasi yang disarankan di atas, minum air putih merupakan hal yang tidak kalah penting diperhatikan. American Cancer Society merekomendasikan mengonsumsi delapan gelas air setiap hari setelah operasi.

Hal ini dikarenakan air membantu proses pembuangan dan metabolisme tubuh yang mampu membuang racun-racun lewat urine ataupun keringat. Oleh sebab itu, hidrasi memerankan peranan yang penting selama proses penyembuhan.

Kabartangsel.com

Source


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *