Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran hingga H-1, Presiden Joko Widodo mengungkapkan arus mudik lebaran tahun ini masih pada tahap yang dapat dikendalikan.
“Saya kira baik, misalnya yang dari Merak – Bakauheni dapat dikatakan lancar, bagus. Memang yang ke Timur ada satu tempat saja yang bermasalah, dan itu sudah saya sampaikan dan perkirakan sebelumnya,” demikian diungkapkan Presiden Jokowi di sela kunjungannya ke Provinsi Banten, Senin (4/7).
Presiden mengungkapkan penyelenggaraan arus mudik tahun ini jauh sekali bedanya jika dibandingkan dengan tahun lalu.
“Jumlah yang mudik tahun ini juga kenaikannya sangat melonjak terutama sepeda motor, (namun) alhamdulillah masih pada posisi yang bisa dikendalikan,” terang Presiden kepada wartawan.
Presiden kemudian juga menyoroti pelayanan angkutan laut bagi para pemudik. Pembelian dua kapal besar untuk angkutan laut yang digunakan pada penyelenggaraan angkutan laut tahun ini menurutnya sangat efektif membantu kelancaran mobilitas para pemudik dan kendaraan yang dibawanya.
“Setelah kita belikan dua kapal besar di Merak – Bakauheni, yang sekali angkut bisa memuat 400 mobil, itu sangat membantu sekali. Dulu, sekali masuk hanya 125 mobil, sekarang bisa langsung 400. Bisa dilihat sendiri di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait dengan kemacetan yang terjadi di Tol Pejagan-Brebes Timur, Presiden berjanji akan segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan tol yang tersisa untuk mencegah kemacetan tersebut terulang kembali di waktu yang akan datang. Tol yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada pertengahan Juni lalu memang menjadi salah satu ruas tol yang paling banyak digunakan para pemudik lebaran di tahun ini.
“Pintu-pintu tol yang di tengah sudah dihilangkan, tetapi tetap di akhirnya tetap harus ngantri. Nanti kalau itu sudah tersambung dari Batang ke Semarang, Semarang ke Solo, Solo ke Ngawi, Ngawi ke Kertosono semua tersambung semua akan lancar,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan problem yang sering menghambat pembangunan infrastruktur seperti pembebasan lahan, keterlambatan membangun, hingga berhenti sampai 20 tahun lamanya, harus diselesaikan.
“Insya Allah 2 tahun kita selesaikan,” ujar Presiden menutup keterangannya. (sk/fid)
Banten7 hari agoDukung Gerakan ASRI, Bank Banten Gelar Jumsih di Seluruh Kantor Cabang
Bisnis7 hari agoRamadan 2026, Royco dan Masjid Istiqlal Lanjutkan Kolaborasi
Bisnis7 hari agoPia Cap Mangkok Hadirkan Varian Pistachio Kunafa Spesial di Bulan Ramadan
Bisnis7 hari agoTips Menjaga Kulit Tetap Terhidrasi saat Puasa
Bisnis7 hari agoSejuntai Rasa Sedaap di Bulan Ramadan, Mie Sedaap Hadirkan Kehangatan di Puluhan Masjid di Indonesia
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan Dampingi Komisi IX DPR RI dan BPOM Pantau Keamanan Pangan di Pasar Modern BSD
Banten7 hari agoBank Banten Terus Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas
Pemerintahan7 hari agoPemkot Tangsel Gelar Peringatan Nuzulul Quran, Benyamin Davnie Tekankan Nilai Religius dalam Kehidupan Kota












