Bisnis
KAI Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Distribusi Pupuk yang Efisien dan Tepat Waktu
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, salah satunya terkait ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional melalui layanan angkutan logistik. Sebagai bagian dari upaya tersebut adalah angkutan pupuk dari Stasiun Cilacap menuju beberapa stasiun tujuan.
“Angkutan pupuk ini merupakan hasil kerjasama antara KAI dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), melalui anak usahanya PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI) yang sudah dimulai sejak Tahun 1975. Kerjasama ini kembali dimulai lagi tahun 2023 dengan total angkutan pupuk mencapai 18.480 ton per tahun. Kemudian naik di tahun 2024 dengan jumlah angkutan pupuk mencapai 24.180 ton per tahun ,” ungkap Vice President Public Relation KAI, Anne Purba.
Angkutan pupuk tersebut berangkat dari Stasiun Cilacap menuju beberapa stasiun di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang memiliki gudang penyimpanan pupuk seperti Stasiun Gombong di Kebumen, Stasiun Maguwo di Yogyakarta dan Stasiun Ceper di Klaten.
Pada Januari 2025, total pupuk yang sudah diangkut sebanyak 3.810 ton, jumlah tersebut meningkat 442 persen dibanding Januari 2024 yang hanya mengangkat 690 ton. Dengan frekuensi perjalanan seminggu sekali, membawa 15 gerbong yang memuat 450 ton pupuk dalam setiap perjalanannya, adanya KA angkutan pupuk ini turut mengurangi kepadatan lalu lintas dan potensi kerusakan jalan akiban beban yang berat.
“Untuk memastikan kondisi pupuk tetap baik mulai dari keberangkatan hingga tiba di tujuan, KAI melayani angkutan pupuk ini dengan menggunakan sarana jenis gerbong tertutup,” jelasnya.
Penggunaan gerbong tertutup dalam pengangkutan pupuk ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan keamanan pupuk selama perjalanan. Selain itu, moda transportasi kereta api juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi waktu dan biaya dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
“KAI mendukung penuh program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan dengan menghadirkan solusi logistik yang andal dan efisien. Melalui angkutan pupuk ini, KAI berupaya memastikan pasokan pupuk bagi petani dapat terpenuhi dengan baik, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat,” terangnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam mendukung distribusi logistik berbasis transportasi berkelanjutan. Dengan menggunakan kereta api sebagai sarana angkutan, distribusi pupuk menjadi lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi jejak karbon dibandingkan angkutan berbasis kendaraan darat karena kapasitas angkut kereta api yang besar dalam setiap perjalannya.
“KAI terus meningkatkan layanan angkutan barang guna mendukung berbagai sektor strategis nasional, termasuk sektor pertanian, demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan sejalan dengan Asta Cita yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” pungkas Anne.
Event7 hari agoFestival Lebaran Betawi Tangsel ke-6 Digelar 23–24 Mei 2026 di Jurang Mangu Barat
Bisnis4 hari agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Jabodetabek4 hari agoDelapan SD Terbaik DKI Jakarta dan Banten Berkompetisi di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional6 hari agoRaker dengan DPR, Menteri Maman Abdurrahman Paparkan Evaluasi Anggaran dan Kinerja Kementerian UMKM Semester I 2026
Bisnis4 hari agoGoogle dan Terralogiq Bahas Masa Depan Geospatial AI untuk Bisnis Indonesia
Nasional5 hari agoHari Kebangkitan Nasional 2026, Prof Asep Saepudin Jahar Tekankan Kebangkitan SDM, Inovasi, dan Kemandirian Menuju Indonesia Emas 2045
Bisnis5 hari agoJobstreet by SEEK Dukung SV UGM Career Days 2026
Nasional6 hari agoMenteri Maman Abdurrahman Soroti Biaya Layanan Marketplace yang Membebani UMKM























