Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Program Promotif Preventif Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Pemeriksaan IVA dan Papsmear yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Pamulang, Jumat, 29 Juli 2016.
“Kegiatan pemeriksaan IVA dan Papsmear ini dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan yang ke 48. Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” ungkap kepala BPJS Kesehatan Tangsel, Risman.
Tujuan dari pada pemeriksaan IVA dan Papsmear ini adalah untuk mengetahui ataupun mendeteksi adanya kanker leher rahim/kanker mulut rahim. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan juga penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.
“Deteksi dini kanker serviks masuk dalam skema pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), sehingga peserta JKN-KIS yang ingin melakukan deteksi dini kanker serviks tidak perlu lagi mengeluarkan uang, cukup menunjukan kartu maka bisa melakukan secara gratis di klinik maupun puskesmas,” jelasnya .
Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan. Kanker serviks, umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal. Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksin.
Untuk mengantisipasi terjadinya kanker serviks, peserta JKN-KIS dapat memeriksakan diri terhadap resiko penyakit kanker leher rahim ini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Namun tantangannya, cukup banyak masyarakat yang enggan atau takut untuk melakukan pemeriksaan IVA atau Papsmear ini. Disinilah bagaimana peran FKTP untuk mengajak peserta JKN-KIS, agar melakukan pemeriksaan ini. Melalui kegiatan pencanangan ini, kami harapkan kesadaran peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker leher Rahim semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, BPJS dipayungi undang-undang di mana ada kewajiban ikut program ini.
“Di Kota Tangsel baru 45 persen dari jumlah penduduk yang memiliki kartu BPJS. Dengan memiliki kartu BPJS, jika sakit maka tak perlu memikirkan biaya,” katanya.
Pemegang BPJS tak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat, apalagi yang punya KTP-el dijamin berobat gratis di Puskesmas dan RSU Kota Tangsel.
“Dengan pemeriksaan dini IVA dan Papsmear saya berharap bisa memberikan jaminan kesehatan pada masyarakat Tangsel,” tuturnya.
Untuk kota Tangsel pemeriksaan IVA ditargetkan 1.824 orang sedangkan Papsmear ditarget 564 orang mulai dari 25 Juli 2016 hingga November 2016. Hingga saat ini di Tangsel sudah ada 166 orang yang melakukan pemeriksaan IVA dan 83 orang pemeriksaan Papsmear.
“Dengan adanya kegiatan ini saya berharap masyarakat kita menjadi tahu tentang kesehatan. Terutama wanita untuk dapat mencegah jangan sampai penyakit ini bisa menyerang, maka deteksi lah sedini mungkin,” pungkasnya. (ts/fid)
Sport4 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Bisnis7 hari agoAmartha Financial Rilis Amartha Empower
Bisnis7 hari agoLink Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”
Bisnis7 hari agoParagon Corp Luncurkan Bright Now by Wardah
Sport4 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Techno7 hari agoKolaborasi dengan NVIDIA, Indosat Hadirkan AI hingga Pelosok Indonesia
Sport4 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat














