Connect with us

Lifestyle

Karang Gigi : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan | Hello Sehat

Definisi

Apa itu karang gigi?

Karang gigi adalah plak yang mengendap dan mengeras di permukaan gigi. Dalam istilah medis, masalah gigi ini disebut dental calculus.

Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang terbuat dari kumpulan bakteri, kotoran, dan sisa-sisa makanan. Plak membutuhkan waktu sekitar 12 hari untuk matang dan mengeras hingga menjadi karang.

Namun, kecepatan pembentukan karang pada setiap orang sebenarnya berbeda tergantung pada kadar pH air liur. Karang gigi dalam mulut orang yang memiliki pH air liur tinggi (di atas 7) mungkin akan terbentuk lebih cepat.

Advertisement

Kondisi ini tak boleh disepelekan. Karang yang tidak segera dihilangkan dapat menyebabkan gigi surut, gigi berlubang, hingga penyakit gusi. Namun, kondisi ini tidak bisa dihilangkan hanya dengan rutin menyikat gigi.

Menghilangkan karang yang muncul di sekitar garis gusi hanya bisa dilakukan melalui metode scaling.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Karang gigi adalah salah satu masalah gigi yang paling umum dan pasti terjadi. Menurut America Dental Hygienists Association, kondisi ini umumnya muncul pada usia anak-anak.

Seiring waktu, karang dapat menumpuk sehingga Anda lebih berisiko mengalami berbagai masalah mulut terutam jika Anda malas menyikat gigi atau merawat kebersihan mulut.

Advertisement

Tanda dan gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala karang gigi?

Karang pada gigi biasanya terbentuk di bawah dan di atas garis gusi. Ketika disentuh menggunakan lidah, karang gigi cenderung kasar.

Pada awalnya, plak gigi berwarna putih kekuningan atau putih kecokelatan. Seiring waktu, plak gigi yang tadinya kuning dapat berubah warna menjadi menghitam.

Lama-kelamaan, plak yang menghitam akan tampak seperti batu karang yang menempel pada gigi. Semakin gelap warna karang, berarti plak gigi yang menumpuk sudah semakin banyak.

Munculnya karang di garis gusi tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Namun bila dibiarkan terus, karang dapat memicu terjadinya gingivitis, alias radang gusi.

Advertisement

Radang gusi selanjutnya dapat membuat Anda mengalami sejumlah gejala seperti:

  • Gusi bengkak, berwarna kemerahan, dan terasa lunak ketika disentuh.
  • Rasa nyeri yang intens dan tajam.
  • Gusi mudah berdarah saat Anda menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.
  • Gusi berwarna merah kehitaman.
  • Bau mulut yang parah dan cenderung menetap lama.

Kemungkinan ada tanda dan gejala lain yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah terbaik. Hanya dokter gigi yang dapat mengenali dan menentukan seberapa parah masalah mulut yang Anda alami.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, segera berobat ke dokter bila Anda mengalami sejumlah gejala yang tidak biasa.

Tubuh setiap orang bereaksi secara berbeda. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter gigi untuk menanyakan kondisi kesehatan Anda. Dokter dapat memilih perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Advertisement

Pada prinsipnya, semakin cepat Anda periksa ke dokter maka semakin baik.

Penyebab

Apa penyebab karang gigi?

Penyebab utama karang gigi adalah kemunculan plak. Plak adalah lapisan lengket yang menempel di permukaan gigi.

Plak dapat terbentuk dari sisa-sisa makanan, kotoran, dan bakteri yang dibiarkan terus menumpuk dan mengendap di permukaan gigi. Ketika plak dibiarkan dalam waktu yang lama, maka plak akan mengeras. Plak yang mengeras inilah yang disebut dengan karang gigi.

Karang yang semakin menumpuk di gigi lama-lama akan memengaruhi kesehatan gusi. Gusi Anda jadi mudah meradang dan mengalami iritasi. Akibatnya, munculah penyakit gingivitis, alias radang gusi.

Advertisement

Bila keadaannya semakin buruk, karang dapat menyebabkan penyakit gusi (periodontitis).

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor risiko yang memicu karang gigi?

Ada sejumlah faktor yang dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami karang gigi. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Usia

Seiring bertambahnya usia, kita akan lebih mudah untuk mengalami berbagai masalah mulut. Termasuk karang gigi.

2. Merokok

Orang yang merokok dua kali lebih berisiko mengalami penyakit gusi. Di sisi lain, penyakit gusi dimulai akibat bakteri di mulut.

Advertisement

Bila bakteri ini dibiarkan di dalam mulut lebih lama, plak dan karang dapat muncul. Keduanya inilah yang dapat memicu penyakit gusi.

3. Makanan tertentu

Makanan manis seperti es krim, permen, kue, dan lain sebagainya dapat memicu pembentukan plak dan karang. Sebab, gula merupakan santapan lezat yang ditunggu-tunggu oleh bakteri di dalam mulut.

4. Kebersihan gigi yang buruk

Bila kebersihan mulut Anda tidak terjaga dengan baik, maka sisa makanan dan bakteri dapat terus menerus menumpuk di dalam mulut. Akibatnya, Anda lebih berisiko mengalami masalah kesehatan, termasuk karang gigi.

5. Jarang minum air putih

Asupan air yang cukup dibutuhkan tubuh supaya tubuh tetap terhidrasi. Dengan begitu, tubuh Anda dapat menghasilkan air liur yang cukup.

Advertisement

Air liur berperan penting untuk melembapkan mulut dan membersihkan rongga mulut dari plak dan sisa makanan.

Itu sebabnya bila Anda jarang minum air putih, maka produksi air liur akan terhambat. Hal ini memungkinkan plak dan bakteri mengendap di permukaan gigi dan menyebabkan karang.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana masalah ini didiagnosis?

Rutin periksa ke dokter gigi merupakan salah satu cara untuk mendiganosis berbagai masalah kesehatan mulut. Termasuk karang gigi.

Selain untuk memantau kondisi gigi pasien, pemeriksaan rutin ini juga sebagai cara pencegahan dan pengobatan apabila Anda mengalami masalah tertentu.

Advertisement

Pada pertemuan pertama, sembari memeriksa keadaan mulut, dokter akan menanyakan secara lengkap terkait riwayat kesehatan Anda. Beri tahu semua obat yang sedang Anda minum setiap hari.

Entah itu obat resep, suplemen, vitamin, atau bahkan herbal. Informasi ini dapat membantu dokter menentukan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Rontgen gigi dapat dilakukan dokter untuk melihat keadaan gusi dan gigi Anda. Prosedur ini juga dapat mendeteksi ada tidaknya kerusakan yang terjadi pada gigi Anda.

Tes lab dan perawatan lainnya mungkin juga dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Advertisement

Apa saja pengobatan untuk karang gigi?

Garis atas atau bawah gusi adalah tempat yang paling sering ditumbuhi karang. Teksturnya yang keras membuat karang tidak akan hilang bila hanya dibersihkan dengan cara menyikat gigi. 

Membersihkan karang gigi dilakukan dengan alat yang disebut dengan ultrasonic scaler. Kegiatan membersihkan karang gigi ini dinamakan scaling yang hanya dilakukan oleh dokter gigi.

Perawatan scaling mampu menghilangkan karang gigi yang sangat keras sekali pun. Scaling menggunakan alat khusus yang mampu membersihkan karang gigi dengan sangat detail, dari sela-sela hingga bagian terdalam gigi. Scaling gigi akan menghilangkan karang dari bagian garis gusi yang biasanya sulit dijangkau dengan sikat gigi.

Idealnya, perawatan scaling dilakukan minimal enam bulan sekali. Inilah mengapa memeriksa gigi rutin dan teratur enam bulan sekali itu penting. 

Advertisement

Pemeriksaan rutin ke dokter gigi ini dilakukan untuk mengecek segala perubahan yang terjadi pada gigi Anda. Termasuk, melihat ada tidaknya karang di sekitar garis gusi.

Pada kasus yang berat, scaling gigi bisa dilakukan tiga bulan sekali atau sesuai dengan anjuran dokter Anda. 

Saat membersihkan gigi dengan cara scaling, bukan tidak mungkin akan timbul pendarahan, gusi bengkak, dan nyeri.  Hal ini terjadi karena gusi dan gigi yang berkarang menyesuaikan diri dengan proses scaling tersebut.

Apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat karang gigi?

Tak sedikit orang yang menganggap masalah karang gigi itu sepele dan tidak membahayakan. Padahal, karang gigi adalah asal mula dari masalah gigi lainnya.

Advertisement

Plak yang mengeras di garis gusi dan tidak dibersihkan bisa menyebabkan peradangan pada gusi atau yang disebut gingivitis. Peradangan yang semakin parah membuat gusi mudah berdarah. Bahkan bisa menimbulkan perdarahan tiba-tiba.

Gingivitis yang tidak ditangani juga akan berlanjut ke periodontitis. Periodontitis adalah kondisi ketika peradangan sudah menyebar ke bagian tulang penyokong gigi.

Pada kondisi peradangan di bagian ini, maka gigi akan goyang dan bisa tanggal sendiri.

Menurut Journal of Dentomaxillofacial Radiology, Pathology and Surgery, periodontitis yang terjadi secara berkelanjutan berhubungan dengan terjadinya anemia. Itu sebabnya penanganan karang gigi menjadi penting untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit di luar gigi.

Advertisement

Penelitian dari Journal of Indian Society of Periodontology, menyimpulkan bahwa bakteri pada karang gigi yang masuk ke gusi dan mengikis jaringan penyangga tubuh bisa menyebar ke organ-organ lain seperti ke organ jantung. Selain itu, permasalahan lainnya yang dapat timbul adalah bau mulut (halitosis).

Bau mulut karena karang gigi terjadi karena plak bercampur dengan sisa makanan yang tidak tersikat bersih saat menggosok gigi. Alhasil, terjadilah pembusukan di dalam rongga mulut.

Gigi berubah warna juga kerap kali menjadi masalah gigi akibat karang yang tak dibersihkan dengan benar. Perubahan warna gigi biasanya disebabkan akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa mengubah warna seperti teh, dan kopi.

Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan gigi berubah warna.

Advertisement

Pengobatan rumahan

Bagaimana cara mencegah karang gigi?

Karang pada gigi memang hanya bisa dihilangkan dengan prosedur scalling oleh dokter gigi. Namun, supaya karang tidak terlanjur semakin banyak dan parah, Anda perlu melakukan sejumlah cara ini di rumah untuk mencegahnya.

1. Rajin sikat gigi

Sikat gigi Anda sebanyak dua kali sehari selama dua menit. Dua menit adalah waktu yang ideal untuk merontokkan plak, kotoran, dan sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Gunakan sikat yang lembut dan cukup kecil agar bisa masuk ke sela-sela gigi. Pastikan semua bagian gigi Anda terjangkau saat menyikat gigi. Maka dari itu, cari tahu terlebih dahulu bagaimana menggosok gigi dengan tepat.

Selain itu, jangan langsung sikat gigi setelah makan. Pasalnya, makanan yang bercampur air liur menyebabkan kondisi gigi dan mulut menjadi asam.

Advertisement

Hal ini justru dapat mengakibatkan lapisan pelindung (email) gigi mudah terkikis.

2. Pilih pasta gigi yang tepat

Ada banyak sekali produk pasta gigi di pasaran. Namun, memilih pasta gigi tak boleh asal.

Pastikan pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride. Kandungan fluoride dalam pasta gigi akan membantu melindungi gigi dari kerusakan dan mencegah pengeroposan.

3. Pakai benang gigi (dental floss)

Sikat gigi terkadang sulit menjangkau bagian-bagian gigi, sehingga makanan masih bisa menyelip di gigi Anda. Oleh karena itu, membersihkan gigi pakai benang bisa jadi pendukung yang baik dalam membersihkan gigi Anda.

Advertisement

Benang gigi dapat membersihkan sela-sela atau bagian gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Ketika menggesekkan benang di antara celah gigi, lakukan dengan hati-hati.

Gesekan yang terlalu keras justru dapat melukai gusi dan menyebabkan gusi berdarah.

4. Berkumur pakai obat kumur

Obat kumur juga jadi perawatan yang perlu dilakukan untuk mencegah karang gigi.

Pastikan Anda menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik, untuk membantu mematikan kuman yang ada di dalam mulut.

Advertisement

5. Jaga pola makan

Pola makan dan pemilihan makanan Anda selama ini bisa juga menjadi penyebab munculnya karang gigi.

Semakin banyak Anda makan makanan manis, maka semakin banyak bakteri atau kuman lainnya yang bersarang di dalam mulut. Sebab, gula merupakan makanan yang paling disukai oleh bakteri. Maka dari itu, sebaiknya hindari makan makanan manis berlebihan dan perbanyak minum air putih setelah makan.

6. Berhenti merokok

Bahan kimia yang ada di dalam rokok bisa membuat gigi Anda dipenuhi karang. Jadi, lebih baik Anda berhenti atau menghindari kebiasaan merokok sekarang juga.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah karang gigi?

Anda dapat mencegah terbentuknya masalah mulut ini dengan beberapa hal yang mudah dilakukan di rumah.

Advertisement

1. Rajin sikat gigi

Sikat gigi Anda sebanyak dua kali sehari selama dua menit. Dua menit adalah waktu yang ideal untuk merontokkan plak, kotoran, dan sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Gunakan sikat yang lembut dan cukup kecil agar bisa masuk ke sela-sela gigi. Pastikan semua bagian gigi Anda terjangkau saat menyikat gigi. Maka dari itu, cari tahu terlebih dahulu bagaimana menggosok gigi dengan tepat.

Selain itu, jangan langsung sikat gigi setelah makan. Pasalnya, makanan yang bercampur air liur menyebabkan kondisi gigi dan mulut menjadi asam.

Hal ini dapat mengakibatkan lapisan pelindung (email) gigi mudah terkikis.

Advertisement

2. Pilih pasta gigi yang tepat

Ada banyak sekali produk pasta gigi di pasaran. Namun, memilih pasta gigi tak boleh asal.

Pastikan pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride. Kandungan fluoride dalam pasta gigi akan membantu melindungi gigi dari kerusakan dan mencegah pengeroposan.

3. Pakai benang gigi (dental floss)

Sikat gigi terkadang sulit menjangkau bagian-bagian gigi, sehingga makanan masih bisa menyelip di gigi Anda. Oleh karena itu, membersihkan gigi pakai benang jadi hal wajib.

Benang gigi dapat membersihkan sela-sela atau bagian gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Ketika menggesekkan benang di antara celah gigi, lakukan dengan hati-hati.

Advertisement

Gesekan yang terlalu keras dapat melukai gusi dan menyebabkan gusi berdarah.

4. Berkumur pakai obat kumur

Obat kumur juga jadi perawatan yang perlu dilakukan untuk mencegah karang gigi.

Pastikan Anda menggunakan obat kumur mengandung antiseptik, untuk membantu mematikan kuman yang ada di dalam mulut.

5. Jaga pola makan

Pola makan dan pemilihan makanan Anda selama ini bisa juga menjadi penyebab munculnya karang gigi.

Advertisement

Semakin banyak Anda makan makanan manis, maka semakin banyak bakteri atau kuman lainnya yang bersarang di dalam mulut.

Sebab, gula merupakan makanan yang paling disukai oleh bakteri. Maka itu, sebaiknya Anda menghindari makan makanan manis dan perbanyak minum air putih setelah makan.

6. Berhenti merokok

Bahan kimia yang ada di dalam rokok bisa membuat gigi Anda dipenuhi karang. Jadi, lebih baik Anda berhenti atau menghindari kebiasaan merokok sekarang juga.

Source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport5 jam ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Sport6 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport21 jam ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport1 hari ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport1 hari ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport1 hari ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan3 hari ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan3 hari ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek3 hari ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang3 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport3 hari ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan4 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan4 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan4 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan4 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Pemerintahan3 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Nasional6 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional6 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional5 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan3 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan3 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Nasional5 hari ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Populer