Connect with us

Opini

Kaum Moralis dan Pilkada Tangsel

Oleh:  Rudi Gani (Aktivis Tangsel Institute)

Fenomena politik yang bersandarkan pada  moralitas menarik untuk disimak. Pasalnya, isu politik yang berangkat dari moralitas umumnya menjadi bahan “jualan” paling laku dan ampuh guna membius masyarakat. Tak peduli apa prestasi seorang pemimpinnya. Apabila ia (pemimpin) itu sudah cacat secara moral, maka tak ada maaf baginya. Meskipun dalam praktiknya orang yang berteriak itu belum tentu juga “putih dan bersih” sebagaimana yang ia tuduhkan kepada pihak tersebut.

Di beberapa daerah isu moral dijadikan sebuah kampanye yang paling mengemuka akhir-akhir ini. Tak terkecuali di Kota Tangsel. Kota yang baru berumur 7 tahun sudah dihadapkan pada perang wacana antar masing-masing kandidat. Termasuk politik moral yang diusung oleh ketiga calon kandidat Pilwalkot.

Airin salah satu peserta yang saat ini maju kembali merupakan contoh teraktual dimana dirinya menjadi korban kaum moralis atas kasus yang menimpa keluarga besar sang suami.  Di beberapa media, baik lokal dan media nasional, wajah Airin tak lepas dari cengkraman moralitas yang diusung rival politiknya. Targetnya tentu saja bahwa di mata publik, Airin dibingkai sebagai kandidat tuna moral dan tak layak dipilih kembali.

Advertisement

Dilihat dari kajian hukum yang kini sedang diproses oleh KPK, Airin masih berstatus sebagai saksi. Status itu tentu saja bukan sembarang status. Aparat penegak hukum yang dalam hal ini KPK telah mempertimbangkan secara mendalam dan matang soal status Airin.  Maka, status itu mestinya dihormati oleh siapapun. Bukan sebaliknya Airin diopinikan sebagai tersangka melalui berbagai cara.

Sayangnya, semua upaya dan usaha itu kandas begitu saja. Sehingga kebenaran kini keluar sebagai juara. Tentu saja hal ini membuat kecewa rival politiknya. Sebab kenyataannya fakta dilapangan tidak seperti yang diharapkan kaum moralis tersebut.

Hukum tak mesti tunduk oleh opini publik.  Sebab sangat penting membedakan antara opini di media dengan fakta hukum atas peristiwa yang terjadi pada Airin. Airin sebagai seorang penyandang gelar S-2 di bidang hukum tentu sangat paham betul atas peristiwa hukum yang terjadi padanya. Bahwa seseorang dinyatakan tersangka apabila terdapat bukti permulaan yang diduga dilakukan (Pasal 1, KUHAP). Maka, untuk membuat status seseorang dari saksi menjadi tersangka tentu bukan seenak jidat kaum moralis itu. Sebab, hukum memiliki logika dan asas sendiri. Jika salah berlogika maka penegak hukum itu juga bisa terseret masalah.

Karena itu, semua opini media yang disuarakan kaum moralis yang “dipaksakan” menjadi fakta hukum kepada Airin tentu saja gugur dengan sendirinya. Sebab, di negara ini aparat penegak hukumlah yang memiliki kewenangan menetapkan status seseorang siapapun itu.

Advertisement

Adu Kuat Dukungan Politik Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2015 (Ilustrasi @turuntanganTGRY)

Kaum Moralis, Tobatlah

Membersihkan lantai yang kotor harus  dengan sapu yang bersih. Bukan sebaliknya, membersihkan lantai dengan sapu yang sudah kotor. Analogi itu tentu saja tepat untuk kita sandingkan dalam konteks Pilwalkot Tangsel tahun ini. Tangsel tidak akan bersih apabila “orang-orang” yang mengaku bersih dan putih sudah “korup” sejak dalam pikirannya. Korup disini berarti menggunakan berbagai cara untuk memenangkan kompetisi melalui langkah yang merugikan alias curang.

Politik moral yang tadinya menjadi keutamaan bagi mereka nyatanya hanya jargon dan obat tidur yang melelapkan calon pemilihnya.

Karena komitmen moral yang diusung oleh mereka hanyalah “lip service” untuk membedakan dirinya dengan rival yang bermasalah secara hukum (simpatik belaka).

Advertisement

Bukankah ini munafik??? Lalu pertanyaannya, apakah pemimpin seperti ini pantas menyuarakan moralitas kepada masyarakat Tangsel?? atau warga Tangsel dinilai oleh pasangan ini begitu “bodoh” sehingga bisa “dikibuli” oleh calon Walikota semacam ini?

Politik moral adalah menyatunya omongan dengan perbuatan. Politik moral adalah menyatunya hati dan otak yang bersih dan tulus. Politik moral adalah kesalehan individual dan sosial. Politik moral adalah “bersih” dari trackrecord selama dirinya beraktivitas dimanapun tanpa “cacat moral” sedikitpun.

Karenanya manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Dalam konteks politik moral yang kemudian melahirkan isu-isu moralitas terhadap kandidat tertentu, maka nilai itu menjadi tidak relevan sebab tak ada yang sempurna di dunia ini.  Moralitas adalah soal pribadi antara diri manusia dengan Tuhannya. Ketika ruang politik dibaluri dengan moralitas, maka politik menjadi dosa dan pahala.

Implikasinya, ukuran benar dan salah itu menjadi bias karena politik identik dengan aturan dan sistem sedangkan moral identik dengan nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Nilai ini ada yang bersumber dari agama, tata kesusilaan, sopan santun serta adat. Bagaimanakah kita mengukurnya??

Advertisement

Maka dari itu, politik kaum moralis identik dengan idealisme yang terlalu tinggi. Sebab dalam realitas kekiniaan, khususnya realitas politik Tangsel, sosok  ideal yang diimpikan oleh kaum moralis nampaknya masih jauh panggang dari api alias butuh waktu panjang untuk menciptakannya. Bukan berarti pemimpin ideal itu tidak ada, malah sebaliknya.

Pemimpin ideal adalah kenyataan sebagaimana janji Tuhan dalam setiap ajaran agama. Meninggalkan pandangan kaum moralis di Tangsel bukan berarti kafir atau durhaka.
Justru dengan meninggalkan kaum moralis yang umumnya berada di rumah-rumah ibadah atau karena ketokohannya di masyarakat (tokoh masyarakat) merupakan salah satu “hijrah politik” dari sesuatu yang sifatnya “nir” menjadi nyata dan pasti.

Karena itu mari jadikan pemikiran rasional sebagai panglima untuk memilih Walikota Tangsel 9 Desember nanti. Dan kepada kaum (sok) moralis, tobatlah. Semoga.

Advertisement
Nasional9 jam ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport10 jam ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport11 jam ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport15 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport1 hari ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 hari ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 hari ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 hari ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Alternatif Google AdSense yang Layak Dicoba untuk Publisher
Techno2 hari ago

Alternatif Google AdSense yang Layak Dicoba Publisher

Obituari4 hari ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Bisnis4 hari ago

ParagonCorp dan BRIN Eksplorasi Mikroalga Lokal

Hukum4 hari ago

Patroli 3 Pilar Polsek Curug Intensifkan Cipta Kondisi, Jaga Wilayah Tetap Kondusif

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional5 hari ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional5 hari ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional3 minggu ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 minggu ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 minggu ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Nasional3 minggu ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Nasional3 minggu ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sport2 minggu ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Sport2 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Nasional3 minggu ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Banten3 minggu ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Pemerintahan3 minggu ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport2 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Hukum3 minggu ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Pemerintahan3 minggu ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Kabupaten Tangerang2 minggu ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Populer