Banten
Keadaan Nabila yang Disetrika Nenek & Ibu Tirinya Mulai Membaik
Kasus penganiayaan oleh seorang nenek kepada cucunya sendiri terjadi diwilayah hukum Tangerang Selatan. Nenek berinisial M (47) yang bertempat tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan tega menganiaya cucunya sendiri, NB (8). Saat ini sang nenek masih mendekam di tahanan kepolisian dan sang cucu dalam pengawasan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA)
Akibat kekerasan yang dialaminya, NB mengalami trauma psikis. Saat ini nenek tersebut telah diserahkan ke polisi karena diduga menganiaya bocah perempuan, NB, yang berusia 10 tahun.
“Si bocah tinggal bersama nenek tirinya, sementara kedua orang tuanya sudah bercerai,” kata Kepala Kepolisian Sektor Ciputat Komisaris Alif.
Sementara itu, Humas Satgas Perlindungan Anak Erlinda Iswanto mengatakan bahwa saat ini, korban NB diasuh dalam perlindungan Komnas Perlindungan Anak (PA).
“Korban trauma, kalau lihat gambar neneknya pasti nangis dan menjerit,” ujar Erlinda Iswanto, Senin (22/10/2012).
Namun saat ini, Erlinda mengatakan korban berangsur-angsur sudah kembali normal. Bahkan korban sudah mau berbicara kembali. Erlinda menegaskan pihaknya akan tetap melakukan pendampingan terhadap NB.
“Pendampingan tetap akan dilakukan, pendampingan nggak hanya terapi psikis, tetapi akan terus ke depannya,” pungkas Kak Eline.
Kasus ini berawal ketika puluhan ibu rumah tangga di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, mengetahui adanya kekerasan yang dialami oleh seorang bocah di kawasan itu. Kekerasan ini diduga dilakukan oleh nenek tiri anak itu.
Pasal yang dikenakan terhadap M adalah Pasal 80 Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. Dan atau dikenakan Pasal 44 Nomor 23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.
Masyarakat sekitar kemudian berinisiatif melaporkan dugaan penganiayaan itu kepada Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak. Seto berkunjung ke rumah bocah itu di Jalan Masjid Darul Sa”ada, RT 02 RW 10, Cirendue, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. “Kekerasan terhadap anak harus dihentikan,” kata Seto.
Untuk menghentikan kekerasan itu, penduduk setempat akhirnya memutuskan menyerahkan M kepada polisi untuk ditindak secara hukumpada Rabu (17/10). (Bantenesia/kabartangsel.com)
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku






















