Connect with us

Lifestyle

Kenapa Pengobatan Kanker Prostat Dengan Hormon Tak Selalu Berhasil?

Terapi hormon adalah salah satu jenis pengobatan kanker prostat. Namun, penelitian menemukan bukti bahwa dalam beberapa kasus, terapi yang satu ini ternyata tidak selalu membuahkan hasil yang positif. Bahkan, ada bukti yang menyatakan bahwa pasien yang diberikan terapi hormon justru mengalami pertumbuhan sel kanker yang lebih cepat dan malah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Mengapa bisa begitu?

Terapi hormon bukan satu-satunya pengobatan kanker prostat

Terapi hormon atau yang disebut juga dengan terapi deprivasi androgen adalah jenis pengobatan kanker prostat yang bertujuan untuk mengurangi kadar androgen (hormon laki-laki) di dalam tubuh. Pasalnya, androgen merangsang sel kanker prostat untuk tumbuh dan berkembang. Androgen utama di dalam tubuh yaitu testosteron dan dihidrotestosteron (DHT).

Dengan menurunkan kadar androgen melalui terapi hormon, kemungkinan besar kanker prostat yang dimiliki menyusut atau tumbuh lebih lambat untuk sementara waktu. Namun biasanya, terapi ini bukanlah perawatan satu-satunya melainkan perlu dibarengi dengan pengobatan lainnya untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Advertisement

Kenapa terapi hormon untuk kanker prostat tidak selalu berhasil?

hormon testosteron penyebab kanker prostat

Terapi hormon adalah salah satu pengobatan kanker prostat yang cukup diandalkan sampai saat ini. Sayangnya, penelitian membuktikan bahwa terapi hormon untuk kanker prostat tidak selalu berhasil. Bahkan, para ahli menyatakan terapi hormon bisa membuat tumor menjadi kebal, agresif, dan menyebar lebih cepat ke bagian tubuh yang lain.

Para ahli di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, menyatakan pada sebagian pasien, sel kanker bisa menjadi kebal terhadap terapi hormon yang menargetkan androgen. Bukannya hilang, sel kanker justru menjadi resisten dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian, pada beberapa kasus terapi hormon ini bisa menyebabkan sel adenokarsinoma (kanker prostat tahap awal) berubah menjadi sel kanker tipe neuroendokrin. Sel kanker tipe neuroendokrin yaitu sel kanker prostat jenis langka yang biasanya muncul kurang dari satu persen kasus.

Neil Bhowmick, PhD., wakil ketua Cancer Biology Program di Cedars-Sinai menyatakan bahwa perubahan sel kanker inilah yang pada akhirnya menjadi permasalahan utama. Pasalnya, sel kanker yang berubah menjadi neuroendokrin menjadi sangat agresif, lebih mudah menyebar, dan lebih tahan terhadap pengobatan termasuk terapi hormon yang menargetkan androgen dan juga kemoterapi.

Advertisement

Berdasarkan hasil penelitian, Bhowmick menyatakan sekitar seperempat pasien pengguna terapi hormon ini justru mengalami kekambuhan setelah dinyatakan sembuh. Artinya, sel kanker prostat muncul kembali dan justru mengalami perubahan sel kanker dari yang tidak terlalu berbahaya menjadi langka dan cukup berbahaya.

Kadar glutamin meningkat saat sel kanker mulai resisten

komponen darah tes darah

Para ahli juga mengamati bahwa adanya perubahan sel kanker dari adenokarsinoma menjadi neuroendokrin disertai dengan peningkatan glutamin. Glutamin yaitu asam amino yang dikenal untuk mempercepat pertumbuhan kanker.

Glutamin adalah senyawa yang diproduksi di dalam sel stroma yang kemudian diubah secara genetik dan menjadi “sumber energi” untuk sel kanker terus berkembang. Penelitian juga membuktikan glutamin ini menjadi salah satu senyawa yang mengubah sel adenokarsinoma menjadi sel neuroendokrin.

Sehingga dari bukti yang ditemukan, para peneliti juga menyimpulkan bahwa pria yang memiliki kanker prostat dan sel kankernya telah resisten terhadap pengobatan memiliki kadar glutamin yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sel kankernya masih merespon pengobatan.

Advertisement

Oleh karena itu, penelitian ini juga menjadi dasar bagi para ahli untuk mengembangkan metode tes darah sederhana pada pasien kanker prostat. Gunanya untuk mengukur kadar glutamin di dalam darah. Tes kadar glutamin ini nantinya diharapkan dapat melihat kapan terapi hormon yang menargetkan androgen ini gagal dan memprediksi kapan resistensi terapi hormon akan terjadi.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport1 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional4 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Populer