Connect with us

Opini

Ketegaran Sang Ksatria Iman [Mimbar Jum’at, Ust. @verimuhlis]

Oleh: H.Veri Muhlis Arifuzzaman, S.Ag., M.Si

(Ketua Perhimpunan Menata Tangsel dan Alumni Pondok Pesantren Daar el-Qalam)

Dapatkah kita bayangkan bagaimana perasaan Ibrahim tatkala mendapat titah Tuhan untuk menyembelih anaknya? Anak satu-satunya yang ia damba belasan tahun, bersimpuh siang dan malam penuh harap? Dan, ketika kabar gembira itu datang, lalu tumbuh sebagai anak santun dan penyabar, tiba-tiba ia harus menghunusnya dengan pedang. Sanggupkah kita rasakan kegetirannya?

Saat menerima perintah itu, Ibrahim belum tahu skenario Tuhan. Di benaknya hanya ada satu hal: ia harus patuh padaTuhan dan itu berarti anaknya (Ismail) akan mati di tangan sendiri. Betapa bergejolak jiwa Ibrahim. Begitu dahsyatnya sehingga tak akan sanggup dijalani orang biasa seperti kita. Ya, orang biasa dengan kadar keimanan yang masih dangkal.

Advertisement

Ibrahim adalah “ksatria iman”, begitu pandangan Kierkegaard sebagaimana digambarkan Goenawan Muhammad (Caping 26 Oktober 2012). Ia bersedia laksanakan titah itu betapa pun besar taruhan dan pengorbanannya. Ia benar-benar menaruh kepercayaan pada Tuhan (îmȃn) serta bersikap rela atas kehendak dan keputusan-Nya (rȃdliyatan mardliyyah).

Namun benarkah ksatria iman bisa melenggang tanpa beban saat mendengar jawaban anaknya yang lirih dan santun? Ismail berkata: “…Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” (QS. al-Shaffat: 102). Bagaimana perasaan Ibrahim ketika mendengar jawaban itu? Masih tegakah ia?

Ibrahim tetap Ibrahim, ia bukan yang lain. Bisa jadi, ia getir tapi tak gentar, gementar tapi tetap tegar. Demikian pula Ismail, sabar menerima dan menjalani perintah Tuhan meski sebenarnya, menurut pertimbangan akal sehat, sulit diterima. Adakah seorang anak yang rela disembelih orang tuanya saat sudah tahu rasa sakit, mulai mengerti manis dan pahit dunia, memahami kodrat dirinya sebagai mahluk hidup? Sungguh Ismail anak yang amat sabar (ghulȃmun halîm).

Setelah keduanya berdamai dengan hati masing-masing, Ibrahim kemudian membaringkan Ismail di satu tempat yang kokoh. Masih belum terbayang oleh kita perasaan Ibrahim ketika menatap wajah anaknya sembari melihat pedang di tangannya. Pergulatan sunyi penuh sayatan kasih sayang (telah) akan dilaksanakan tanpa seorang pun yang melihat, kecuali Tuhan.

Advertisement

Saat itulah Tuhan kemudian memanggil: “…Wahai Ibrahim! Sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (al-muhsnîn). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar,” (QS. al-Shaffat: 104-107).

Rupanya Ibrahim dan Ismail sedang diuji. Tuhan ingin melihat kesabaran dan kesunggguhan iman keduanya. Setelah hal itu nyata, maka Tuhan segera melarang Ibrahim untuk menyembelih atau membunuh. Tuhan mengganti Ismail dengan sembelihan (kambing) sebagai qurban (pengorbanan harta yang dipersembahkan untuk mendekatkan diri pada Allah). Peristiwa inilah yang diabadikan umat Islam dengan hari raya ʻîdul-adhȃ atau ʻîdl al-Qurbȃn.

Hingga kini Ibrahim tetap dikenang. Bahkan tiap salat umat Islam mengucapkan shalawat, minimal sembilan kali dalam salat lima waktu. Tuhan pun memberikan kesejahteraan pada Ibrahim karena lolos melewati ujian. Tuhan menegaskan, ”Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia (Ibrahim) termasuk hamba-hamba Kami yang beriman,” (QS. al-Shaffat: 110-111).

Banyak hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa tersebut. Salah satunya ialah keteguhan, kesabaran, dan ketegaran Ibrahim dalam menghadapi ujian. Meski ujian itu luar biasa berat, tapi ia sama sekali tak berpaling. Ia senantiasa yakin, Tuhan menghendaki yang terbaik buat dirinya. Tak ada kehendak yang lebih baik daripada kehendak Tuhan. Dan, berkat prinsip itulah Ibrahim memperoleh balasan kebaikan (halȃwah al-îmȃn).

Advertisement

Artinya, untuk memperoleh kebahagiaan tak mungkin dijalani dengan senang-senang tanpa pengorbanan. Selalu ada rintangan yang membentang yang menuntut kita untuk tekun, sabar, tegar dan tak mudah menyerah. Kita harus hadapi rintangan itu hingga titik nol kemampuan. Lagi pula Tuhan tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya.

Jika kita sudah yakin apa yang kita lakukan adalah benar dan merupakan jalan yang terbaik buat kita, maka jalani dengan sungguh-sungguh. Tak usah mengeluh apalagi berburuk sangka. Tuhan pasti menebus keringat kita dengan kebaikan. Sebab pada hakikatnya, Tuhan hanya ingin melihat kesungguhan dan kesabaran kita dalam berusaha, sebagai wujud pengabdian pada-Nya. Semoga kita termasuk golongan muhsinin, pengikut keteladanan Ibrahim.

Sport1 menit ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport9 menit ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport44 menit ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport52 menit ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 jam ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Alternatif Google AdSense yang Layak Dicoba untuk Publisher
Techno18 jam ago

Alternatif Google AdSense yang Layak Dicoba Publisher

Obituari2 hari ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Bisnis3 hari ago

ParagonCorp dan BRIN Eksplorasi Mikroalga Lokal

Hukum3 hari ago

Patroli 3 Pilar Polsek Curug Intensifkan Cipta Kondisi, Jaga Wilayah Tetap Kondusif

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional4 hari ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional4 hari ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional4 hari ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik5 hari ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Tangerang Selatan5 hari ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional6 hari ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Banten6 hari ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional3 minggu ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 minggu ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 minggu ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional3 minggu ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Sport2 minggu ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport2 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Nasional3 minggu ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sport3 minggu ago

Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0: Macan Kemayoran Tampil Menggila

Banten3 minggu ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional3 minggu ago

KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Hukum3 minggu ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Pemerintahan2 minggu ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport2 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Kabupaten Tangerang2 minggu ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Populer