UPH Conservatory of Music (CoM) kembali menggelar Faculty Recital Series di semester baru berupa recital piano bertajuk “The Last Three Piano Sonatas of Beethoven” pada Selasa (19/2) di D 501 UPH Kampus Lippo Karawaci. Tiga karya Sonata terakhir komponis besar Ludwig van Beethoven dimainkan oleh 3 dosen piano UPH Conservatory of Music, yaitu Amelia Santoso, Dr. Mario Santoso, dan Dr. Johannes Nugroho.
Dibalik konser recital ini, dosen CoM UPH memiliki harapan agar setiap lapisan masyarakat Indonesia dapat menikmati musik, terutama music klasik.
“Masih belum semua di Indonesia yang berpenduduk padat bisa merasakan adanya konser klasik, jadi ini adalah cita-cita personal fakultas kita untuk menciptakan atmosfer ini. CoM UPH sangat berharap seluruh lapisan masyarakat Indonesia berkesempatan untuk bisa mendengarkan semua nomor Sonata karya Beethoven yang totalnya 32 nomor. Rencananya kami ingin menggelar konser semacam ini di Jakarta dan Salatiga” papar Dr. Mario Santoso.
Saat ditanya tentang makna yang didapat dari memainkan karya-karya Beethoven ini, Dr. Mario mengatakan bahwa tiga karya sonata terakhir ini ditulis saat Beethoven sudah tidak bisa mendengar apa pun.
“Pada suatu titik saya berpikir bahwa kita yang “tuli”, bukan dia yang tuli, jadi sekarang kita harus bisa mendengar apa yang Beethoven dengar saat dia tuli. Karena itu untuk memainkan sonata ini memang dibutuhkan skill yang lebih dan pemahaman filosofis yang tinggi. Kita harus bisa memainkan karya ini di dalam dunia yang “tuli” karena kita memilik pendengaran normal,” ungkapnya.
Dr. Mario mengungkapkan bahwa apresiasi terhadap musik klasik seperti karya-karya Beethoven di Indonesia masih rendah sekali, sehingga ia berharap orang-orang lebih banyak belajar musik dengan banyak mendengarkan lewat konser-konser klasik seperti ini.
“Saya juga berharap bagi mahasiswa semakin sadar. Dengan melihat kami para dosen melakukan ini, maka mereka tahu bahwa kami bukan dewa; dosen juga melakukan kesalahan yang sama seperti mereka. Lebih dari ini kami ingin menunjukkan kalau musik itu tentang kemanusiaan. Mengapa kita bermusik? Musik pada dasarnya cuma punya 2 alasan, yaitu membagikan keindahan ciptaan Tuhan dan juga demi kemanusiaan. When words are done, only music can do that, bahkan orang tuli pun dengan musik bisa connect. Itulah keindahannya. Orang yang tidak bisa menghargai keindahan itu berarti tidak mengerti arti hidup,” jelas Dr. Mario tegas.
Adanya konser seperti ini disambut positif oleh mahasiswa yang hadir dan menonton konser tersebut.
“Karya-karya seperti ini jarang ditampilkan sehingga konser seperti ini penting untuk diadakan. Dengan melihat langsung, orang bisa belajar banyak hal seperti interpretasi dan menambah pengalaman karena kita sebagai musisi harus belajar dari mereka yang lebih berpengalaman,” kata Janice, salah seorang mahasiswa CoM UPH yang hadir.
CoM UPH selalu berkomitmen untuk mengenalkan karya-karya terbaik di bidang music. Selain konser ini. Sebelumnya sebagai penutupan semester lalu, CoM UPH telah mengadakan konser yang mengapresiasi karya Claude Debussy dengan tajuk “Debussy 100th” pada November 2018.
Tidak hanya itu beragam konser lainnya juga telah sukses dihadirkan di 2018 lalu pada rangkaian acara ‘Musical Feast IV’ dengan menghadirkan pianis ternama Iswargia R. Sudarno memainkan tiga Sonata terakhir karangan Franz Schubert.
Di 2019 ini, kembali CoM UPH ingin memberikan pengalaman bermusik berstandar internasional dengan menghadirkan masterclass flute yang akan dibawakan oleh Federico Dalprà pada tanggal 5 Maret 2019. Federico Dalprà juga berkesempatan tampil dalam konser memainkan lagu-lagu soundtrack film bersama UPH Symphonic Band dengan tajuk “UPH Symphonic Band Plays Movie Soundtracks” pada tanggal 6 Maret mendatang. (*/fid)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf













