Connect with us

Lifestyle

Langkah-langkah Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Salah satu jenis penyakit jantung yang mematikan adalah penyakit jantung koroner (PJK). Selain dapat membahayakan nyawa, penyakit jantung yang satu ini juga termasuk salah satu penyebab utama serangan jantung. Maka dari itu, daripada harus mengobati dan mengatasi serangan jantung, lebih baik menerapkan cara mencegah penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan jantung koroner. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk pencegahan penyakit jantung koroner? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara mencegah penyakit jantung koroner

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Anda bisa menerapkannya agar hidup lebih sehat dan terhindar dari penyakit jantung yang satu ini. Apa saja yang bisa Anda lakukan?

1. Menerapkan pola makan sehat

Salah satu upaya pencegahan terhadap penyakit jantung koroner adalah menerapkan pola makan yang sehat. Oleh karena itu, Anda bisa mulai lebih memerhatikan apa saja makanan yang Anda konsumsi demi menjaga kesehatan jantung.

Advertisement

Makanan yang sehat untuk jantung termasuk makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Bahkan, kalau bisa, Anda disarankan untuk mengonsumsinya sebanyak lima porsi dalam sehari. Tidak hanya itu, gandum juga termasuk makanan yang baik untuk jantung.

Sebaliknya, ada pula makanan yang dilarang untuk penyakit jantung, khususnya jika Anda ingin mencegahnya.  Sebagai contoh, makanan yang kaya akan kandungan garam karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Ada pula makanan dengan kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang terlalu tinggi. Keduanya termasuk makanan yang harus Anda hindari untuk pencegahan penyakit jantung koroner. Pasalnya, makanan yang tinggi kandungan lemak dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang kaya akan kandungan lemak jenuh:

Advertisement
  • Mentega.
  • Krim.
  • Kue dan biskuit.
  • Makanan yang mengandung minyak kelapa.
  • Sosis.

Meski begitu, Anda masih boleh untuk mengonsumsi lemak tak jenuh untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam darah, sehingga mengurangi penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah arteri.

Makanan yang tinggi akan kadar lemak tak jenuh adalah:

  • Minyak ikan.
  • Alpukat.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Minyak bunga matahari, minyak olive, dan minyak sayur.

Selain harus asupan garam, asupan gula yang terlalu banyak ternyata juga kurang baik untuk kesehatan jantung. Untuk itu, jika Anda ingin melakukan pencegahan terhadap penyakit jantung koroner, langkah yang perlu Anda lakukan adalah menghindari makanan yang tinggi kandungan gulanya.

2. Hindari kebiasaan merokok

Salah satu cara mencegah penyakit jantung koroner adalah menghindari kebiasaan merokok. Ya, kebiasaan merokok memiliki dampak terhadap kesehatan jantung Anda. Bahkan, menurut John Hopkins Medicine, merokok merupakan salah satu gaya hidup yang dapat menyebabkan berbagai masalah jantung, khususnya serangan jantung.

Salah satu kandungan di dalam rokok yang dapat membahayakan kesehatan adalah nikotin. Kandungan rokok yang satu ini dapat meningkatkan tekanan darah, yaitu salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner.

Tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, merokok juga berbahaya bagi orang di sekitar. Pasalnya, saat orang lain yang tidak merokok menghirup asap rokok, mereka akan tetap menjadi perokok pasif dan tetap merasakan dampaknya.

Advertisement

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko Anda mengalami aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat menumpuknya plak pada pembuluh darah arteri.

Maka itu, salah satu pencegahan yang bisa Anda lakukan terhadap penyakit jantung koroner adalah tidak merokok. Jika Anda sudah terlanjur melakukan kebiasaan ini, Anda bisa melakukan upaya pencegahan jantung koroner dengan menghentikan kebiaasan ini.

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah, tapi selama didampingi dengan tekad yang kuat, lama-kelamaan Anda akan terbiasa dan bisa benar-benar berhenti dari kebiasaan yang tak baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

3. Rutin berolahraga

Jangan menunggu gejala penyakit jantung koroner muncul terlebih dahulu untuk mulai rutin berolahraga. Usahakan, mulailah rutin aktif berolahraga mulai saat ini. Selain baik untuk kesehatan jantung, rajin melakukan aktivitas fisik juga baik untuk menjaga berat badan.

Advertisement

Sementara itu, memiliki berat badan ideal juga dapat membantu Anda mengurangi risiko mengalami tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner. Dengan kata lain, rutin berolahraga merupakan salah satu cara yang tepat sebagai pencegahan terhadap penyakit jantung koroner.

Di samping menurunkan tekanan darah tinggi, rutin berolahraga juga dapat membantu jantung dan sistem aliran darah di dalam tubuh menjadi bekerja dengan lebih efisien. Tidak hanya itu, olahraga juga dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.

Namun, perhatikan jenis olahraga yang Anda lakukan. Pastikan bahwa Anda melakukan olahraga yang baik untuk jantung. Selain pilihan jenis olahraga, untuk memaksimalkan pencegahan terhadap penyakit jantung koroner ini, Anda bisa melakukan olahraga dengan durasi atau lama waktu yang tepat.

Sebagai contoh, Anda disarankan berolahraga sebanyak 150 menit atau dua setengah jam setiap minggunya jika Anda melakukan olahraga yang ringan. Namun, jika Anda melakukan olahraga yang cukup berat, waktu yang dibutuhkan mungkin hanya 75 menit dalam seminggu.

Advertisement

Anda bisa membaginya ke dalam lima hari dalam satu minggu. Jadi, Anda hanya perlu melakukan aktivitas fisik atau olahraga sebanyak 30 menit dalam sehari. Akan tetapi, sebelum itu, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi ke dokter mengenai pilihan cara dalam mencegah penyakit jantung koroner ini. Pastikan pilihan olahraga sudah sesuai dengan kemampuan fisik yang Anda miliki.

4. Menjaga berat badan ideal

Dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit jantung koroner, Anda juga perlu menjaga berat badan. Seperti yang telah disampaikan, menjaga berat badan dapat membantu Anda mengontrol berbagai faktor risiko dari penyakit jantung koroner.

Sebagai contoh, menjaga berat badan tetap ideal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, menurunkan tekanan darah, serta menurunkan kadar gula darah. Apalagi, berat badan berlebih atau obesitas termasuk faktor risiko untuk penyakit jantung.

Jika Anda ternyata mengalami obesitas atau berat badan berlebih, cobalah untuk setidaknya menurunkan berat badan sebanyak 5-10% dari total berat badan Anda saat ini. Dengan begitu, risiko Anda mengalami penyakit jantung koroner pun ikut menurun.

Advertisement

Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah tergolong ideal, Anda bisa menghitung indeks massa tubuh menggunakan kalkulator BMI dari Hello Sehat.

5. Menjaga tekanan darah tetap normal

Anda bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit jantung koroner dengan menjaga tekanan darah Anda agar tidak meningkat. Hal ini dikarenakan tekanan darah tinggi termasuk faktor risiko dari penyakit jantung koroner.

Cara mencegah penyakit jantung koroner bisa dilakukan dengan terus menekan tekanan darah agar tetap pada angka normal. Hal ini bisa Anda lakukan dengan mengadopsi pola makan sehat. Sebagai contoh, mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan meningkatkan kebiasaan berolahraga.

Bahkan, jika perlu, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tekanan darah Anda berada pada batas normal jika berada di bawah 140/90 mmHg. Jika tekanan darah Anda berada pada angka tersebut, Anda dianggap memiliki tekanan darah tinggi.

Advertisement

Maka itu, untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit jantung koroner, periksakan tekanan darah secara rutin ke dokter.

6. Mengendalikan kadar gula darah normal

Selain menjaga tekanan darah, pencegahan terhadap penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan menjaga kadar gula di dalam darah. Risiko Anda mengalami penyakit jantung koroner akan jauh lebih tinggi apabila Anda juga memiliki diabetes.

Maka itu, cara ampuh mencegah terjadinya jantung koroner adalah mengontrol kadar gula darah. Anda bisa melakukannya dengan aktif bergerak dan berolahraga, menurunkan berat badan, dan menurunkan tekanan darah. Ya, menjaga tekanan darah agar tetap normal berpengaruh terhadap kadar gula di dalam darah.

Seperti yang telah disebutkan, tekanan darah Anda dianggap normal jika berada di bawah 140/90 mmHg. Namun, jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah Anda sebaiknya berada di bawah angka 130/80 mmHg.

Advertisement

7. Mengurangi konsumsi alkohol

Selain menghentikan kebiasaan merokok, Anda juga perlu mengurangi konsumsi alkohol. Akan jauh lebih baik lagi jika Anda menghentikan penggunaannya. Masalahnya, mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko Anda mengalami berbagai penyakit jantung, termasuk serangan jantung.

8. Mengonsumsi obat-obat yang diresepkan oleh dokter

Pencegahan lain terhadap penyakit jantung koroner juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi berbagai obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Apabila dokter mendiagnosis Anda memiliki penyakit jantung, minumlah obat yang diresepkan untuk meredakan gejala yang Anda rasakan. Selain itu, obat ini juga dapat mengurangi risiko perkembangan penyakit.

Sementara itu, jika Anda tidak didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner, Anda tetap harus melakukan pencegahan dengan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter untuk menurunkan berbagai risiko jantung koroner.

Sebagai contoh, obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah,  menurunkan kolesterol, dan obat-obatan lain yang dapat digunakan sebagai pencegahan jantung koroner. Namun, Anda hanya boleh mengonsumsi obat-obatan ini jika diresepkan oleh dokter.

Advertisement

Ikuti aturan pemakaian obat yang telah diberikan oleh dokter atau apoteker. Pastikan Anda telah mengikuti dosis yang sesuai. Jangan berhenti menggunakan obat tanpa sepengetahuan dokter Anda.

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum2 hari ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno3 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport4 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan5 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis5 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten6 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Populer