Lifestyle
Manfaat Temu Ireng, Jamu Cekok yang Juga Bisa Atasi Kebotakan

Temu ireng adalah tanaman herbal yang punya nama latin curcuma aeruginosis. Temu ireng dan temulawak sebetulnya masih satu spesies, dan sama-sama sering diberikan pada anak kecil yang susah makan. Tidak heran tanaman ini sering disebut sebagai jamu penambah nafsu makan alias “jamuk cekok”. Namun, apa lagi khasiat sebenarnya dari temu ireng?
Temu ireng sering digunakan sebagai jamu di Indonesia
Temu ireng merupakan salah satu jenis tanaman Zingiberaceae yang telah dikenal masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Biasanya manfaat temu ireng digunakan sebagai bahan ramuan obat alami. Contohnya untuk mengobati batuk, asma, kudis, cacing, malaria, serta sebagai obat penambah nafsu makan.
Namun sayang, belum ada penelitian valid yang bisa membuktikan bahwa manfaat temu ireng benar-benar bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti yang telah disebutkan di atas.
Manfaat temu ireng untuk mengatasi kebotakan
Penelitian di Naresuan University, Thailand, menemukan potensi manfaat temu ireng untuk mengatasi kebotakan pada pria. Penelitian ini menguji 87 pria yang mengalami kebotakan atau androgenetic alopecia (AGA).
Para pria tersebut secara acak secara acak menerima perbandingan obat antara monixidil (obat penumbuh rambut) serta ekstrak temu ireng dan dibandingkan dengan plasebo. Penelitian ini menguji pemakaian obat-obat tersebut selama 2 kali selama 6 bulan. Obat di oleskan ke kulit kepala seperti keramas.
Kemanjuran obat dinilai berdasarkan seberapa banyak pertumbuhan rambut di area kebotakan yang menjadi target dan penilaian subyektif pasien tentang pertumbuhan rambutnya.
Hasilnya didapat bahwa manfaat ekstrak temu ireng dan monoxidil dapat mengurangi kebotakan dan merangsang pertumbuhan rambut baru. Penggunaan temu ireng dan monoxidil juga aman dan terbukti tidak menimbulkan efek samping apa-apa pada rambut serta kulit kepala.
Perhatikan hal ini sebelum pakai herbal untuk pengobatan
Untuk mendapatkan manfaat temu ireng, biasanya tanaman ini hanya digunakan sedikit saja sebab rasanya sangat pahit. Bila ingin dikonsumsi, sebaiknya dicampur dengan bahan-bahan lain yang bisa menetralisir rasa pahit dari temu ireng.
Selain itu, manfaat temu ireng belum banyak terbukti secara medis untuk pemakaian obat dalam. Ada baiknya sebelum menggunakan tanaman herbal apa pun, konsultasikan lebih dulu ke dokter. Obat herbal tidak bisa menggantikan pengobatan medis di dokter.
Tanaman obat hanya sebatas berfungsi sebagai terapi penunjang (promotif) dan pencegahan (preventif), bukan untuk menyembuhkan penyakit. Jika ingin menggunakan obat herbal jenis apapun, baiknya konsultasikan ke dokter. Nantinya dokter bisa mempertimbangkan dosis herbal serta cara pakai yang aman sesuai dengan kondisi Anda
Kabartangsel.com
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan4 minggu agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri





























