Connect with us

Lifestyle

Menabung Sejak Usia Anak, Apa Bisa? Simak 7 Cara Melatihnya Di Sini

Menabung adalah kebiasaan positif yang perlu diajarkan sejak anak-anak. Tidak perlu pakai cara yang terlalu kaku untuk membiasakan anak punya tabungan. Anda bisa ajarkan si buah hati mulai “berinvestasi” kecil-kecilan dengan cara yang menarik melalui kegiatan sehari-hari. Bagaimana caranya?

Ketahui dulu apa pentingnya menabung dari kecil

Besar kemungkinan setiap orang akan dihadapkan oleh masalah keuangan di masa depannya. Sebagai orang tua, pastinya Anda ingin anak bisa menghadapi masalah keuangannya dengan baik nanti. Dengan menanamkan kebiasaan menyimpan uang sejak dini, anak Anda akan siap untuk mengelola keuangannya sendiri karena sudah terbiasa diajarkan sejak kecil.

Menurut Parents, anak kecil sudah bisa diajarkan untuk mulai punya tabungan di usia 3 tahun karena di usia ini anak sudah tahu dan mengerti apa itu uang.

Advertisement

Cara mengajarkan anak menabung sejak kecil

Cara mengajarkan anak menabung tidak harus selalu Anda berikan uang jajan secara langsung. Meski di sekolah dasar umumnya para guru sudah menyediakan fasilitas menabung harian, tapi tetap saja tidak ada salahnya mengajarkan anak menyimpan uang sedini mungkin.

Orangtua tetap punya tanggung jawab mengajarkan anak menabung. Pasalnya, ada berbagai kemungkinan bahwa anak mendapatkan uang sendiri di momen khusus seperti hari raya Lebaran atau Natal, saat jajan bersama anggota keluarga yang lebih dewasa, dari uang saku yang Anda berikan, atau uang hadiah atas kerja keras anak Anda (misalnya seperti sudah membantu merapikan mainan).

Bagaimana caranya? Simak tipsnya berikut ini.

1.  Kenalkan dulu konsep menabung

Sebelum mengajarkan cara menabung, baiknya orangtua jelaskan dulu apa itu uang dan apa tujuan berhemat menyimpan uang. Pertama, Anda bisa jelaskan bahwa uang adalah alat tukar dan alat membayar.

Advertisement

 Jelaskan pada si kecil bahwa apabila ia ingin membeli sesuatu, ia butuh lembaran kertas bernama uang untuk ditukar dengan barang yang ia mau. Jelaskan dengan cara sederhana seperti, “Kalau Adek mau es krim, Adek harus punya uang dan tukar uangnya sama es krim, ya.”

Nah ketika anak sudah mengerti konsep uang, barulah kenalkan konsep menabung. Katakan pada si kecil bahwa untuk bisa membeli apa yang ia mau, misalnya es krim, uang tersebut harus ditabung dulu sampai cukup.

Anda bisa jelaskan bahwa menabung membantu mewujudkan apa keinginan anak. Kuncinya adalah ia harus mengumpulkan dan menyimpan  uang sedikit demi sedikit. Ketika uang sudah cukup terkumpul, barulah keinginannya bisa tercapai.

Katakan juga padanya bahwa ia bisa mendapatkan uang tabungan dari Anda, jangan meminta atau mengambil dari orang lain.

Advertisement

2. Latihan menabung sambil bermain

Anak-anak butuh praktik untuk bisa menyimpang uang. Maka itu, para orangtua bisa bermain tabung menabung bersama anak. Misalnya, Anda dan anak sedang bermain dengan peran penjual dan pembeli di pasar dengan uang palsu atau mainan. Ketika anak berperan sebagai pembeli, berikan kembalian uang pada anak.

Nah, katakan padanya kembalian uang dari membeli sesuatu itu harus ditabung. Lakukan 3 sampai 4 kali transaksi jual beli dengan kembalian yang harus anak tabung.

Setelah uang terkumpul, barulah Anda jelaskan bahwa uang tabungan dari hasil membeli bisa ia gunakan untuk keperluan yang lebih penting.

3. Pakai celengan

Anak kecil biasanya suka sesuatu yang menarik bentuknya. Anda bisa menggunakan celengan dengan bentuk lucu atau bisa dengan karakter mainan favorit kesukaannya untuk menabung uang koin. Gunakan celengan yang terbuat dari plastik tanpa harus ada bukaan kunci. Ini menghindari anak tergoda untuk mengambil tabungan sebelum uangnya terkumpul.

Advertisement

4.  Ajak ke bank untuk menabung

Pepatah lama yang mengatakan bahwa “buah tidak akan jatuh dari pohonnya” bisa Anda jadikan cara agar anak mau menyimpan uang untuk kebutuhan yang lebih berarti.

Anda bisa menularkan kegiatan menabung dengan cara mengajak anak ikut ke bank saat Anda harus setor atau pun mengambil uang.

Umumnya mulai anak usia balita sudah mulai meniru apa yang orangtuanya lakukan. Ini bisa menjadi trik tersembunyi agar anak mau menyisihkan uangnya.

5. Jangan langsung berikan semua keinginan anak

Menabung harus dilakukan karena ada sebuah tujuan. Apabila Anda tipe orangtua yang memberikan segala keinginan anak tanpa ia harus bersusah payah atau bahkan menabung, baiknya perlahan mulai dikurangi. Buat anak harus bekerja keras, berusaha, atau bahkan menunggu beberapa saat sampai keinginannya terpenuhi.

Advertisement

Contoh, apabila anak ingin membeli sebuah mainan, baiknya tidak langsung diberikan begitu saja. Anda bisa memberikan anak sebuah tugas seperti mengumpulkan uang jajan dari uang sakunya, dengan usaha membantu Anda mencuci kendaran, atau membantu ibu belanja di pasar sembari diberi upah sesudahnya.

Nah, dengan cara mengumpulkan upah karena membantu orangtua, anak bisa sembari diajarkan berusaha sambil menabung untuk menggapai keinginannya.

6. Jangan lupa ajarkan beramal!

Menabung tujuannya bukan hanya untuk memuaskan diri anak untuk beli mainan atau beli makanan kesukaan si kecil. Anda bisa mengajari anak pelajaran berharga lewat menabung, contohnya dengan beramal.

Jelaskan, bila perlu Anda contohkan, bahwa tabungan yang anak kumpulkan bisa menjadi cara ia menolong atau membantu orang yang sedang kesusahan.

Advertisement

Katakan pada anak bahwa beramal juga termasuk kegiatan yang wajib ia lakukan dan bisa dibiasakan sejak dini.

7. Janjikan hadiah

Terkadang uang tabungan anak tidak terlalu banyak, dan untuk membeli sesuatu yang ia inginkan dengan uang hasil tabungan membutuhkan waktu lama.

Untuk menghindari rasa bosan menyimpan uang dan mencegah anak putus asa, orangtua bisa memberikan hadiah bagi anak di setiap tahapan menabung.

Apabila tabungan anak sudah mencapai 25% dari total yang ia inginkan, Anda bisa memberikan anak hadiah agar ia tambah semangat mengumpulkan uang tabungan. Ini bisa dilakukan hingga tabungan anak terpenuhi.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional16 jam ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport17 jam ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport18 jam ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport1 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional3 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional4 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport5 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Populer