Connect with us

Lifestyle

Mencegah Megaklaster COVID-19 dengan Menghindari 3C

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sudah 7 bulan sejak organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi global. Sejak saat itu sudah ratusan penelitian dilakukan, tapi hingga kini masih banyak yang belum diketahui. Satu orang bisa menjadi superspreader dan menghasilkan megaklaster penularan COVID-19 sedangkan satu orang lainnya bisa jadi tidak menularkan sama sekali. 

Apa yang menyebabkan satu klaster mampu menularkan lebih banyak kasus dibanding klaster lainnya? Bagaimana risiko penularan COVID-19 melalui airborne? Berikut ulasannya. 

Megaklaster dan masalah penularan COVID-19 dari superspreader

Advertisement

megaklaster dalam peristiwa superspreading covid-19

Dalam kasus penularan COVID-19, mudah membayangkan bahwa orang dengan COVID-19 memiliki peluang yang sama untuk menularkan virus ke orang lain. Faktanya, pandemi yang melanda dunia ini memiliki pola penularan lain. Para ahli mengamati bahwa sebagian kecil kasus justru menjadi sumber sebagian besar penularan. 

Kondisi ini disebut sebagai teori pareto atau lebih dikenal dengan aturan 80/20, artinya 80 persen penyebaran yang muncul itu rata-rata berasal dari 20 persen kasus. Sementara sisanya, hanya bertanggung jawab pada sebagian kecil kasus penularan, malah bisa jadi sama sekali tidak menularkan.

Banyak studi yang memperkirakan bahwa sebagian besar orang yang positif COVID-19 mungkin tidak menulari satu orang pun. 

Sebuah laporan ilmiah melaporkan bahwa Hongkong yang ekstensif dalam pengetesan (testing) dan pelacakan kontak (tracing) menemukan 19 persen kasus bertanggung jawab atas 80 persen penularan, sementara 69 persen kasus tidak menularkan pada satu orangpun. 

Advertisement

Makanya muncul istilah superspreader yakni orang-orang yang bisa menjadi pusat penularan dalam jumlah tidak proporsional. Lebih umumnya ditafsirkan sebagai individu yang bertanggung jawab atas penularan COVID-19 ke sejumlah besar orang lain. 

Akan tetapi superspreader tidak serta merta terjadi hanya gara-gara faktor individu itu saja, sebab pada dasarnya setiap orang bisa menjadi superspreader. Waktu, kondisi, dan lokasi lah yang menjadi faktor terbesar terjadinya penularan besar COVID-19. 

Ada tiga faktor utama yang dapat menyebabkan klaster besar penularan COVID-19, yakni ruangan tertutup (closed spaces), tempat ramai (crowded), dan kontak dekat (closed-contact setting). Menghindari kondisi 3C ini menjadi salah satu kunci mencegah terjadinya peristiwa superspreding.

Kondisi ini bukanlah kesalahan individu sebagai superspreader. Oleh sebab itu para ahli lebih memilih menyebutnya peristiwa superspreading COVID-19 (peristiwa penularan besar). 

Advertisement

Peristiwa superspreading COVID-19, pertama dilaporkan terjadi di Daegu Korea Selatan. Dari satu pasien yang dijuluki pasien 31, ditemukan lebih dari 5.000 kasus yang diketahui sebagai klaster gereja. Klaster besar itu terjadi karena jamaah berkumpul dalam ruang tertutup, berdekatan, dan bernyanyi. 

Contoh peristiwa superspreading lainnya saat 52 orang terinfeksi COVID-19 terjadi di acara paduan suara di Amerika Serikat (AS). 

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Advertisement

Negara: Indonesia

Pentingnya menghindari terjadinya peristiwa superspreding

penularan di kantor megaklaster superspreader covid-19

penularan di kantor megaklaster superspreader covid-19

Hitoshi Oshitani, anggota gugus tugas COVID-19 Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan mereka melakukan strategi untuk berfokus pada klaster penularan bukan pada individu. Mereka menekankan perlunya tracing dan testing yang tepat untuk menemukan peristiwa superspreading.

Studi yang mengulas soal megaklaster atau peristiwa superspreading ini dapat  membantu memahami bagaimana virus lebih menular dalam kondisi ramai, ruangan tertutup, dan berdekatan. Seperti dalam ruang kantor, sekolah, tempat ibadah, dan transportasi umum. 

Advertisement

Selain itu, teori pencegahannya adalah dengan melarang acara publik massal di mana puluhan atau ratusan orang dapat menginfeksi diri mereka. Pencegahan lainnya tentu saja dengan tetap menerapkan kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Ruangan tertutup, ventilasi udara, dan tempat ramai

kacamata penggunaan sehari hari pandemi covid-19

kacamata penggunaan sehari hari pandemi covid-19

Ventilasi atau sirkulasi udara dalam gedung harus menjadi perhatian karena bisa menjadi faktor penyebab megaklaster penularan. 

Jose-Luiz Jimenez, profesor kualitas udara Colorado University mengatakan, AC dapat meningkatkan kemungkinan penyebaran infeksi di dalam ruangan sehingga rentan terjadi klaster penularan di perkantoran.

Banyak perkantoran yang tetap beroperasi dan mengatakan telah menjaga kebersihan kantornya dengan baik dengan menyiapkan beberapa botol hand sanitizer. Hal itu bisa sia-sia jika tidak memperhatikan sirkulasi udara dengan membuat ventilasi atau filter udara misalnya HEPA filter. 

Advertisement

“Orang semakin rentan terhadap penularan COVID-19 airborne di ruangan tertutup,” kata Edward Nardell, profesor di fakultas kedokteran Harvard. 

Nardell mengatakan, kantor yang ditempati oleh lima orang, dengan ruang tertutup tanpa jendela dan AC dinyalakan, maka kadar karbondioksida (CO2) naik tajam. Ini pertanda penghuni menghirup udara dari hembusan nafas satu sama lain di dalam ruangan tersebut. Hal itu menjadi alasan mengapa ruang tertutup dengan ventilasi yang tidak memadai rentan menimbulkan megaklaster penularan COVID-19.

Source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum21 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional21 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer