Connect with us

Lifestyle

Mengelola Diabetes Anak Ketika Mereka Bersekolah, Bagaimana Sebaiknya?

Dulu Anda mungkin akan berpikiran bahwa diabetes alias kencing manis adalah penyakit orang tua. Maklum saja, penyakit ini dulunya sering teridentifikasi pada orang dewasa. Kebanyakan dari mereka akan terkena diabetes tipe dua. Namun, tahukah Anda bahwa diabetes anak bisa terjadi sejak usia sekolah?

Diabetes memiliki dua tipe, yaitu diabetes melitus tipe satu dan diabetes tipe dua. Yang paling umum dijumpai adalah diabetes tipe dua. Diabetes Mellitus (DM) tipe dua ini biasanya muncul akibat gaya hidup yang tidak sehat. Artinya, DM tipe dua sebenarnya dapat dicegah jika kita mempertahankan pola hidup sehat dan tetap aktif secara fisik.

Diabetes Mellitus tipe 1 adalah jenis diabetes yang lebih jarang ditemukan. Diabetes jenis ini biasanya ditemukan pertama kali pada masa anak-anak, makanya diabetes ini juga disebut sebagai diabetes anak. Penyebabnya bukan karena pola makan yang salah, melainkan karena rusaknya sel beta pada pankreas yang bertugas memproduksi insulin, hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah.

Advertisement

Meskipun jenis diabetes anak yang lebih sering ditemukan pada anak-anak adalah diabetes tipe satu, sesungguhnya persentase terjadinya diabetes tipe satu pada anak-anak di Indonesia terbilang kecil. Menurut Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, ketua PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) yang ditemui dalam acara penandatanganan MOU Cities Changing Diabetes antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Novo Nordisk Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, penderita diabetes anak-anak saat ini justru bisa jadi bukan karena diabetes tipe 1.

“Sekarang ini, kegemukan pada anak-anak seringnya menyebabkan diabetes tipe dua, bukan lagi tipe satu. DM tipe satu itu sebenarnya persentasenya kecil sekali, hanya di bawah 10 persen. Jika dulu orang baru pada usia 40 tahun teridentifikasi diabetes, sekarang anak yang berusia belasan tahun pun dapat terkena diabetes,” ujar Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD.

Masih menurut Ketua PB Perkeni itu, diabetes anak aliat DM tipe satu biasanya mulai ditemukan pada anak usia lima tahun, namun ada juga yang dari lahir. Diabetes tipe satu juga diketahui dapat ditemukan pada anak usia 10 – 14 tahun. Mengingat anak-anak yang berisiko terkena diabetes tersebut berada dalam usia sekolah, hal ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi orangtua yang memiliki anak diabetes. Jajanan di kantin sekolah, jadwal yang padat, serta tak memungkinkannya orangtua mendampingi putra-putri mereka membawa tantangan tersendiri dalam mengelola diabetes anak usia sekolah.

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan ketika harus mengelola diabetes anak di sekolah?

Berikan pemahaman kepada anak Anda

Hal paling pertama dan utama yang harus orangtua lakukan untuk mewujudkan manajemen diabetes yang baik di sekolah adalah dengan memberikan pemahaman kepada sang anak. Menyiapkan segala hal yang dibutuhkannya tanpa sang anak mengetahui mengapa ia harus melakukannya akan menjadi hal yang sia-sia. Berikan pemahaman kepada anak Anda mengenai diabetes yang dideritanya. Jangan memberikan penjelasan sama persis dengan yang dokter Anda berikan kepada Anda karena hal itu akan membuatnya bingung.

Advertisement

Anda dapat menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Bekali anak Anda dengan pengetahuan tentang diabetes sebanyak-banyaknya, namun tetap ingat untuk menyesuaikannya dengan usia anak Anda. Anda dapat menjelaskannya dengan cara memberikan berbagai contoh kasus spesifik yang mungkin saja ditemui oleh anak Anda ketika berada di sekolah. Dengan begitu, anak Anda dapat mengetahui langkah-langkah apa yang harus ia lakukan ketika berhadapan dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan diabetes yang dimilikinya.

Komunikasi antara orangtua dan pihak sekolah

Sekolah memiliki berbagai macam peraturan yang harus ditaati. Namun, bukan berarti peraturan tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Sebaiknya, adakanlah pertemuan antara orangtua, sang anak, dan pihak sekolah untuk membicarakan rencana pengelolaan diabetes anak Anda yang telah direncanakan dengan matang.

Pastikan sang guru dan pihak sekolah mengetahui apa yang dibutuhkan anak Anda. Sebagai orangtua, Anda juga sebaiknya membekali guru-guru di sekolah dengan pengetahuan mengenai diabetes agar mereka memahami penanganan yang harus diberikan apabila dalam keadaan darurat. American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan agar Anda memberikan informasi lengkap, termasuk gejala hipoglikemia dan hiperglikemia.

Tetap jaga komunikasi Anda dengan pihak sekolah terutama guru anak Anda. Guru merupakan kepanjangan tangan Anda di sekolah untuk memastikan perencanaan manajemen diabetes anak yang Anda lakukan berjalan dengan baik. Sebaiknya, Anda juga memberikan informasi mengenai diabetes selengkap mungkin hingga hal terkecil, seperti gejala yang ditimbulkan (misalnya, sering buang air kecil) kepada pihak sekolah. Dengan begitu, pihak sekolah akan memahami kebiasaan apa saja yang wajar terjadi pada anak dengan diabetes.

Advertisement

Namun, yang harus diingatkan, jangan terlalu istimewa memperlakukan anak dengan diabetes. Hal itu dapat memengaruhi kondisi psikologinya. Perhatikanlah secara wajar namun tetap waspada terhadap kebutuhannya. Jangan lupa untuk memberikan nomor kontak penting yang dapat pihak sekolah hubungi jika terjadi keadaan darurat.

Memastikan kebutuhan anak Anda

Sudah menjadi naluri orangtua untuk menyediakan segala kebutuhan anaknya. Seseorang dengan diabetes tentu rentan dengan risiko hipoglikemia ataupun hiperglikemia jika tak diperhatikan dengan baik. Anak sekolah mungkin akan lebih rentan akan risiko hipoglikemia. Hal tersebut beralasan mengingat anak usia sekolah biasanya sangat aktif bermain dengan teman sebayanya, bahkan hingga lupa waktu sehingga mungkin saja ia melakukan aktivitas yang berlebihan. Pastikanlah Anda selalu membekali anak Anda dengan makanan atau minuman yang mengandung glukosa sebagai pertolongan dalam hipoglikemia, seperti tablet glukosa (atau permen) atau dua kotak jus yang memuat hingga 15 gram karbohidrat.

Menyiapkan bekal juga dapat menjadi cara yang baik untuk memastikan gizi anak Anda sesuai dengan rencana diet yang telah Anda buat. Dengan membawakannya bekal, Anda bisa mengetahui dan mengontrol asupan karbohidrat dan gula yang masuk ke dalam tubuh. Anda juga mungkin dapat menyediakan makanan ringan yang aman bagi anak dengan diabetes.

Seorang anak dengan diabetes mungkin saja membutuhkan cek gula darah atau melakukan suntik insulin ketika mereka berada di sekolah. Kini, beberapa sekolah internasional telah menyediakan perawat profesional yang berjaga di klinik sekolah. Anda dapat memberikan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan, seperti insulin atau alat cek gula darah kepada mereka untuk membantu menjalankan rencana manajemen diabetes yang telah Anda buat. Jika tidak tersedia perawat, pastikan Anda dan pihak sekolah (guru) memiliki kesepakatan bagaimana hal ini akan dilakukan.

Advertisement

Di Indonesia sendiri, kebijakan sekolah yang turut mendukung menekan angka diabetes di Indonesia memang belum dipraktikkan secara seragam. Padahal, jika hal ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah, bukan tidak mungkin angka diabetes di Indonesia dapat ditekan. Upaya ini telah dilakukan oleh sekolah-sekolah di Copenhagen, salah satu kota yang turut serta dalam program Cities Changing Diabetes. Menurut Frederik Kier, Senior Vice President Region AAMEO (Africa, Asia, Middle East & Oceania), Novo Nordisk, sekolah tersebut telah melarang beredarnya makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi di sekolah.

Source

Pemerintahan1 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport2 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi3 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport3 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport3 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten3 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport3 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten3 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum4 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis4 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan4 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten5 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum5 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum5 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum5 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport6 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis3 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis3 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer