Connect with us

Lifestyle

Mengenal Gejala PPOK dan Tahapannya • Hello Sehat

Gejala PPOK alias penyakit paru obstruktif kronis bisa sangat bervariasi bergantung pada jumlah kerusakan pada paru-paru. Gejalanya bahkan terkadang samar dengan penyakit umum lain sehingga Anda tidak menyadarinya sampai penyakit ini bertambah parah. Apa saja gejalanya?

Gejala PPOK yang umum ditemui

PPOK alias penyakit paru obstruktif kronis, menurut WHO, merupakan penyakit paru yang mengancam nyawa, yang menganggu pernapasan normal. Sekitar lebih dari 3 juta orang meninggal akibat PPOK pada tahun 2012, yang sebanding dengan 6% dari semua kematian secara global pada tahun tersebut. Lebih dari 90% kematian PPOK terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Mengetahui gejala PPOK sejak dini dapat membantu Anda mencegah kerusakan yang lebih parah pada tubuh Anda.

Batuk Kronis

Salah satu gejala PPOK yang umum ditemui adalah batuk. Batuk merupakan cara tubuh membersihkan saluran udaranya, lendir/dahak pada paru-paru, iritan lainnya, dan juga sekresi. Lendir biasanya jernih; namun, pada penderita PPOK, lendir bisa berwarna kuning. Batuk sering sangat parah di pagi hari dan Anda bisa lebih banyak batuk saat berolahraga atau merokok. Batuk bisa membandel setiap harinya, meskipun tidak ada gejala penyakit lainnya seperti pilek atau flu.

Mengi

Saat Anda membuang napas melalui saluran udara yang sempit atau tersumbat, Anda akan sering mendengar suara seperti siulan yang disebut mengi. Pada penderita PPOK, mengi paling sering disebabkan oleh kelebihan lendir yang memblokir saluran udara. Mengi tidak selalu berarti bahwa Anda menderita PPOK. Mengi juga adalah gejala dari asma dan pneumonia.

Advertisement

Sesak Napas (Dispnea)

Seiring saluran udara di paru-paru Anda meradang, rusak, dan mulai menyempit, Anda bisa menjadi kesulitan untuk bernapas atau mengambil napas. Gejala PPOK ini bisa tampak jelas selama peningkatan aktivitas fisik. Gejala ini bisa membuat rutinitas kegiatan harian, seperti berjalan, melakukan pekerjaan rumah sederhana, berganti pakaian, atau mandi, menjadi lebih sulit. Yang paling buruk, sesak napas bisa terjadi bahkan saat Anda beristirahat.

Kelelahan

Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, Anda tidak dapat mendapatkan cukup oksigen bagi darah dan otot Anda. Tanpa oksigen yang diperlukan, fungsi tubuh akan melambat dan terjadilah kelelahan. Anda juga bisa kelelahan karena paru-paru Anda bekerja dengan lebih keras untuk memasok oksigen dan membuang karbondioksida, sehingga Anda kehabisan energi.

Sering menderita infeksi pernapasan

Karena penderita penyakit paru obstruktif kronis alias PPOK memiliki kesulitan dalam membersihkan paru-paru dari bakteri, virus, polutan, debu, dan zat-zat lain yang menyebabkan peradangan, mereka berisiko lebih tinggi terhadap infeksi paru, seperti pilek, flu, dan pneumonia.

Bagi penderita PPOK, menghindari risiko infeksi pernapasan tentu menjadi lebih sulit. Untuk itu, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risikonya adalah dengan melakukan vaksinasi dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih.

Advertisement

Jika Anda sering mengalami gangguan atau infeksi pernapasan dan tak kunjung sembuh, namun ragu apakah memiliki PPOK atau tidak, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan kejelasan.

Penurunan berat badan

Salah satu gejala yang dialami oleh penderita PPOK adalah penurunan berat badan. Penyakit Paru Obstruktif Kronis yang telah diderita dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan penurunan berat badan. Hal ini karena tubuh membutuhkan energi ekstra sehingga pembakaran kalori menjadi lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang masuk. Akibatnya berat badan Anda pun turun.

Selain itu, penurunan berat badan akibat kelelahan yang Anda alami sebagai gejala lain dari PPOK juga berkontribusi dalam penurunan berat badan yang Anda alami. Sesak napas yang Anda rasakan pada akhirnya juga membuat Anda kesulitan melakukan aktivitas lain, termasuk makan.

Gejala PPOK Tingkat Lanjut

Advertisement

Selain beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa gejala PPOK lain yang patut Anda waspadai. Gejala bisa saja muncul, terutama jika Anda sudah berada dalam PPOK stadiu lanjut.

Beberapa gejala yang dapat Anda alami, yaitu:

  • Sakit kepala di pagi hari. Hal ini mungkin saja terjadi akibat tingginya kadar karbondioksida dalam darah.
  • Pembengkakan telapak dan pergelangan kaki yang bisa saja terjadi akibat peningkatan tekanan pada jantung. Meningkatnya tekanan pada jantung dapat disebabkan oleh kerja jantung yang menjadi lebih keras untuk memompa darah melalui paru-paru yang rusak.

Mengenal tahapan PPOK

Penyakit yang menyerang paru-paru ini adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan di paru-paru. Sebelum menjadi semakin parah, kenali tahapan-tahapan penyakit PPOK agar Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis alias PPOK memiliki empat tahapan, mulai dari yang ringan sampai sangat parah. Di setiap tahapannya, gejala PPOK berbeda-beda. Hasil tes fungsi paru juga akan berbeda di setiap tahapannya. Biasanya, kinerja tes fungsi paru akan menurun seiring dengan stadium PPOK yang semakin parah.

Stadium 1

Stadium 1 PPOK memiliki gejala yang ringan, seperti sesak napas. Meski sesak napas terjadi, namun tingkatnya terbilang ringan. Pada tahap ini kadang terjadi batuk kronis dan produksi dahak, namun hal ini tidak selalu terjadi. Oleh karena terbilang ringan, banyak orang yang berada pada stadium 1 ini cenderung tidak menyadari bahwa fungsi paru-parunya mulai tidak normal.

Advertisement

Stadium 2

Pada tahap ini, keterbatasan keterbatasan aliran udara menjadi lebih buruk. Jika pada stadium 1 sesak napas tidak terlalu sering terjadi, pada tahap ini Anda akan lebih sering mengalami sesak napas. Paling umum, sesak napas terjadi pada saat melakukan aktivitas.

Pada tahap ini, pasien mungkin akan mulai pergi memeriksakan diri ke dokter karena gejala gangguan pernapasan yang tak kunjung hilang (gejala pernapasan kronis) atau penyakit mereka yang dirasa semakin memburuk.

Stadium 3

Tahap ini dikenal juga sebagai PPOK stadium berat atap parah. Aliran udara dalam tubuh Anda akan menjadi lebih buruk lagi dari sebelumnya pada tahap ini. Pada stadium 3, Anda akan memiliki gejala PPOK yang lebih parah, seperti sesak napas yang semakin menjadi, menurunnya kemampuan berolahraga, peradangan serta gejala penyakit lain yang berulang dan makin parah sehingga memengaruhi kualitas hidup pasien.

Stadium 4

Ini adalah tahapan terparah dari PPOK dan menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signifikan akibat sesak napas. Kesulitan bernapas yang dialami oleh pasien PPOK bahkan dapat mengancam nyawa pada beberapa kasus.

Advertisement

Spirometer untuk mendiagnosis PPOK

Meski penyakit ini cenderung tidak disadari pada saat tahap awal, terdapat metode yang dapat digunakan untuk mendiagnosis PPOK. Spirometer merupakan sebuah tes sederhana yang digunakan untuk menghitung jumlah udara yang sanggup dihirup dan diembuskan oleh seseorang. Alat ini memungkinkan kita mengetahui seberapa efektif dan cepat paru-paru dapat dikosongkan.

Pengukuran spirometer biasanya menggunakan tiga elemen, yaitu:

  • Forced vital capacity (FVC), menggambarkan volume udara maksimal yang bisa diembuskan dalam satu kali tarikan napas penuh
  • Forced expired volume in one second (FEV1), mengukur seberapa banyak udara yang dapat diembuskan dalam waktu satu detik. Normalnya, seluruh isi udara dalam paru-paru dapat diembuskan seluruhnya (100 persen) dalam waktu satu detik.
  • FEV1/FVC, perbandingan antara FEV1 dan FVC yang mengindikasikan indeks klinis seseorang terhadap keterbatasan udara yang dialami.

Rasio FEV1/FVC yang berkisar antara 70 – 80 persen pada orang dewasa merupakan angka yang normal. Rasio FEV1/FVC yang berada di bawah 70 persen mengindikasikan adanya keterbatasan sirkulasi udara (pernapasan) dan kemungkinan pasien mengalami PPOK.

Rasio FEV1/FVC pada pasien PPOK sesuai dengan tahapannya

  • Stadium 1: FEV1/FVC < 70%. Dengan nilai FEV1 80 persen atau lebih dari nilai prediksi
  • Stadium 2: FEV1/FVC < 70%. Dengan nilai FEV1 berada di antara 50 – 80 persen
  • Stadium 3: FEV1/FVC < 70%. Dengan nilai FEV1 berada di antara 30 – 50 persen
  • Stadium 4: FEV1/FVC < 70%. Dengan nilai FEV1 di bawah 30 persen disertai dengan gagal pernapasan kronis

PPOK adalah kondisi serius yang dapat berdampak pada kehidupan dalam banyak cara. Oleh karena PPOK merupakan penyakit progresif, tanda-tanda dan gejala PPOK tidak terlihat dengan jelas sampai akhirnya kondisi tersebut telanur memburuk.

Sebaiknya, jika Anda mengalami sesak napas dan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh tanpa ada alasan yang menyertai, segeralah menemui dokter untuk mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional21 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional21 jam ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional2 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan2 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport2 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan2 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer