Connect with us

Lifestyle

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Infeksi cacing kerap dianggap sepele karena banyaknya mitos yang beredar mengenai masalah ini. Faktanya, cacingan tidak boleh dianggap sebuah masalah kecil karena beberapa hal. Simak mitos dan fakta seputar cacingan serta cara saling menjaga sesama dari masalah cacingan di sini.

Mitos dan fakta seputar cacingan

Infeksi cacing merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit, seperti cacing gelang, tambang, kremi, dan lainnya. Cacing-cacing tersebut dapat hidup di dalam usus. Yuk, cek fakta seputar cacingan untuk mematahkan mitos yang kerap beredar mengenai kondisi ini.

Cacingan tidak berbahaya

cacingan pada anak

Cacingan tidak berbahaya merupakan sebuah mitos yang harus dipatahkan dari awal. Infeksi cacing justru berbahaya apabila dibiarkan. Salah satu kesimpulan dari studi berjudul Parasitic Colitis adalah infeksi cacing pada saluran pencernaan dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif seseorang, termasuk stunting.

Advertisement

Cacingan menghambat perkembangan fisik dengan menyerap sejumlah nutrisi yang Anda makan. Salah satu contohnya adalah cacing menggunakan vitamin A untuk bertahan hidup. Jadi, nutrisi dari makanan yang dimakan mungkin akan diserap sebagian oleh parasit tersebut. Parasit di dalam sistem usus juga dapat menyebabkan anemia.

Kemudian, anak dengan cacingan pun memiliki daya konsentrasi yang mudah terganggu. Alhasil, sejumlah anak dengan gangguan cacingan tak mampu menyerap informasi dengan baik.

Kuku panjang memicu cacingan

Ada hal yang harus diluruskan dari mitos ini. Ukuran panjang kuku seberapa pun dapat menjadi media seseorang mengalami cacingan. Salah satu penyebab cacingan adalah kontak antara tangan dengan permukaan yang tidak disadari adanya telur cacing.

Telur cacing secara tidak disadari dapat menempel pada kuku berukuran panjang atau pendek. Misalnya, ketika seorang anak kecil menggaruk bagian tubuh yang dicemari oleh telur cacing. Jadi, fakta seputar cacingan yang harus diingat adalah segala ukuran panjang kuku dapat memicu cacingan apabila ada telur cacing yang menetap di sana.

Advertisement

Makan kelapa parut akan mengundang parasit ke dalam usus

Apakah betul makan kelapa parut akan menyebabkan cacingan? Ya, apabila telur cacing atau cacing yang masih kecil terdapat di kelapa parut. Apabila tidak ada telur cacing yang mencemari, makan kelapa parut saja tidak akan membuat seseorang mengalami cacingan.

Harap diingat, sajian apa pun dapat mengundang cacing ke dalam usus jika telah terkontaminasi telur cacing. Daging salmon di kedai makanan khas Jepang favorit memiliki kemungkinan tercemar oleh bayi cacing. Begitu juga dengan bistik sapi setengah matang yang suka disantap di restoran, seperti yang dilaporkan oleh National Health Security (NHS).

Perut buncit pertanda infeksi cacing

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tanda-tanda cacingan bersifat tidak spesifik, seperti:

  • Mual
  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Nafsu makan menurun

Tanda cacingan yang terlihat nyata dan spesifik, seperti perut buncit, bisa menjadi pertanda bahwa infeksi justru telah berkembang menjadi parah. Jadi, betul, perut buncit merupakan fakta seputar cacingan. Akan tetapi, patut diingat bahwa infeksi ini mungkin sebaiknya segera dievaluasi oleh dokter supaya tidak berkembang menjadi komplikasi.

Cacingan hanya masalah anak kecil

cacingan

cacingan

Masalah infeksi cacing dapat menyerang tanpa pandang bulu, baik itu anak kecil atau orang dewasa. Dengan begitu, tidak benar apabila cacingan hanya mengganggu anak kecil.

Advertisement

Bahkan, saat seseorang di rumah mengalami masalah cacingan, seluruh anggota keluarga yang berada dalam satu rumah disarankan untuk minum obat cacing. Tak peduli berapa pun usianya dan menunjukkan gejala atau tidak, setiap anggota keluarga disarankan untuk mengonsumsi obat cacing untuk mencegah infeksi cacing terjadi kembali di keluarga tersebut.

Infeksi cacing tidak menular

Fakta seputar cacingan adalah, infeksi cacing justru dapat menular di mana saja. Penularan terjadi dalam lingkungan yang tidak bersih, tanpa peduli lingkungan berada di tempat orang berpenghasilan tinggi atau rendah.

Contohnya, orang dewasa menyentuh permukaan yang terkontaminasi telur cacing dengan tangannya dan diikuti makan menggunakan tangan yang telah dicemari tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Tambahan lagi, telur cacing kremi dapat mudah menempel pada permukaan barang-barang di rumah. Sebut saja pada mainan anak, gagang pintu, pakaian, dan tempat tidur.

Advertisement

Saat anak kecil dengan kebiasaan menggigit kuku menyentuh permukaan yang tercemar lalu kembali melakukan kebiasaannya, penularan dapat terjadi. Dengan begitu, infeksi cacing tak menular hanyalah sebuah mitos.

Ayo saling jaga sesama dari cacingan

anak cuci tangan

anak cuci tangan

Ayo, saling jaga sesama dari bahaya infeksi cacing dengan menjaga kebersihan. Jangan lupa cuci tangan sebelum makan dan mengajarkan anak tentang cara menjaga kebersihan. Basmi cacing di dalam tubuh dengan mengonsumsi obat cacing yang mengandung Pyrantel Pamoate.

Obat bebas terbatas untuk infeksi cacing ini dapat dikonsumsi oleh anak dan orang dewasa dengan berbagai pilihan rasa dan bentuk (tablet maupun cairan) yang sesuai selera. Apabila tinggal di lingkungan dengan tingkat cacingan yang tinggi, konsumsi obat cacing 2 kali setahun untuk mengurangi risiko cacingan, seperti anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum17 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional17 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno1 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan3 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport7 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport7 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport7 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer