Pemerintahan
Menjaga Kelestarian Seni dan Budaya Indonesia Melalui Batik

Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang melaksanakan tugas rutin dan pelayanan kepada masyarakat dengan mengenakan batik. (bpti)
Serpong – Ada pemandangan dan suasana berbeda di Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada Hari Selasa, 2 Oktober 2012. Para Pegawai yang biasanya (menurut jadwal) berpakaian dinas harian (PDH), pada hari itu semua Pegawai mengenakan busana batik. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang melaksanakan tugas rutin dan pelayanan kepada masyarakat dengan mengenakan batik.
Walikota Airin Rachmi Diany, mengatakan, pengenaan busana batik pada hari ini mengacu pada surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 025/3827/Sj, yang ditujukan kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia. Surat tersebut menindaklanjuti dari Sekretaris Kabinet Nomor.SE-541/SESKAB/IX/2012 tertanggal 28 September 2012.
Menurut Walikota Airin, perihal surat tersebut tentang memakai baju batik dalam rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2012. Guna memperingati Hari Batik Nasional, dengan hormat diminta kepada seluruh pegawai pemerintah di daerahnya masing-masing memakai baju batik.
“Hal yang positif dilakukan. Karena batik merupakan aset bangsa Indonesia,” ungkap Walikota Airin, usai menggelar rapat koordinasi di Aula BP2T, Serpong.
Walikota menjelaskan, sudah menjadi kewajiban seluruh warga negara Indonesia untuk menjaga melestarikan seni dan budaya Indonesia yang melekat pada busana batik. “Siapa lagi yang mencintai budaya Indonesia kalau bukan kita sendiri,” kata Walikota Airin.
Setiap 2 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Penetapan tersebut berdasarkan keputusan UNESCO pada tahun 2009 bahwa batik sebagai Warisan Kemanusian untuk Budaya Lisan dan Nonbedawi milik Indonesia.
Hal senada juga diutarakan PNS pada Bagian Pemberitaan, Publikasi Humas dan Protokoler, Marlinda Siregar. Ia berharap, bila kedepannya batik dapat terus dilestarikan. Selain itu, kerajinan batik juga dapat memberikan penghasilan bagi para pengrajin tingkat lokal
“Kalau tidak dilestarikan jangan salahkan bila batik diklaim oleh bangsa lain. Hari Batik Nasional mengajak kita untuk tidak lupa dengan batik sebagai warisan seni dan budaya Indonesia,” terangnya.
“memakai batik itu sunnah Nabi.” ungkap Kepala BPTI Kota Tangerang Selatan – Aplahunnajat ketika dihubungi Web Tangsel, kemarin.
Aplah berkilah bahwa Rosulullah berpesan kepada kepada ummatnya agar cinta tanah air – Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman. “Tergantung niatnya. Kalau Kita pakai batik dengan maksud sebagai ungkapan kecintaan terhadap identitas bangsa, cinta tanah air, Insya Allah sama dengan menjalankan sunah Rosul.”
Pengamatan langsung dilapangan, di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Tangerang Selatan terlihat para pegawainya tampil mengenakan beragam corak batik. Langkah ini tak lain untuk menghargai budaya bangsa yang semakin terhanyut oleh arus globalisasi. (bpti-ts/kt)
Banten1 hari agoDownload SPTJM SPMB Banten 2026
Bisnis7 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis7 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Banten7 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Nasional7 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis7 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Bisnis7 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Banten1 hari agoJuknis SPMB Banten 2026

















ak svd dragunov spring airsoft sniper rifle reviews
Minggu, 28 Oktober 2012 / 01:02 WIB at 1:02 am
Good post, I always like them.You need to know http://www.yourcheapburberryoutlet.com/cheap-burberry-clutch-bag-c-6.html