Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa meninjau pelaksanaan protokol kesehatan di Pesantren Bumi Shalawat, Sidoarjo pada Sabtu (27/2).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di pesantren tersebut sudah benar. Menkes Budi mengatakan pendidikan di sekolah harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan guru.
“Kita sudah bikin protokol kesehatan yang baik. Sekolah tidak boleh berhenti harus bisa dijalankan terus dan sekolah harus ada interaksi fisik antara guru dan murid,” katanya.
Ia menilai kalau proses mengajar tidak dilakukan secara tatap muka maka yang akan didapat oleh murid hanya ilmunya saja, keterampilan dan etika belum tentu didapatkan.
“Nah maka dari itu perlu dibuat protokol kesehatan yang bisa mengamankan proses belajar mengajar dengan kontak fisik,” ucap Menkes Budi.
Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat KH Agoes Ali Mashuri atau yang akrab disapa Gus Ali mengatakan penerapan protokol kesehatan telah diterapkan kepada santri sekaligus memberi contoh kepada masyarakat sekitar.
“Santri menjadi basis yang kuat di masyarakat dalam menerapkan kemaslahatan umat, termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Gus Ali.
Protokol kesehatan di pesantren dapat diterapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01. 07/MENKES/ 2322/2020 tentang Panduan Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Pesantren.
Protokol kesehatan di pesantren dilakukan dengan memperhatikan pencegahan penularan pada individu, perlindungan kesehatan pada masyarakat pesantren, dan manajemen penanganan kasus COVID-19.
Protokol kesehatan tersebut diterapkan secara ketat seperti dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dengan orang lain, dan memakai masker.
Hal itu telah diterapkan di Pesantren Bumi Shalawat. Nampak terlihat fasilitas yang digunakan santri diberi jarak agar tidak berdekatan. Selain itu telah disediakan pula tempat cuci tangan yang mudah didapatkan oleh santri atau masyarakat pesantren.
Di beberapa titik juga telah terpasang imbauan-imbauan untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Menkes Budi mendukung pelaksanaan pendidikan tatap muka langsung dengan sayarat protokol kesehatan harus diterapkan dengan sangat ketat.
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Techno1 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System













