Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis6 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas6 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport5 hari agoShin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Kepala Persija Jakarta untuk Musim 2026/2027
Pendidikan5 hari agoCreative Portfolio Showcase 2026, Terobosan SMK Budi Luhur dalam Penilaian Kompetensi Siswa
Cuaca ekstrim berupa hujan lebat yang melanda Ibukota Jakarta dan daerah sekitarnya sejak beberapa hari terakhir telah menimbulkan genangan banjir dan tanah longsor di berbagai tempat. Sejumlah rumah warga, bangunan dan sarana umum rusah diterjang banjir dan tanah longsor di Bogor, Jakarta dan Tangerang. Sedikitnya, empat orang meninggal atas serangkaian musibah ini dan sejumlah lainnya terluka.
Menteri Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani merasa priharian atas musibah beruntun ini. ‘’Saya juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalkan sejumlah korban dalam musibah ini,’’ ujar Menko Puan di sela-sela acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Sawangan, Selasa (6/2/2018).
Seperti disiarkan oleh Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrim ini masih berpotensi muncul dalam beberapa hari ke depan, dan akan melanda sebagian wilayah Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Menko Puan Maharani mengajak semua pihak waspada akan kemungkinan terjadi bencana susulan di daerah-daerah yang selama ini telah masuk dalam pemetaan rawan bencana. ‘’Bencana memang sulit diduga, tapi kita semua perlu terus waspada,’’ ujar Puan Maharani yang bidang tugasnya juga menyangkut kordinasi bidang penanganan kebencanaan itu.
Menko Puan Maharani telah menginstruksikan ke jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menggelar aksi siaga bencana. ‘’Lakukan aktivasi posko siaga darurat,’’ ujar Puan pula. Dari posko siaga darurat ini diharapkan aparatur Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) bisa memantau lokasi-lokasi rawan bencana untuk kemudian melakukan langkah pencegahan. ‘’Seperti menjalankan sistem peringatan diri. Kalau ada tanda-tanda terjadi bahaya, peringatkan warga, lakukan evakuasi bila diperlukan,’’ Puan menambahkan.
Lebih jauh, Puan mengharapkan agar aparat di lapangan terus berkordinasi, ‘’Ya lakukan kordinasi secara horisontal maupun vertikal,’’ kata Menko PMK itu. Kordinasi ini diperlulan agar semua potensi bisa melangkah serempak. ‘’Kalau perlu evakuasi warga, jangan segan libatkan TNI-Polri,’’ ujarnya.
Menko PMK ini juga mengharapkan agar jajaran pemerintah daerah juga mengambil kesiapan serupa. ‘’Kita juga perlu mengoptimalkan potensi sumberdaya yang tersedia di daerah,’’ ujar Paun Maharani. Sumberdaya yang tak hanya menyangkut peralatan dan personil, juga anggaran. ‘’Pemerintah daerah juga mempunua pos anggaran untuk penanganan bencana alam. Penanganan bencana akan lebih cepat bisa pemda dan pemerintah pusat bergotong royong di lapangan termasuk dalam hal pembiayaan,’’ Menko Puan Maharani menambahkan. (red/fid)












