Lifestyle
Menurut Studi, Penyakit Tiroid Bisa Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Cacat

Gangguan pada kelenjar tiroid memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan. Wanita hamil bahkan perlu lebih waspada karena penyakit tiroid disinyalir dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Simak informasi berikut untuk mengetahui mekanismenya dan jenis kecacatan yang mungkin terjadi.
Penyebab penyakit tiroid selama kehamilan

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk menyerupai kupu-kupu yang terletak pada leher.
Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang mengatur denyut jantung, laju metabolisme, suhu tubuh, gerak makanan dalam usus, kontraksi otot, dan masih banyak lagi.
Seseorang dikatakan mengalami penyakit tiroid jika kelenjar tiroidnya memproduksi hormon dalam jumlah yang tidak normal. Secara umum, penyakit tiroid terbagi menjadi dua kondisi sebagai berikut:
1. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme ditandai dengan produksi hormon tiroid yang terlalu sedikit.
Kasus bayi lahir cacat lebih banyak ditemukan pada ibu hamil yang mengalami penyakit tiroid ini. Kurangnya hormon diduga menghambat perkembangan janin selama kehamilan.
Hipotiroidisme selama hamil biasanya disebabkan oleh penyakit Hashimoto.
Penyakit autoimun ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tiroid yang sehat. Kelenjar tiroid pun rusak sehingga tidak bisa memproduksi hormon secara optimal.
2. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme adalah kondisi saat kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon.
Hipertiroidisme selama hamil biasanya disebabkan oleh penyakit Graves. Penyakit ini mirip dengan penyakit Hashimoto. Bedanya, serangan sistem kekebalan tubuh justru memicu produksi hormon.
Melansir laman Hormone Health Network, hipertiroidisme bisa meningkatkan risiko hipertensi, lahir prematur, berat lahir rendah, hingga keguguran.
Penyakit tiroid yang satu ini juga mengganggu perkembangan janin secara keseluruhan sehingga meningkatkan risiko bayi lahir cacat.
Pengaruh penyakit tiroid terhadap risiko kecacatan lahir


Dugaan mengenai pengaruh penyakit tiroid terhadap bayi lahir cacat berawal dari studi yang dilakukan oleh Johns Hopkins Hospital pada tahun 1994-1999.
Penelitian tersebut menemukan sebanyak 18 persen bayi lahir dengan cacat parah pada berbagai bagian tubuh.
Beberapa kecacatan terjadi pada jantung, ginjal, dan sistem saraf. Pada bayi yang lain, terdapat kelebihan jari, bibir sumbing parah, dada cekung, dan kelainan bentuk telinga.
Tidak hanya itu, sebanyak dua bayi pun meninggal sebelum lahir.
Selain bayi yang cacat lahir, hasil studi dalam laman Children’s Hospital of Philadelphia juga menemukan dampak penyakit tiroid terhadap perkembangan otak.
Beberapa bayi yang lahir memiliki IQ rendah serta mengalami hambatan perkembangan mental dan motorik.
Selama tiga bulan pertama kehamilan, janin membutuhkan hormon tiroid dari tubuh ibu untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf.
Kelenjar tiroid janin baru dapat memproduksi hormon tiroid sendiri begitu memasuki usia kehamilan 12 minggu.


Apabila jumlah hormon tiroid terlalu sedikit, janin tidak bisa berkembang secara optimal.
Selain itu, rendahnya hormon tiroid juga dapat menurunkan aktivitas berbagai organ tubuh ibu dan tentunya memperlambat proses perkembangan janin.
Penyakit tiroid yang tidak terkontrol, apalagi tidak terdeteksi sejak awal kehamilan, lambat laun bisa menyebabkan janin gagal berkembang.
Dampaknya, ibu yang memiliki penyakit tiroid berisiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat.
Gangguan pada kelenjar tiroid berpengaruh besar terhadap kesehatan ibu dan janin.
Sering kali, penyakit ini tidak terdeteksi pada awal kehamilan karena beberapa gejalanya menyerupai tanda-tanda kehamilan itu sendiri.
Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan melakukan screening awalan saat merencanakan kehamilan.
Selain bermanfaat untuk deteksi dini, pemeriksaan screening juga akan membantu Anda menentukan langkah mengatasinya.
Kabartangsel.com
Bisnis7 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional7 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional7 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Nasional7 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Jabodetabek6 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Techno2 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan2 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita























