Tangerang Selatan
MIN 2 Tangsel Tandatangani MoU dengan Australia

CIPTIM (Kabartangsel.com) – The Australia and Indonesia partnership is a good programme that has run well so far. This programme is very useful and benefecial in giving mutual understanding on culture and education for both sides, Australia and Indonesia. Therefore, I would like to convey my big appreciation and gratitude to Australian partners for the good cooperation and attention of this programme.
I hope this programme will keep continuing and growing in the future to improve our cultural awareness and mutual understanding.
Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) BRIDGE Project, antara Australia dengan MIN 2 Tangsel, Indonesia.
Turut hadir pada acara tersebut, Kasi Penmad Kemenag Tangsel, Suhardi, Pengawas MI Kecamatan Ciputat Timur, Tepuri Ali, Kepala MIN 2 Tangsel, Ahmad Syaihu, dewan guru, dan siswa-siswi MIN 2 Tangsel. Acara tersebut juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan dari Australia, yaitu Mr. Justin Marsh, Mrs. Donna Moyle, dan Miss Simone Mashford.
Kepala Kantor menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi dengan adanya program tersebut yang sangat bermanfaat untuk mempelajari kultur, budaya, dan pendidikan kedua negara.
“Saya berharap program ini dapat berjalan baik dan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang,” tuturnya.

BRIDGE adalah kata benda yang artinya jembatan. Tapi BRIDGE juga akronim, kepanjangan dari Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement, yang merupakan kemitraan pendidikan antara Australia dan Indonesia.
Kepala MIN 2 Tangsel, Ahmad Syaihu, menjelaskan MoU program BRIDGE ini bertujuan untuk mengembangkan hubungan melalui dialog antar budaya dan peningkatan keterlibatan antara Australia dan MIN 2 Tangsel.
“Kali ini MIN 2 Tangsel melakukan MoU dengan sekolah Saint John Australia. Program ini juga memberi kesempatan bagi para guru dan siswa untuk menjalin hubungan antar kedua negara melalui teknologi informasi, alat jejaring sosial, kunjungan sekolah, dan sesi-sesi pelatihan dalam jaringan online melalui media online seperti Skype dan kunjungan ke sekolah di Australia,” jelasnya.

Mr. Justin Marsh, Mrs. Donna Moyle, dan Miss Simone Mashford menyempatkan diri masuk ke dalam kelas untuk melihat kegiatan belajar di MIN 2 Tangsel. Para siswa diberi kesempatan untuk bertanya kemudian dijawab dan diterjemahkan oleh Siti Khodijah, guru bahasa Inggris MIN 2 Tangsel. (Kemenag Tangsel)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Bisnis4 minggu agoJKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja





















