Minum Bir Ternyata Bikin Anda Rentan Digigit Nyamuk, Lho!

By on Senin, 19 Agustus 2019

Malam mingguan bareng teman-teman di di kafe sambil ditemani segelas dua gelas bir terasa mengasyikkan, ya? Namun, sadarkah Anda badan jadi lebih gampang dihampiri dan digigit nyamuk setelah minum bir? 

Minum bir bikin rentan digigit nyamuk, menurut penelitian

Menurut penelitian dari Perancis yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One, semakin banyak Anda minum bir badan akan semakin rentan digigit nyamuk.

Peneliti mencapai kesimpulan itu setelah menguji 43 sukarelawan berusia 20-43 tahun yang dinyatakan sehat walafiat. Tim sukarelawan ini kemudian dibagi dua kelompok, 25 orang diminta untuk menghabiskan 1 liter bir dengan kadar alkohol 3% dan sisanya diminta minum air putih biasa dengan porsi yang sama.

Sebelum minum apa pun, mereka sudah lebih dulu diminta untuk berdiam diri di ruangan penuh nyamuk untuk mengukur seberapa rentan mereka biasanya digigit nyamuk. Setelahnya, mereka diminta untuk minum (air dan bir untuk masing-masing kelompok), dan masuk kembali ke ruangan yang sama.

Hasilnya ditemukan, orang yang habis minum bir digigit oleh 47% lebih banyak nyamuk ketimbang sebelum minum dan daripada orang yang hanya minum air. Sekitar 65% nyamuk juga bereaksi 15 menit lebih cepat untuk terbang menghampiri badan peminum bir. Dibanding sebelum minum bir, nyamuk yang terbang ke arah peserta hanya 35 persen. Sementara itu, konsumsi air tidak berpengaruh pada daya tarik manusia terhadap nyamuk.

Nyamuk yang diteliti dalam penelitian ini adalah nyamuk Anopheles Gambiae penyebab malaria di daerah Afrika Barat. Sebelumnya pernah ada satu studi yang meneliti tentang efek digigit nyamuk Aedes setelah minum bir.

Selain itu, ada pula penelitian kecil dari Jepang terbitan Journal of the American Mosquito Control Association (JAMCA) tahun 2002. Penelitian ini mengamati 13 orang (pria dan wanita) berusia 20-58 tahun untuk mengetahui seberapa rentan mereka digigigit nyamuk setelah minum bir.

Dalam kasus ini, peneliti menguji kadar etanol dalam keringat, produksi keringat, dan suhu kulit sebelum dan sesudah minum 350 ml bir (dengan kadar alkohol 5,5%). Hasilnya pun mirip. Peserta lebih gampang digigit oleh lebih banyak nyamuk setelah minum bir daripada sebelumnya.

Kok bisa?

Tim peneliti dari Perancis menduga bahwa bau napas dan bau badan yang khas dari peminum bir mengundang lebih banyak nyamuk untuk menghampiri. Bau napas dan badan peminum bir juga membuat nyamuk terbang lebih cepat menuju lokasi bau. Peneliti dari Jepang juga menemukan hal serupa.

Teorinya, setelah minum bir, alkohol dengan cepat diserap dari saluran pencernaan dan mengalir ke dalam darah kemudian dimetabolisme di hati. Lima belas menit adalah jarak waktu yang cukup untuk kadar alkohol hadir dalam darah, napas, urin, dan keringat sejak tegukan terakhir.

Namun, dua penelitian ini tidak menemukan kaitan antara tingginya kandungan etanol dalam keringat, kadar karbon dioksida yang dihembuskan, serta perubahan suhu kulit setelah minum bir dengan peluang pendaratan nyamuk di badan.

Batas minum alkohol agar tidak membahayakan

Selain rentan digigit nyamuk, terlalu banyak minum bir dan minuman beralkohol lainnya juga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Terlalu banyak minum bir bisa menurunkan gula darah secara drastis, menyebabkan jantung berdetak tidak teratur, dan bahkan kerusakan pada organ vital seperti liver serta pankreas.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa seberapa banyak minum alkohol yang masih bisa dibilang aman ada batasnya. Untuk wanita dengan umur berapa pun dan pria di atas 65 tahun, batasannya adalah 1 gelas bir per hari. Sementara untuk pria di bawah usia 65 tahun, maksimal boleh sampai 2 gelas bir per hari.

Berikut adalah contoh batasan porsi minuman beralkohol yang aman dalam sehari

  • Segelas bir = 355 mililiter
  • Segelas wine = 148 mililiter
  • Satu gelas kecil (gelas shot) vodka atau whisky = 44 mililiter

Kabartangsel.com

Source