Connect with us

Lifestyle

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Saat punggung terasa sakit, Anda tentu merasa tidak bisa bebas beraktivitas. Apalagi, saat nyeri punggung semakim menjadi, rasanya duduk maupun berdiri pun rasanya tetap tak nyaman. Lalu, bagaimana mengatasi salah satu gejala dari gangguan muskuloskeletal yang satu ini? Simak penjelasan lengkap mengenai nyeri punggung, penyebab, dan cara mengatasinya berikut ini.

Nyeri punggung, gangguan muskuloskeletal di area punggung

Pada dasarnya, nyeri punggung merupakan keluhan yang sangat umum dari gangguan sistem muskuloskeletal. Artinya, banyak orang yang telah mengalaminya. Bahkan, mungkin Anda pun pernah mengalami nyeri punggung berulang kali.

Rasa nyeri di punggung bisa saja terasa di tulang belakang. Namun, tak menutup kemungkinan kondisi ini merambat dan terasa di bokong, hingga bagian belakang paha dan lutut. Hal ini mungkin tergantung pada tingkat keparahannya.

Advertisement

Umumnya, rasa sakit dan nyeri di punggung tidak disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius dan bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya saja, jika Anda merasa tidak nyaman, ada pula pengobatan dan perawatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi atau sekedar meredakan rasa sakitnya.

Akan tetapi, ada pula beberapa kondisi atau masalah kesehatan serius yang mungkin bisa menjadi penyebab dari gangguan yang menyerang sistem rangka dan sistem otot ini. Jika Anda merasa nyeri punggung bertambah semakin parah dan tidak kunjung mereda, segera periksakan kondisi tersebut ke dokter.

Tanda dan gejala dari nyeri punggung

Gejala nyeri punggung tergantung pada tingkat keparahannya. Namun gejala umum yang biasanya muncul termasuk:

  • Sensasi terbakar atau rasa sakit yang menusuk.
  • Terasa hanya pada satu titik atau terasa pada seluruh bagian punggung.
  • Muncul secara tiba-tiba atau bertambah parah seiring waktu.
  • Rasa sakit bertahan atau hilang dan muncul kembali.
  • Rasa sakit punggung disertai otot kejang dan kaku.
  • Rasa sakit bertambah semakin parah saat beraktivitas atau bergerak.

Kondisi yang lebih serius bisa ditunjukkan dengan gejala seperti:

  • Tangan dan kaki terasa lebih lemah.
  • Tangan, kaki, dada, atau perut mati rasa.
  • Kehilangan kontrol terhadap kandung kemih sehingga tidak bisa menahan diri saat buang air.

Beragam penyebab munculnya nyeri punggung

Sebenarnya, penyebab nyeri punggung bisa diawali dari hal-hal atau kebiasaan yang biasanya, tanpa Anda sadari, menimbulkan rasa sakit di area punggung, di antaranya:

  • Keseleo.
  • Postur tubuh yang buruk.
  • Jarang berolahraga, sehingga tulang punggung menjadi kaku dan otot menjadi lemah

Akan tetapi, ada pula penyebab dari nyeri punggung yang tergolong serius. Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri punggung yang tak boleh luput dari perhatian Anda:

1. Hernia diskus

Kondisi ini terjadi saat jaringan lunak yang berfungsi menjadi bantalan pada tulang belakang telah keluar dari posisinya sehingga menekan saraf yang berada di sekitar tulang belakang. Kondisi ini bisa terjadi akibat melemahnya bantalan seiring dengan pertambahan usia.

Advertisement

Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena aktivitas fisik yang dilakukan secara berlebihan dengan gerakan yang sama. Biasanya, hernia diskus terjadi di punggung bagian bawah atau leher.

2. Stenosis spinal

Penyebab nyeri punggung ini bisa terjadi saat saluran tulang belakang menyempit. Pada kasus tertentu, tulang, ligamen, dan jaringan diskus tumbuh hingga mencapai kanal tulang belakang dan menekan saraf yang ada pada saluran tulang belakang tersebut.

Jaringan tersebut bahkan dapat mengiritasi atau mencederai saluran tulang belakang itu sendiri. Stenosis spinal biasanya muncul di punggung bagian bawah atau leher. Sebenarnya, kondisi ini bisa terjadi pada punggung bagian atas atau tengah tapi hal tersebut tergolong jarang terjadi.

3. Spondylosis

Seiring dengan pertambahan usia, diskus dan ligamen pada tulang belakang akan melemah. Kondisi ini secara medis disebut dengan spondylosis. Hal ini sebenarnya tergolong wajar, karena telah menjadi bagian dari proses penuaan. Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalaminya akan mengalami rasa sakit.

Advertisement

Sayangnya, pada kondisi tertentu, Anda mungkin saja mengalami rasa sakit di punggung akibat degenerasi tulang belakang ini. Oleh sebab itu, jaga kesehatan tulang dan otot Anda, khususnya di area punggung agar mengurangi dampak dari degenerasi tulang belakang ini, salah satunya adalah nyeri punggung.

4. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah salah satu jenis arthritis yang dapat menjadi penyebab rasa nyeri di punggung. Pasalnya, kondisi ini menyebabkan kerusakan pada tulang rawan yang menjadi bantalan untuk sendi tulang belakang dan berbagai sendi di dalam tubuh.

Kondisi ini bisa menyebabkan tulang belakang saling menempel satu sama lain dan menyebabkan rasa sakit hingga kerusakan pada tulang. Nyeri punggung juga akan terasa semakin parah jika osteoarthritis telah memengaruhi pinggul atau lutut.

Bahkan, kondisi ini bisa menyerang tulang belakang secara langsung, sehingga otot, tendon, atau ligamen menjadi terkilir dan menyebabkan rasa sakit di leher dan punggung.

Advertisement

Selain osteoarthritis, rheumatoid arthritis dan ankylosing spondylithis juga dapat menyebabkan nyeri di area punggung.

5. Skoliosis

Selain kifosis dan lordosis, skoliosis merupakan salah satu jenis kelainan tulang belakang yang juga umum terjadi. Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke samping membentuk huruf S secara tidak normal yang dapat menyebabkan rasa nyeri di punggung.

6. Osteoporosis

Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah jenis penyakit tulang yang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang akibat hilangnya kalsium dalam tubuh. Tulang yang semakin rapuh, khususnya tulang belakang, akan lebih mudah patah. Kondisi ini ternyata lebih rentan dialami para wanita di usia lanjut.

Jika Anda hanya mengalami osteoporosis, mungkin risiko timbulnya rasa sakit di area punggung tidak terlalu tinggi. Sayangnya, mengingat penderita osteoporosis memiliki risiko yang tinggi mengalami patah tulang, risiko mengalami nyeri akibat tulang yang patah pun akan ikut meningkat.

Advertisement

7. Cedera dan patah tulang belakang

Saat mengalami patah tulang belakang, Anda biasanya akan mengalami trauma yang terjadi akibat kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian, cedera saat berolahraga atau tindak kekerasan seperti tertembak atau tertusuk. Kondisi ini bisa menyebabkan tulang yang patah atau retak jadi terasa nyeri dan sakit.

Sementara itu, Anda juga bisa mengalami cedera otot di bagian punggung yang terjadi akibat memindahkan benda yang terlalu berat atau melakukan pergerakan yang salah. Jika Anda mengalami hal ini, rasa sakit di area punggung bisa bertahan hingga 2-3 hari.

Biasanya, kondisi ini akan berlanjut hingga berhari-hari atau berminggu-minggu, meski intensitasnya telah menurun. Rasa sakit baru akan benar-benar mereda setelah kurang lebih 2-4 minggu jika kondisinya tidak terlalu parah.

Namun, pada tingkatan yang lebih parah, nyeri yang Anda rasakan di punggung bisa saja bertahan hingga 6-12 minggu. Apalagi jika cedera tersebut menyebabkan ligamen meregang. Jika kondisi sudah cukup parah, ada kemungkinan Anda harus dirawat di rumah sakit atau membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa kembali pulih.

Advertisement

8. Stres

Stres juga dapat menyebabkan ketegangan otot di punggung. Bahkan, depresi dan kecemasan berlebih juga dapat membuat rasa sakit terasa lebih parah lagi. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa nyeri otot di area punggung karena saat merasa stres, Anda cenderung menghindari aktivitas sehari-hari.

Keterbatasan pergerakan dan aktivitas yang berlangsung terus menerut tersebut menyebabkan melemahnya otot fisik yang memicu terjadinya nyeri pada punggung.

Pilihan pengobatan dan perawatan untuk nyeri punggung

Sama dengan pegal linu, sakit leher, sakit pinggang dan berbagai gangguan sistem gerak lainnya, nyeri di area punggung juga tidak tergolong suatu kondisi yang berbahaya dan seiring waktu akan pulih dengan sendirinya.

Namun, tidak semua orang bisa tahan untuk menunggu rasa nyeri di punggung sembuh sendiri. Maka itu, Anda bisa mempraktekkan beberapa jenis pengobatan dan perawatan untuk mengatasi nyeri punggung berikut ini.

Advertisement

1. Penggunaan obat-obatan

Jika Anda merasa nyeri punggung tak kunjung hilang, ada beberapa obat-obatan yang bisa Anda gunakan. Salah satu yang paling banyak dikonsumsi saat mengalami nyeri adalah obat pereda nyeri atau non-steroidal anti-infalmmatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen atau naproxen yang bisa mengurangi rasa sakit punggung.

Selain itu, dokter juga mungkin akan menyarankan penggunaan relaksan otot jika rasa nyeri tak kunjung hilang hanya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, obat ini memiliki efek samping yang dapat membuat Anda mudah mengantuk dan pusing.

Anda juga bisa menggunakan salep pereda nyeri yang penggunaannya dioleskan ke area punggung yang terasa sakit. Untuk kondisi yang sudah cukup parah, dokter bisa jadi meresepkan Anda opioid untuk penggunaan jangka pendek.

Obat-obatan antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline, juga bisa meredakan rasa nyeri punggung kronis yang mungkin terjadi akibat stres dan depresi.

Advertisement

2. Terapi fisik

Menurut John Hopkins Medicine, terapi fisik merupakan salah satu alternatif terbaik yang bisa dilakukan jika Anda ingin meredakan rasa nyeri di area punggung. Saat menjalani terapi ini, Anda akan didampingi oleh ahli terapi fisik yang membantu Anda menjalani latihan fisik sebagai bagian dari terapi.

Meski begitu, latihan fisik yang dijalani oleh masing-masing individu bisa begitu berbeda, tergantung dengan kondisi dan tingkat keparahan yang dialami. Biasanya, latihan fisik yang diterapkan untuk Anda disesuaikan dengan gejala dan kondisi kesehatan.

Selain itu, Anda juga akan diminta untuk tetap menjalankan terapi fisik ini secara mandiri di rumah. Biasanya, latihan fisik yang dijalani selama terapi termasuk:

  • Latihan aerobik.
  • Latihan untuk menguatkan tubuh.
  • Latihan memperbaiki postur.
  • Peregangan dan latihan fleksibilitas tubuh.
  • Tes untuk mengetahui toleransi tubuh terhadap rasa sakit.

3. Jalani prosedur operasi

Jika sudah pada tingkatan yang parah, Anda juga bisa menjalani prosedur operasi demi mengatasi nyeri punggung. Dokter akan menyarankan Anda menjalani prosedur operasi yang sesuai dengan kondisi, tingkat keparahan, dan gejala yang Anda alami.

4. Kompres area yang terasa sakit

Ketika rasa sakit di bagian otot punggung mulai muncul, sebaiknya segera mengaplikasikan kompres dingin untuk mengurangi terjadinya pembengkakan. Jangan lupa untuk tidak langsung meletakkan es di atas kulit Anda.

Advertisement

Sebaiknya lapisi dengan menggunakan handuk. Aplikasikan sekitar 10 sampai 20 menit. Setelah beberapa hari, Anda pun bisa mengaplikasikan kompres dengan air hangat.

5. Tetap aktif berkegiatan

Salah satu hal penting yang bisa membantu mengatasi nyeri punggung adalah tetap bergerak dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Anda mungkin berpikir bahwa saat sedang sakit punggung, lebih banyak memperbanyak istirahat. Padahal, dengan tetap aktif bergerak, Anda akan lebih cepat pulih dari kondisi ini.

Awalnya mungkin akan terasa sulit, tapi Anda tidak perlu cepat menyerah karena seiring berjalannya waktu, rasa sakit akan perlahan mereda. Sambil terus beraktivitas, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit seperti paracetamol.

Advertisement

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport21 menit ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport4 jam ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport5 jam ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport5 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Nasional1 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan2 hari ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan2 hari ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek2 hari ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang2 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport2 hari ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan3 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan3 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan3 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport4 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Pemerintahan3 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional4 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional4 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional4 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Pemerintahan3 minggu ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Populer