Obat Antibiotik Bisa Bikin Pasien Asma Lebih Lama Diopname. Kenapa?

By on Sabtu, 11 Agustus 2018

Asma adalah peradangan di saluran napas yang membuat udara jadi sulit masuk ke paru-paru. Gejala utamanya adalah sesak napas. Banyak orang asma yang harus melakukan rawat inap karena serangan asma parah. Dalam pengobatan asma di rumah sakit, tak jarang obat antibiotik diresepkan untuk mengatasi asma. Namun, tahukah Anda bahwa sembarangan konsumsi antibiotik bisa bikin pasien asma justru lama sembuhnya?

Obat antibiotik untuk asma bisa bikin rawat inap lebih lama

Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan oleh American Thoracic Society, banyak rumah sakit yang meresepkan obat antibiotik pada pasien asma meskipun tidak ada gejala infeksi apa pun. Hal ini bisa membuat pasien asma jadi lebih lama rawat inapnya dan lebih mahal uang yang dikeluarkan untuk berobat.

Profesor Mihaela S. Stefan dari University of Massachusetts Medical School, Massachusetts, Amerika Serikat mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian, orang dewasa dengan asma sebaiknya tak diresepkan obat antibiotik saat mereka dirawat inap alias diopname.

Pada penelitian ini, M. Stefan dan rekan-rekannya mendata 22.000 pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit karena asma selama setahun. Pasien asma yang menerima obat kortikosteroid sistemik dimasukkan ke dalam penelitian, sementara pasien asma yang membutuhkan obat antibiotik karena punya gejala infeksi sinus, bronkitis, atau pneumonia tidak dimasukkan dalam daftar.  

Ditemukan hasil bahwa pasien dewasa yang menerima antibiotik selama dua hari pertama masuk rumah sakit, lebih lama rawat inapnya dibandingkan dengan pasien yang tidak diberi antibiotik saat diopname. Sedangkan risiko gagalnya pengobatan antara kedua kelompok pasien yang diberi atau tidak diberi antibiotik masing-masing sama besar dan tidak ada bedanya.

Kesimpulan dari penelitian dr. Stefan ini adalah orang dewasa yang diopname karena asma tidak perlu diberi antibiotik bila memang tidak ada gejala infeksi pada paru-paru sama sekali.

Sebab dari yang sudah-sudah, lebih dari setengah pasien yang diopname karena asma malah menerima antibiotik tanpa adanya indikasi yang jelas, meskipun beberapa studi juga telah menilai apakah antibiotik dapat bermanfaat pada pasien asma. Namun, manfaat obat antibiotik untuk pasien asma tanpa infeksi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Mengenal bahaya konsumsi antibiotik terus-terusan

minum antibiotik sampai habis

Sebuah penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal (BMJ), mengatakan bahwa para ahli kesehatan tidak menyarankan Anda mengonsumsi obat jenis antibiotik terlalu lama. Ini bisa menyebabkan tubuh mengalami resistansi atau kekebalan terhadap antibiotik.

Ini merupakan hal yang harus diperhatikan, karena masalahnya beberapa dokter menganjurkan waktu minum antibiotik yang terlalu lama. Bila ingin menggunakan antibiotik, pasien harus di bawah pengawasan dokter selama mengonsumsinya.

Ada baiknya Anda selalu aktif menanyakan pada dokter mengenai obat apa yang diresepkan untuk kondisi Anda, terutama soal antibiotik. Tanyakan seberapa lama Anda harus minum antibiotik tersebut dan apakah harus habis. Karena pada dasarnya, konsumsi antibiotik tiap orang berbeda-beda, tergantung pada riwayat dan kondisi kesehatan masing-masing.

Jadi masih boleh minum antibiotik apa tidak?

obat untuk osteoarthritis

Tentu saja masih boleh, dengan catatan kondisi Anda memang hanya bisa diobati dengan antibiotik dan dosisnya sudah disesuaikan sedemikian rupa oleh dokter serta apoteker Anda. Antibiotik baru akan menimbulkan masalah kesehatan apabila penggunaannya tidak tepat.

Jadi selama dokter Anda memang meresepkan antibiotik sesuai kebutuhan dan Anda disiplin menaati aturan minum dari dokter dan apoteker, jangan takut minum antiobiotik.

Kabartangsel.com

Source