Selama dua pekan atau 14 hari melalukan Operasi Zebra Jaya 2019, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangsel berhasil menindak kurang lebih sebanyak 2.200 an pengendara yang melanggar.
Dari data yang didapat, sebanyak 2.217 pelanggar mayoritas diisi usia produktif mulai dari usia 16-30 tahun yang mengendarai sepeda motor.
“Total penindakan kita sudah sampi 2.217 lebih ditambah hari ini. Pelanggar didominasi masih kendaraan roda dua, rata-rata berusia produktif di usia 16-30 tahun hampir 55 persen,” ujar Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando, Selasa (5/11).
Lanjutnya, 55 persen pelanggar di usia produktif ini karena tidak menggunakan helm dan juga tidak membawa kelengkapan surat berkendara.
Pada hari terakhir Operasi Zebra Jaya 2019, masih banyak pengendara yang menghindar yakni dengan cara memutar balik dan nekat untuk melawan arus.
Bayu menghimbau kepada masyarakat, agar tidak nekat melawan arus. Anggota Satlantas hanya akan memberikan tilang.
“Pelanggaran adalah pelanggaran, jangan sampai naik ke tindak pidana. Melawan arus bisa menyebabkan kecelakaan, bisa naik juga ke tindak pidana. Saran kami hadapi pelanggaran karena hanya sanksi tilang jangan lakukan hal yang berbahaya karena bisa fatal akibatnya,” jelasnya. (rmb)
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional4 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden











