Pemerintahan
Pak Ben: Tidak memuaskan, Tidak Sesuai Spesifikasi, Kontraktor Kami Blacklist

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam hal ini Wakil Walikota Benyamin Davnie menyatakan pesimis pembangunan fisik sejumlah gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) akan beres di tahun ini.
Hal ini didasari perkembangannya yang tak menunjukka progres. Hingga akhir bulan lalu, pembangunan fisik rata-rata di bawah 50 persen.
Bahkan ada enam pembangunan yang sama sekali belum menyentuh 50 persen pengerjaan, yakni SDN Sawah 5 yang dikerjakan PT Ilham dengan nilai kontrak Rp 5,1 miliar. SDN Serua 2 senilai Rp 1,7 miliar yang dikerjakan CV Bintang Advisa. SDN Cilenggang 2 yang dikerjakan CV Cahaya Sari senilai Rp 2,8 miliar. Begitu juga dengan SDN Serpong 2 dengan nilai kontrak Rp 3,9 miliar yang dikerjakan PT Sambada.
Kemudian, kemudian SDN Rawa Buntu 1 yang dikerjakan PT Surtini senilai Rp 5,8 miliar dan SDN Cabe Ilir 1 yang dikerjakan CV Farhan Banten dengan nilai Rp 4,9 miliar.
“Kontrak pembangunan berakhir pada 28 Desember. Jika tidak terselesaikan, pemkot hanya membayar sesuai dengan bangunan yang ada,” ungkap Benyamin akhir pekan kemarin.
Menurut dia, Pemkot Tangsel sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan bangunan, juga sudah memanggil kontraktor terkait pembangunan gedung sekolah tersebut. “Kalau mau percepatan pembangunan dan selesai sesuai jadwal harus menambah jam kerja, menambah tenaga kerja serta konsultan pengawas lebih efektif. Untuk material tidak ada masalah,” bebernya.
Jika hingga 28 Desember pengerjaan enam gedung SDN tidak kunjung selesai, Pemkot Tangsel bakal mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak dengan pihak ketiga.
“Kami tidak akan main-main dengan dana APBD. Kalau hasil pembangunan tidak memuaskan dan tidak sesuai spesifikasi, kontraktor bakal kami blacklist,” ucapnya.
Agar hal tersebut tidak terjadi lagi, ke depan tender melalui Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) akan dilakukan lebih awal. Karena ada aturannya, triwulan pertama tahun anggaran bulan Maret sudah mulai lelang. “Kita akan perbaiki sistemnya,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembangunan Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DT-KBP), Muqodas menuturkan, problematika selama proses kegiatan fisik gedung di Kota Tangsel dianggap jadi pemicu lambannya progres pembangunan kejar rampung. Fakta pelik ini tentunya bukan persoalan sederhana. “Terus terang, saya shock pas lihat masalah di Tangsel. Soalnya saya baru (8 bulan, red) tugas di sini,” katanya. (Tangselpos/Tangseloke)
Sport2 minggu agoHasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoHasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Nasional5 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport1 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Politik6 hari agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik






































