Pesisir Banten dengan segala potensinya menyimpan berjuta kekayaan yang bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya apabila bisa dikelola secara maksimal. Pesisir utara Banten yang sejak jaman kerajaan Banten berjaya jika dikembangkan dengan baik dan benar bisa menjadi ladang masyarakat dalam berpenghasilan serta menjadi penggerak ekonomi masyarakat sepanjang teluk Banten.
Bandeng, merupakan salah satu komoditi khas Serang khususnya dan Banten umumnya yang cukup dikenal oleh masyarakat, bukan hanya masyarakat lokal bahkan nasional dengan produk olahan sate bandengnya, atau kuliner pecak bandeng yang cukup digemari masyarakat. Bahkan bandeng menjadi makanan favorit raja pada masa kejayaan kesultanan Banten dan sampai sekarang kulinernya masih dilestarikan oleh masyarakat Banten.
Atas dasar betapa potensinya begitu besar, Dompet Dhuafa Banten (DD Banten) menggagas sebuah program yang diberi nama DESA BERDAYA LINDUK di Kampung Linduk, Desa linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten. Memberdayakan 9 penerima manfaat DD Banten focus kepada budidaya ikan Bandeng dengan tujuan meningkatkan produksi ikan bandeng yang diharapkan bisa berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi penerima manfaat yang diberdayakan, bantuan permodalan, pendampingan dan penyuluhan perikanan agar bukan Cuma secara ekonomi melainkan penerima manfaat juga bisa meningkat taraf keilmuannya tentang budidaya ikan bandeng.
Setelah beberapa bulan diberikan bantuan dan pendampingan, penerima manfaat yang mengelola tambak bandeng seluas 7 hektar sudah bisa memanen hasil budidaya bandengnya. Bahkan hari ini, Jum’at 23 November 2018 dilakukan panen perdana bandeng antara penerima manfaat dengan segenap amil Dompet Dhuafa Banten
“Ini merupakan panen perdana setelah program berjalan 7 bulan. Melalui Program budidaya ikan bandeng yang kami dampingi secara intens ini, harapannya penerima manfaat bisa meningkat penghasilannya, keilmuannya bahkan bisa beranjak dari mustahik menjadi muzzaki,” ujar Abdurrahman Usman selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten.

Lebih jauh Usman berharap, kedepan bukan hanya di Linduk program seperti ini bisa dijalankan, melainkan di sepanjang pesisir yang memiliki potensi sama atau potensi lainnya yang mempunyai nilai jual dan pasar yang menjanjikan.
Sementara itu, Fita Berliana Akbar selaku Manajer Program Dompet Dhuafa Banten mengatakan bahwa panen perdana bandeng ini hasilnya cukup menggembirakan. Selain ukuran bandengnya yang sesuai dengan kebutuhan pasar, bandeng yang dihasilkan juga kualitasnya cukup baik.
“Pada pelaksanaanya, program ini kami sinergikan dengan beberapa pihak yang expert dibidangnya. Salah satunya kerjasama dengan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, ini menunjukan bahwa pendampingan yang kami lakukan terhadap penerima manfaat sangat serius,” ujarnya menambahkan.
Panen perdana bandeng ini menunjukan berkah luar biasa dari zakat yang ditunaikan oleh para muzzaki melalui Dompet Dhuafa Banten. Semoga program serupa maupun program-program pemberdayaan bisa terus bergulir dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan, agar kehidupan bisa meningkat, keilmuan naik derajat, bukti berkah dan manfaat zakat. (red/fid)
Bisnis6 hari agoBRI Life Gelar “The Board’s Charity Engagement”
Lifestyle3 hari ago7 Alasan Kenapa Kamu Harus Mengunjungi Songkran Festival
Bisnis6 hari agoManfaat Utama Promo Ramadhan di Blibli
Nasional6 hari agoSelama Ramadan, AQUVIVA Hadirkan Sejuknya Air Mineral ke 321 Masjid di Indonesia
Hukum6 hari agoLewat Apel Siaga Kamtibmas, Polres Tangsel Gaungkan “Jaga Warga – Jaga Tangsel”
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 H Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026
Hukum6 hari agoPolres Tangsel Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Etomidate
Bisnis6 hari agoGerakan Masjid Bersih 2026, Wipol Bersihkan 54.000 Masjid













