PCNU Tangsel Bahas Program Kerja Prioritas Lima Tahun Kedepan

By: Sabtu, 13 Maret 2021

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengelar rapat pleno pertama di wisma Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah, Banten, Sabtu (13/3). Rapat pleno dihadiri jajaran PCNU, MWCNU, Lembaga NU dan Badan Otonom (Banom) NU dan membahas program kerja prioritas lima tahun kedepan.

“Rapat pleno adalah ruang kita untuk evaluasi dan menata gerakan kita. Dan ini juga di atur dalam AD/ART NU, setidaknya dilakukan setahun dua kali dalam kepengurusan PCNU,” terang Rais Suriyah KH Zainuddin Abdullah melansir dari laman nu.banten.or.id.

Rapat pleno kali ini juga dijadikan ajang temu tokoh nasional, hadir beberapa tokoh seperti wakil ketua MPR RI H Jazilul Fawaid, Kepala Kemenag provisnsi Banten H Nanang Fatchurochman, Kepala Kemenag Kota Tangsel H Abdul Rojak, Walikota Tangsel diwakili oleh Asisten Daerah 1 (Asda 1) serta perwakilan dari Polres Tangsel dan tamu undangan lainya.

Ketua PCNU Tangsel KH Abdullah Masud menjelaskan, bahwa PCNU Tangsel menyiapkan kader-kader terbaik yang ditempatkan pada 17 lembaga di bawah kepengurusan PCNU, tinggal satu lembaga yang belum terbentuk yaitu Lembaga Falakiyah.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa untuk pengurus PCNU Kota Tangsel, sebelumnya, sering saya sampaikan bahwa pengurus PCNU Kota Tangsel memiliki prioritas program untuk 5 tahun kedepan. Pertama penguatan struktur, baik lembaga NU, MWCNU, Ranting NU hingga anak Ranting NU (Tingkat RW),” terang KH Abdullah Masud.

Dirinya menjelaskan dalam bidang pendidikan, PCNU Tangsel memiliki LP Ma’arif NU yang memastikan adanya satuan pendidikan dasar dan menengah NU di Tangsel. dan untuk mendampingi kalangan pesantren ada RMI NU, serta LPTNU yang akan membidani perguruan tinggi NU di Tangsel. Dan dalam bidang ekonomi, ada LPNU, bidang kesehatan, ada LKNU, dan LPBI NU yang membidangi penangulangan bencana, serta lembaga NU lainya dengan pembidangan masing-masing.

“Di rapat pleno ini kami minta kepada setiap ketua lembaga untuk mempresentasikan program kerjanya, agar saling bersinergi antar satu sama lain. Contoh kecilnya, lembaga LKNU ingin membangun rumah sakit atau klinik, nanti bagian LWP NU, akan menyiapkan tanah untuk di bangun RS tersebut, itu merupakan salah satu contoh kolaborasi antar lembaga,” tutur ketua PCNU.

Dalam rapat pleno yang diadakan dengan prokes ini, jajaran MWC NU juga melaporkan program-program yang telah dilakukan, dan yang sedang berjalan. Dan banom NU yang sudah terbentuk juga dimintakan laporan dan program kerjanya yang sudah berjalan.

“Saya juga melaporkan, bahwasnya untuk menunjang program PCNU, kita sudah membentuk 52 ranting dari 54 ranting, ini merupakan aset yang luar biasa, untuk melanjutkan program nu di akar rumput,” terang KH Abdullah Masud.

Terakhir, Ketua PCNU Tangsel mengutarakan. Mengabdi di NU tidak harus menjadi pengurus besar, namun bisa melalui ranting yang lebih berdampak kepada masyarakat. (red/fid)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *