Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Tangsel tahun Anggaran 2016 dalam Rapat Paripurna di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Kecamatan Setu, Senin (10/7/2017).
Dalam menyampaikan pidato jawaban atas pandangan umum fraksi tersebut dalam rapat paripurna, Walikota dan Wakil Walikota Tangsel melakukan secara bergantian dihadapan Ketua beserta para anggota DPRD dari berbagai fraksi di Kota Tangsel. Pandangan umum fraksi tersebut terdiri dari kendala dan prestasi terhadap pelaksanaan APBD tahun anggaran 2016 yaitu tentang Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA), Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lain-lain.
Walikota Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa dirinya mengakui APBD 2016 terdapat SILPA. Airin menjelaskan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi SILPA.
“Diantaranya adalah pelampauan pendapatan daerah, adanya efisiensi belanja dan pertimbangan efektifitas pelaksanaan kegiatan, serta keterlambatan petunjuk teknis Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Airin.

Selain itu, terkait dengan Peningkatan Pendapatan Daerah, Airin menyampaikan bahwa pemerintah kota Tangsel telah berupaya memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan peraturan yang berlaku salah satunya pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Barang Milik Daerah (SIMBADA), serta pemanfaatan Sistem Perizinan Online.
Diakhir laporannya, Airin mengucapkan terima kasih kepada para fraksi atas apresiasinya terhadap Pemerintah Kota Tangsel tentang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016 dan peningkatan PAD serta sistem informasi yang terintegrasi dengan menggunakan SIMRAL.
Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie dalam pidatonya juga melaporkan bahwa terkait dengan permasalahan yang ada di Kota Tangsel selama pelaksanaan APBD tahun 2016, pemerintah telah berupaya sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, yaitu dalam mengatasi pengangguran dalam usia produktif di Kota Tangsel, pemkot melalui Dinas Ketenagakerjaan telah memberikan upaya seperti membuat pelatihan dan mengadakan Job Fair setiap tahun. Selain itu, terkait dengan TPA Cipeucang yang menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, upaya yang dilakukan Pemkot adalah optimalisasi pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi terbaru melalui pola kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), mengefektifkan program TPS 3R, mengembangkan bank sampah, pengembangan industri pengolahan sampah berbasis daur ulang. (pr/fid)
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Nasional4 minggu agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional4 minggu agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Nasional4 minggu agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport4 minggu agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Bisnis4 minggu agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan














