Connect with us

Lifestyle

Pemberian Susu Formula pada Bayi dengan Kondisi Tertentu

ASI memang jadi nutrisi terbaik untuk bayi. Namun, kondisi kesehatan tertentu membuat ibu mau tidak mau terpaksa memberikan susu formula kepada sang buah hati. Kondisi apa saja yang membuat pemberian susu formula pada bayi menjadi langkah yang harus diambil?

Mengetahui ragam kondisi untuk pemberian susu formula pada bayi

Pemberian ASI pertama kali saat bayi baru lahir merupakan momen terpenting bagi bayi dan ibu. Kolostrum, yakni ASI pertama yang diterima bayi dapat membantu pembentukan antibodi. Dengan begitu, tubuh bayi mampu melawan infeksi.

ASI eksklusif tentu menjadi dambaan bagi hampir setiap ibu, terlebih jika mampu memberikannya hingga usia 2 tahun. Namun, beberapa kasus kesehatan tertentu, pemberian susu formula direkomendasikan pada bayi.

Advertisement

Berikut kondisi yang diperlukan pemberian susu formula pada bayi.

1. Bayi dengan galaktosemia

Ada beberapa bayi yang terlahir dengan galaktosemia pada kasus yang jarang. Ini merupakan kondisi metabolik yang membuat tubuh bayi tidak dapat memproses galaktosa (komponen gula di dalam ASI maupun susu formula) menjadi energi dalam tubuhnya.

JIka tidak segera ditangani, anak bisa mengalami gangguan perkembangan, katarak, gangguan liver, dan ginjal.

Salah satu solusi untuk menangani kondisi ini pada bayi adalah dengan pemberian susu formula berbahan soya, diikuti dengan pengobatan lainnya.

Advertisement

ASI mengandung laktosa tinggi sehingga bayi harus disapih, diberi susu tanpa laktosa. Selanjutnya, anak Anda perlu dilatih untuk menjalani pola makan (diet) tanpa galaktosa sepanjang hidupnya.

2. Penyakit maple syrup urine

Pemberian susu formula juga disarankan pada bayi dengan penyakit maple syrup urine. Kondisi ini membuat tubuh tak mampu memproses asam amino secara sempurna. Biasanya, hal ini ditandai dengan aroma manis yang keluar dari urine bayi.

3. Fenilketonuria

Fenilketonuria merupakan kelainan yang jarang ditemui diakibatkan oleh kelainan gen. Kondisi ini menyebabkan fenilalanin menumpuk di dalam tubuh. Pemberian susu formula untuk bayi dengan kondisi ini biasanya dilakukan secara selang-seling dengan ASI.

Bayi dengan kondisi ini masih bisa mendapatkan ASI karena kadar fenilalanin ASI rendah dan disertai dengan pemantauan ketat kadar fenilalanin dalam darah.

Advertisement

4. Bayi prematur

Bayi yang prematur membutuhkan lebih banyak kalori, lemak, serta protein, dibandingkan bayi yang cukup bulan. Meskipun ASI prematur memiliki ketiga komponen yang dibutuhkan si kecil, ASI ini belum seoptimal pada ASI matur. Dibutuhkan waktu 3-4 minggu untuk mencapai ASI matur.

Oleh karenanya, pemberian susu formula disarankan pada bayi yang lahir prematur, dengan usia kurang dari 32 minggu dan berat kurang dari 1,5 kg. 

5. Bayi yang berisiko hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika gula darah (glukosa) di bawah angka normal. Glukosa dibutuhkan untuk mengisi energi untuk otak dan tubuh.

Kondisi ini sangat mungkin bagi bayi yang baru lahir. Hal ini dapat menyebabkan kondisi bayi gemetaran, kulit berwarna biru pucat, kesulitan bernapas, dan kesulitan mencerna makanan.

Advertisement

Pada bayi yang berisiko hipoglikemia, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian susu formula sedini mungkin. Cara lain yang bisa dilakukan dengan pemberian glukosa melalui infus.

6. Hiperbilirubinemia

Hal ini terjadi karena ASI ibu belum banyak diproduksi dan bayi belum menyusui secara efektif. Biasanya hal ini ditandai dengan kulit bayi berwarna kuning dan bilirubin yang lebih dari 20,25 mg/dL pada bayi yang lahir cukup bulan.

Cobalah menghentikan ASI 1-2 hari, sambil sementara diberi susu formula. Jika bilirubin menurun, pemberian ASI dapat dimulai kembali.

7. Kondisi lainnya

Ada beberapa kondisi lainnya yang mengharuskan pemberian susu formula pada bayi. Misalnya, bayi yang bergejala dehidrasi.

Advertisement

Bayi dengan kondisi ini ditandai dengan BAB yang lambat keluar atau masih mekonium (feses pertama), sekalpun bayi sudah berusia lebih dari 5 hari.

Kondisi lain yang memerlukan pemberian susu formula pada bayi, ketika beratnya turun 8-10%, sebab ibu mengalami laktogenesis atau produksi ASI yang lambat. 

Ibu yang terpisah dari bayi, ataupun bayi yang memiliki kelainan kongenital (seperti bibir sumbing) juga bisa menjadi dasar untuk pemberian susu formula pada bayi.

Namun, pemberian susu formula pada bayi, ada baiknya mendapatkan saran dari dokter anak. Anda sebaiknya mengikuti anjuran yang diberikan dokter anak terkait aturan pemberian susu formula. Dengan begitu, tumbuh kembangnya dapat lebih optimal.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional5 jam ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional9 jam ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan13 jam ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan13 jam ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan13 jam ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan13 jam ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan15 jam ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan15 jam ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport16 jam ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport16 jam ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport17 jam ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport17 jam ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif17 jam ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini1 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional1 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif2 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif2 hari ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional2 hari ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional2 hari ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional2 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer