Pemerintahan
Pengurus ASITA Tangsel Periode 2014-2018 Dikukuhkan

Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang Selatan menfasilitasi pelantikan pengurus asosiasi bisnis pariwisata sekaligus memberikan program pelatihan. Program ini sangat penting dalam menyongsong era pasar bebas, di mana persaingan industri bisnis biro jasa perjalanan atau tour and travel semakin ketat.
Hingga kini tercatat sudah ada 120 badan usaha berskala kecil hingga besar. Tidak sedikit biro perjalanan yang memanfaatkan kecanggilan teknologi multimedia secara online. Karenanya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kota Tangerang Selatan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada 45 anggota pelaku usaha bisnis sektor pariwisata.
Walikota Airin Rachmi Diany, mengutarakan, bahwa ASITA punya peranan strategis dalam memajukan bidang pariwisata di Provinsi Banten, khususnya Kota Tangerang Selatan. Apalagi organisasi tersebut menaungi beberapa orang anggota pengurus yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), sehingga dituntut mampu memberikan benefit.
“Benefit tersebut tentunya dengan memaksimalkan wisata yang ada di Tangsel atau Banten,” utara Walikota Airin di Hotel Mercure Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara, Jum’at, 21 November 2014.
Diakuinya, Kota Tangerang Selatan memang tidak mempunyai tujuan wisata yang besar. Namun, paling tidak bisa menjadi jendela dunia. “Kedepan kami akan jadikan Banten sebagai tujuan dari para tamu mancanegara untuk melihat wisata di daerah Banten,” terang Walikota Airin.
Di tempat yang sama, Ketua ASITA Kota Tangerang Selatan, Titus Indrajaya menjelaskan, dari jumlah 120 biro perjalanan tersebut tak semuanya memberikan kontribusi positif bagi daerah lokasi usahanya.Seperti tidak mengantongi perizinan usaha resmi dan membayar pajak daerah.
Serta menerapkan standar prosedur baku seperti yang telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. “Oleh karena itu kami tujuan kami memberikan sosialisasi kepada para biro jasa perjalanan. Agar mereka mendapatkan kompetensi yang telah sesuai diatur oleh undang-undang,” jelas Titus.
Anggota ASPPI Hanif B Sunaryo, mengaku bila kini permintaan pasar terhadap jasa pariwisata semakin tinggi. Termasuk permintaan pelayanan prima dari pangsa pasar masyarakat di wilayah Asean. Hal inilah membuat dirinya memilih untuk aktif dalam mengembangkan bisnis biro perjalanan yang sudah lama digeluti.
“Sainganpun akan lebih banyak. Oleh sebab itu jasa travel harus mempunyai kopetensi standar pariwisata agar para pelaku usaha dapat bekerjasama dengan negara-negara asing.” saran Hanif. (*/ris/kt)
Bisnis6 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan6 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan7 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan7 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta7 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport7 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport7 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport7 hari agoKapten Persita Tangerang Minta Maaf Gagal Penuhi Target BRI Super League 2025/26





















