Pentingnya Membiasakan Anak Cuci Tangan Pakai Sabun

By on Rabu, 16 Oktober 2019

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan anak membuatnya banyak bersentuhan langsung dengan benda-benda lain. Hal ini menyebabkan si kecil begitu rentan terpapar kuman yang membahayakan kesehatannya. Kuman biasanya terserap ke dalam tubuh melalui telapak tangan. Oleh karena itu, menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif agar anak Anda terhindar dari serangan penyakit.

Kenapa anak harus cuci tangan pakai sabun?

Kuman penyakit, termasuk bakteri dan virus, sudah berevolusi. Keduanya bermutasi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh manusia sehingga lebih sulit untuk dibasmi.

Ditemui dalam acara konferensi pers Hari Cuci Tangan Sedunia yang diadakan di bilangan Menteng, Jakarta Selatan (15/10), dokter spesialis anak Kanya Fidzuno, Sp. A menyatakan pentingnya cuci tangan pakai sabun.

Kepada Hello Sehat, ia menuturkan bahwa evolusi ketahanan kuman penyakit ditunjukkan dengan peningkatan jumlah penyakit infeksi atau penyakit menular yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Anak-anak termasuk golongan yang paling berisiko terjangkit penyakit apabila lalai menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PBHS), salah satunya dengan mencuci tangan.

“Anak yang tidak terbiasa cuci tangan pakai sabun sangat berisiko terkena penyakit, seperti flu, pilek, diare, dan konjungtivitis (peradangan pada mata). Anak-anak yang sebagian besar aktivitasnya dihabiskan di luar rumah, juga rentan kena diare. Dalam data yang dirilis UNICEF sendiri, terdapat 440.521 anak di dunia yang meninggal akibat diare,” ujar Kanya.

Penggunaan sabun dan air untuk cuci tangan adalah kombinasi yang ampuh untuk membersihkan kuman-kuman yang menempel pada tangan. “Biasakan anak untuk cuci tangan pakai sabun. Alangkah lebih baik jika menggunakan sabun cuci tangan khusus karena telah mengandung zat antiseptik yang dikhususkan untuk meminimalisir serangan infeksi rotavirus penyebab penyakit menular.”

Anda juga sebaiknya mengajak anak Anda untuk membilas tangannya yang bersabun dengan air mengalir, bukan dengan air rendaman.

“Aliran air akan menyapu seluruh kuman penyakit yang terangkat oleh sabun. Itu sebabnya, cuci tangan dengan air kobokan tidak ampuh membersihkan kuman,” tambahnya.

Tapi, jangan sampai cuci tangan berlebihan….

Cuci tangan pakai sabun memang sebaiknya dilakukan secara rutin oleh anak. Namun, tak perlu terlalu sering karena sebenarnya paparan kuman juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kuman.

“Di dalam tubuh terdapat kuman baik yang mampu menjaga kesehatan, begitu juga dengan sistem pertahanan tubuh yang dapat mematikan infeksi kuman berbahaya. Jika terlalu berlebihan melindungi diri, tubuh malah jadi tidak kebal terhadap kuman,” ungkap Kanya.

Sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengajak anak cuci tangan dengan sabun. Sebaiknya, Anda dan anak Anda cuci tangan pada waktu-waktu berikut:

  1. Sebelum dan sesudah makan
  2. Selesai beraktivitas, seperti belajar atau bermain
  3. Sepulang sekolah atau beraktivitas di luar rumah
  4. Ketika hendak tidur di malam hari
  5. Sehabis menyentuh benda-benda kotor, seperti membuang sampah

Pastikan pula Anda tidak melakukan kesalahan yang umumnya dilakukan saat mencuci tangan. Gosok pula kedua telapak tangan hingga ke sela-sela jari.

Untuk membersihkan ibu jari, lakukanlah gerakan memutar sehingga seluruh bagiannya terkena sabun. Punggung jari dapat dibersihkan dengan menggunakan gerakan mengunci.

Tips memilih sabun cuci tangan untuk anak

Tidak hanya ampuh membasmi kuman dan mencegah anak terserang sakit, cuci tangan pakai sabun merupakan upaya pencegahan yang praktis dan murah.

Anda sebenarnya bisa pakai sabun apa pun, tapi sabun khusus untuk cuci tangan merupakan pilihan tepat karena telah diformulasikan khusus untuk melawan kuman yang kerap menempel di tangan.

Namun bagaimana jika anak memiliki kulit yang sensitif atau alergi terhadap bahan kimia tertentu? Dokter Kanya menyarankan untuk menggunakan sabun hipoalergenik yang biasanya tidak mengandung pewangi dan kandungan antiseptiknya juga telah disesuaikan dengan sensitivitas kulit si kecil.

Kabartangsel.com

Source