Connect with us

Lifestyle

Penyakit Parkinson, Berbahaya Tidak, Ya?

Salah satu penyakit yang berkaitan dengan saraf adalah penyakit Parkinson. Penyakit ini mungkin lebih sering ditemukan pada lansia. Namun, tahukah Anda jika penyakit ini bisa menyerang siapa saja di usia berapapun? Lalu apakah Parkinson adalah penyakit yang berbahaya?  Simak penjelasan saya berikut ini.

Mengenal lebih ‘dekat’ dengan parkinson, salah satu penyakit kelainan saraf

Parkinson adalah penyakit kelainan saraf yang sifatnya progresif. Artinya, penyakit ini akan berkembang dan menjadi semakin berat seiring berjalannya waktu. Biasanya, saat penderita Parkinson bertambah usia, bertambah pula tingkat perburukan dari penyakit Parkinson yang dideritanya.

Parkinson sering kali dianggap penyakit yang berbahaya. Tetapi, penyakit ini pada prinsipnya disebabkan oleh satu hal. Penyebab dari penyakit Parkinson adalah terjadinya ketidak seimbangan zat kimia pada otak, yaitu jumlah dopamin yang lebih rendah dibandingkan asetilkolin.

Advertisement

Normalnya, jumlah dopamin dan asetilkolin di dalam otak adalah sama atau seimbang. Namun, pada penderita Parkinson, jumlah dopamin lebih rendah dibanding asetilkolin, sehingga terjadi ketidak seimbangan yang menjadi pemicu dari penyakit ini.

Parkinson biasanya ditandai dengan sekumpulan gejala yang disebut dengan TRAP. TRAP adalah singkatan dari tremor atau tangan gemetar, rigiditas atau kekakuan, akinesia atau gerakan melambat, dan postural imbalance atau kehilangan keseimbangan.

Namun, bukan berarti jika seseorang mengalami salah satu dari gejala tersebut, orang tersebut sudah pasti mengalami Parkinson, yaitu penyakit yang dianggap bahaya ini. Pasalnya, jika gejala-gejala tersebut muncul bukan karena adanya ketidak seimbangan, maka tidak bisa disebut sebagai penyakit Parkinson.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang penyakit parkinson

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa Parkinson adalah penyakit keturunan. Maka, saat seseorang menderita penyakit yang dianggap berbahaya ini, belum tentu keturunannya akan mengalami penyakit Parkinson juga.

Advertisement

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, kadar dopamin pada otak memang menjadi satu-satunya pemicu timbulnya Parkinson. Namun, kadar dopamin yang lebih rendah dari takaran normalnya dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kondisi substantia nigra, yaitu otak bagian tengah tempat dopamin diproduksi. Jika substantia nigra rusak, maka produksi dopamin akan terganggu.

Kerusakan substantia nigra bisa terjadi karena beberapa hal berikut.

  • Bawaan lahir, atau otak bagian tengah tidak berkembang dengan baik.
  • Terjadi benturan di bagian kepala dan menyerang substantia nigra.
  • Stroke. Biasanya, kondisi pasca stroke menyebabkan gangguan aliran darah, sehingga pembuluh darah di bagian otak terganggu hingga merusak otak bagian tengah atau substantia nigra.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa penyakit Parkinson juga bisa menjadi akibat dari penyakit lain yang menyebabkan kerusakan substantia nigra. Jika seseorang sudah terserang penyakit ini, Parkinson yang disebut sebagai penyakit aging ini akan berkembang seiring bertambahnya usia penderita.

Selain itu, ada juga pengaruh gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini. Seringnya terpapar polusi, kebiasaan merokok dan makan makanan sembarangan dapat menyebabkan seseorang terpapar radikal bebas yang cukup tinggi, sehingga risiko terjadinya kerusakan otak pun meningkat. Kerusakan otak bisa terjadi pada bagian substantia nigra, sehingga kemungkinan adanya masalah produksi dopamin pun juga ikut meningkat.

Itulah sebabnya, lebih baik menjalani pola hidup sehat dan menghindari gaya hidup yang kurang sehat. Lalu, apakah penyakit Parkinson adalah penyakit yang berbahaya?

Advertisement

Parkinson termasuk penyakit yang berbahaya

Parkinson adalah penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi saat seseorang sudah menurun kualitas hidupnya, maka ia tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti yang dilakukan orang pada umumnya.

Misalnya, saat sehat, penderita bisa mengancingkan pakaiannnya sendiri. Sementara, saat terserang penyakit Parkinson, penderita bahkan kesulitan untuk melakukan hal tersebut. Padahal, mengancingkan pakaian bukan perkara yang sulit. Apalagi jika dibandingkan dengan kegiatan sehari-hari lainnya seperti memasak dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, Parkinson mungkin bisa dianggap berbahaya karena dapat berkembang seiring berjalannya waktu, dan perlahan-lahan ‘menggerogoti’ hidup penderitanya. Dalam arti, sedikit demi sedikit, penyakit ini akan semakin menghambat aktivitas hidup penderitanya. Karena penyakit ini bukan penyakit yang bisa disembuhkan, maka penderita Parkinson mau tidak mau akan mengalami penurunan kualitas hidup ini.

Selain itu, penyakit yang dianggap berbahaya ini juga bisa menyebabkan penyakit lain yaitu dementia Parkinson. Saat seseorang sudah menderita dementia Parkinson, maka tidak hanya gerak tubuhnya saja yang mengalami perubahan, namun juga menyerang memori dan menyebabkan adanya perubahan perilaku dan emosi.

Advertisement

Metode pengobatan penyakit parkinson yang bisa digunakan untuk menghambat perkembangannya

Meski Parkinson termasuk berbahaya karena tidak bisa disembuhkan dengan total, penyakit ini bisa dihambat dengan berbagai cara. Salah satunya adalah penggunaan obat-obatan. Fungsi obat-obatan ini memang bukan untuk menyembuhkan melainkan untuk menghambat perkembangannya saja. Obat-obatan yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

  • Agonis dopamine, yaitu jenis obat-obatan yang merangsang produksi dopamin di dalam otak.
  • Levodopa, yaitu obat yang mengandung dopamin itu sendiri
  • Obat kombinasi, yaitu kombinasi antara dopamin dengan zat lain yang dapat mencegah pemecahan dopamin sebelum sampai di otak. Zat-zat tersebut termasuk entakalpon dan benserazide yang biasanya digunakan dengan cara dicampur dengan dopamin dalam satu obat.
  • Anti oksidan dosis tinggi

Sementara, ada obat-obatan lain yang digunakan untuk mengatasi gejala TRAP. Biasanya, penggunaan obat ini disesuaikan dengan gejala yang dialami oleh masing-masing orang. Fungsi obat simtomatis ini juga untuk menghentikan masing-masing gejala.

Selain obat-obatan, ada pula metode pengobatan lain yang bisa dilakukan untuk menghambat Parkinson, penyakit yang bisa dianggap berbahaya ini. Metode ini disebut deep brain stimulator. Metode ini adalah sebuah prosedur operasi, di mana dalam otak penderita ditanamkan alat yang berfungsi untuk menstimulasi pembentukan dopamin dalam otak.

Kegiatan olahraga juga bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala-gejala yang dialami oleh penderita Parkinson, seperti mencegah kekakuan, mencegah gerakan lambat, atau membantu mengatasi tremor. Namun, penderita hanya boleh melakukan kegiatan olahraga semampunya saja.

Source

Advertisement
Pemerintahan6 jam ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan8 jam ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan8 jam ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport1 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport1 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport1 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten1 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional1 hari ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hukum1 hari ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional2 hari ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Nasional2 hari ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 hari ago

Dari Masjid untuk Masa Depan Digital, Diskominfo Tangsel Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center

Nasional2 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 hari ago

KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Sport3 hari ago

Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0: Macan Kemayoran Tampil Menggila

Sport3 hari ago

Hasil Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0

Pemerintahan4 hari ago

Berkolaborasi dengan Gerakan Pejuang Subuh, Tangsel Digital Academy Lanjut di Masjid At-Taubah Pamulang

Serba-Serbi3 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Pemerintahan2 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Sport3 minggu ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten5 hari ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Serba-Serbi3 minggu ago

Apa Itu DESIL?

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan3 minggu ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Populer