Lifestyle
Penyebab Bayi Sering Muntah yang Perlu Anda Ketahui

Mendapati bayi mengalami muntah sesudah atau saat makan mungkin sering ditemukan sebagian besar ibu. Penyebab anak sering muntah dapat disebabkan oleh berbagai hal, bahkan muntah dapat terjadi meski si Kecil tidak mengalami masalah kesehatan sama sekali atau yang biasa disebut gumoh.
Perbedaan muntah dan gumoh
Sebelum lebih lanjut membahas penyebab anak sering muntah, Anda perlu mengetahui perbedaan muntah dan gumoh. Keduanya sama-sama menyebabkan si Kecil mengeluarkan kembali makanan atau minuman yang telah dikonsumsi (umumnya susu). Oleh karena itu, mungkin Anda akan sedikit kesulitan untuk membedakannya.
Perbedaan utama muntah dan gumoh adalah proses bagaimana cairan keluar. Gumoh biasanya terjadi sebelum atau sesudah bayi bersendawa dan keluar dengan tanpa paksaan seperti mengalir begitu saja. Gumoh sangat umum terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun.
Sedangkan muntah terjadi karena paksaan. Paksaan ini berasal dari otot-otot di sekitar perut yang mendapat perintah dari otak untuk mengeluarkan isi perut. Muntah pada bayi akan terlihat seperti gumoh yaitu berwarna putih seperti susu, tetapi bercampur cairan bening yang berasal dari perut.
Penyebab anak sering muntah
Berikut beberapa penyebab atau alasan mengapa si Kecil mengalami muntah-muntah:
1. Kesulitan makan
Bayi perlu mempelajari semua hal dari awal termasuk cara makan dan menjaga susu agar tetap berada dalam perut. Setelah diberikan susu, si Kecil mungkin sesekali muntah atau gumoh. Proses ini berlangsung selama bulan pertama setelah bayi dilahirkan.
Penyebab anak sering muntah ini adalah perut si Kecil yang masih belum terbiasa mencerna makanan. Mama dapat membantu memudahkan proses pencernaan pada perut si Kecil dengan memilih susu yang lebih mudah dicerna yaitu susu protein formula hidrolisat parsial.
Selain organ dalam, bayi masih perlu mempelajari bagaimana cara minum susu secara perlahan dan tidak dalam jumlah yang banyak sekaligus.
Namun untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat, tentu disarankan untuk menemui dokter anak. Anda dapat mengetahui apakah si Kecil hanya gumoh atau mengalami muntah-muntah pertanda kondisi kesehatan lain.
2. Gastroenteritis
Dikenal juga sebagai “tummy bug” atau “stomach flu” merupakan penyebab anak sering muntah paling umum. Sistem kekebalan tubuh si Kecil masih berkembang sehingga rentan terkena virus. Saat terkena virus, si Kecil mungkin mengalami siklus muntah-muntah yang datang dan pergi selama 24 jam.
Gejala lain yang mungkin dialami bayi yang berlangsung selama 4 hari atau lebih seperti:
- Diare ringan
- Mudah menangis
- Nafsu makan berkurang
- Nyeri atau kram pada perut
Biasanya, virus tidak akan mengakibatkan kondisi kesehatan yang lebih parah dan Anda hanya perlu merawat si Kecil di rumah. Akan tetapi, jika bayi mengalami demam, gejala dehidrasi, atau gejala lain yang mengkhawatirkan dan tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, hubungi dokter anak segera.
3. Refluks pada bayi
Bayi juga dapat mengalami refluks asam atau GERD seperti halnya orang dewasa. Refluks menyebabkan si Kecil mengalami muntah-muntah di beberapa minggu atau bulan awal kehidupan.
Penyebab anak sering muntah karena refluks asam terjadi ketika otot di bagian atas lambung terlalu rileks. Memicu bayi untuk muntah sesaat setelah makan atau menyusui. Ditambah lagi, perut si Kecil belum sepenuhnya berkembang untuk bisa mencerna beberapa jenis protein. Untuk menghindari terjadinya refluks asam, Anda perlu lebih teliti dalam memilih makanan atau susu yang mudah dicerna seperti protein terhidrolisa parsial karena protein ini telah dipecah menjadi partikel yang lebih kecil.
ASI tentu merupakan sumber nutrisi terbaik untuk si Kecil. Namun, jika si Kecil membutuhkan suplemen berupa susu formula, Anda perlu memilih produk yang mudah untuk dicerna, biasa dikenal dengan formula hidrolisat parsial.
Formula ini (disebut juga PHP) mengandung molekul protein yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dicerna dan membantu mencegah si Kecil untuk muntah dikarenakan refluks asam dan sistem pencernaan yang belum sempurna. Usahakan untuk tetap mengikuti anjuran dari dokter dalam memilih susu formula hidrolisat parsial.
Apabila si Kecil hanya gumoh atau muntah tetapi tidak menunjukan gejala lain, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini wajar dan normal terjadi. Di sisi lain, apabila si Kecil menunjukan tanda-tanda seperti:
- Muntah lebih banyak (lebih dari gumoh), sering dan secara terpaksa
- Muntah berwarna hijau atau sedikit kuning
- Muntah disertai darah
- Menunjukan gejala dehidrasi
- Menolak untuk diberi makan
- Menunjukan gejala yang janggal
Segera hubungi dokter anak karena muntah yang si Kecil alami sudah tidak normal dan perlu penanganan medis.
Kabartangsel.com
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku





























