Connect with us

Lifestyle

Perbedaan Stunting dan Pendek Biasa Pada Anak

Sama-sama identik dengan tubuh yang tidak tinggi, membuat stunting dan pendek kerap disamaartikan. Bahkan bagi yang belum paham di mana letak perbedaan stunting dan tubuh pendek mungkin akan mengira bahwa keduanya sama saja.

Padahal sebenarnya, tubuh anak yang stunting dan pendek biasa memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hal tersebut yang juga akan memengaruhi penanganan kedua kondisi ini.

Tampak sama, ini perbedaan stunting dan pendek

Selain dari berat badan, faktor lain yang turut menentukan nutrisi anak sudah sesuai atau belum dapat dilihat dari tinggi badannya. Seorang anak dikatakan bergizi baik ketika tinggi badan sesuai dengan berat badannya, atau tinggi badan setara dengan usianya.

Jika dua hal tersebut tidak terpenuhi, anak bisa saja digolongkan ke dalam stunting maupun tubuh pendek. Namun, tubuh yang pendek biasa dan stunting tidaklah sama. Untuk mengetahuinya, berikut serangkaian perbedaan antara stunting dan pendek biasa pada anak.

Advertisement

1. Beda penyebabnya

7 penyebab anak pendek

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah masalah kurang gizi kronis pada anak karena kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Akibatnya, anak mengalami gangguan pertumbuhan yang membuat tinggi badannya lebih rendah atau pendek dibandingkan teman-teman seusianya.

Bukan hanya karena asupan gizi yang kurang, stunting juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit infeksi berulang dan berat badan lahir rendah (BBLR). Ibu hamil yang tidak memperhatikan asupan gizi diri dan bayinya selama kehamilan juga berisiko menyebabkan pertumbuhan anak terganggu, sehingga menyebabkan stunting.

Advertisement

Butuh waktu cukup lama sampai semua hal penyebab stunting tersebut memengaruhi tinggi badan anak. Dengan kata lain, anak yang mengalami stunting biasanya telah mengalami kondisi kurang gizi dalam masa pertumbuhannya untuk waktu yang tidak sebentar.

Sementara anak dengan tubuh pendek biasa berbeda dengan stunting, umumnya anak bertubuh pendek tidak dikarenakan kekurangan asupan gizi, penyakit infeksi, dan BBLR.

Tubuh pendek biasa mungkin disebabkan oleh faktor genetik alias keturunan dari orangtuanya yang juga bertubuh pendek. Pasalnya, tubuh pendek merupakan salah satu ciri fisik yang mudah diturunkan dari orangtua ke anak.

2. Beda gejala dan kondisinya

nutrisi untuk anak stunting

nutrisi untuk anak stunting

Dari segi fisik, sekilas tidak ada perbedaan yang cukup signifikan antara anak yang mengalami stunting dan bertubuh pendek biasa. Ini karena baik stunting maupun tubuh pendek sama-sama membuat ukuran tinggi badan cenderung berada di bawah rata-rata, bahkan susah bertambah tinggi.

Advertisement

Namun, ketika dilakukan pemeriksaan saat ini dan masa lampau, tumbuh kembang anak yang mengalami stunting sebenarnya sudah terhambat sejak dulu. Indikator yang biasanya dipakai untuk menilai kemungkinan stunting pada anak, dengan menggunakan tinggi badan berbanding usia (TB/U).

Anak dinyatakan memiliki tubuh stunting saat grafik pertumbuhan tinggi badan sesuai usianya berada di angka kurang dari -2 SD. Secara umumnya, gejala atau tanda-tanda stunting bisa meliputi beberapa hal, seperti:

  • Tinggi badan tidak setara dengan teman-teman seusianya.
  • Berat badan rendah dan sulit naik.
  • Mengalami hambatan pada pertumbuhan tulang.
  • Perkembangan tubuh anak terhambat, misalnya telat mengalami menstruasi untuk pertama kali (menarche).
  • Anak gampang terkena penyakit infeksi.

Ciri itulah yang menjadi perbedaan antara stunting dan pendek biasa pada anak. Jika tubuh anak hanya pendek biasa alias tanpa mengalami stunting, gejalanya tentu berbeda dengan stunting.

Anak yang bertubuh pendek biasa, hanya akan bertubuh pendek. Namun, berat badannya tidak selalu rendah, bahkan bisa saja lebih. Anak juga belum tentu telat saat menstruasi pertama kali, dan ia tidak selalu mudah terserang penyakit infeksi.

Jadi, untuk mengetahui apakah tubuh pendek yang anak Anda alami ini biasa atau mengarah pada stunting, sebaiknya periksakan ke dokter.

Advertisement

3. Beda dampak jangka panjangnya

stunting pada anak

stunting pada anak

Berdasarkan Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan dari Kemenkes RI, stunting bisa menimbulkan dampak jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, stunting bisa menyebabkan anak mudah sakit, serta perkembangan kognitif, motorik, dan verbalnya akan kurang optimal.

Untuk jangka panjangnya, stunting dapat berujung pada risiko postur pertumbuhan anak tidak optimal saat dewasa, maupun meningkatkan kemungkinan mengalami obesitas dan penyakit lainnya.

Bukan itu saja. Stunting nantinya juga bisa berpengaruh pada kesehatan reproduksi, menurunkan kemampuan otak, hingga membuat produktivitas kerja menjadi kurang optimal.

Hal itu juga yang menjadi perbedaan antara anak dengan tubuh pendek biasa dan stunting. Umumnya, anak yang bertubuh pendek tidak terganggu kemampuan otaknya.

Advertisement

Anak yang tubuhnya pendek biasa, dampak jangka panjanganya biasanya hanya akan membuat tinggi badan anak tidak setara dengan teman-temannya.

Selain itu, memang anak memiliki risiko masalah kesehatan tertentu, Namun, tidak berpengaruh pada penurunan kemampuan kognitifnya.

4. Beda penanganannya

anak stunting

anak stunting

Pada anak dengan tubuh pendek biasa, sebenarnya tidak ada upaya khusus yang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh anak yang pendek ini pada dasarnya tidak berbahaya atau mengancam kesehatannya.

Perbedaan penanganan inilah yang membuat orangtua perlu mengetahui bahwa stunting dan pendek bisa itu beda. Jika anak mengalami stunting dan terdeteksi sejak dini, orangtua dianjurkan untuk menerapkan pola asuh yang tepat.

Advertisement

Meliputi pemberian ASI esklusif selama 6 bulan penuh, dan makanan pendamping ASI (MPASI) sampai usianya genap 2 tahun. Intinya, anak yang stunting membutuhkan penanganan khusus. Selebihnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui perawatan apa saja yang dibutuhkan oleh si kecil.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan8 jam ago

HUT ke-81 RI, Perangkat Daerah Pemkot Tangsel Adu Kekompakan Lewat Beragam Lomba

Nasional8 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Nasional8 jam ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Nasional8 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan8 jam ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan1 hari ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Pemerintahan1 hari ago

Melalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital

Pemerintahan1 hari ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan4 hari ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan4 hari ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Pemerintahan4 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan4 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan4 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan5 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan5 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan7 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan7 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Pemerintahan1 minggu ago

Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga Ichsan: Jangan Lagi Pasang Diam-diam

Sport1 minggu ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Sport2 minggu ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Sport1 minggu ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif3 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Sport2 minggu ago

Jadwal Persib vs Persija Semifinal Piala Presiden 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Vs Persija 2-1, Maung Bandung Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Serba-Serbi3 minggu ago

Pemkot Bersama Dekranasda Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persib Bandung vs Persija Jakarta

Bisnis2 minggu ago

Kolaborasi Tokio Marine Life dan BAZNAS Jakarta Ciptakan Peluang Inklusif

Sport2 minggu ago

Prediksi Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Semifinal Piala Presiden 2026

Bisnis2 minggu ago

Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta

Sport3 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib vs Persija, Persebaya vs Arema

Serba-Serbi1 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat di Kawasan Pondok Hijau

Nasional2 minggu ago

DeepTalk Indonesia: Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Dorong Reformasi Kejaksaan, Kawal Tuntas Proses Hukum Febrie Adriansyah

Pemerintahan4 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan5 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Banten1 minggu ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Populer