Connect with us

Nasional

Pilpres Bukan Hanya Pilih Presiden, Tapi Juga Soal Jaga NKRI

BARANGKALI setelah membaca tulisan ini, saya bisa dibilang orang yang ngelantur, karena bicara tentang skenario membubarkan NKRI. Tetapi pastinya, apa yang disampaikan berbeda dengan Prabowo Subianto, yang sebelumnya pernah melontarkan pernyataan Indonesia akan bubar 2030. Bedanya kalau Prabowo yang melontarkan gaungnya membesar sampai diresponi menjadi polemik di lini masa. Sementara jika saya yang menyampaikan, resonansinya tak sebesar Prabowo.

Lantas apa bedanya saya dengan Prabowo. Saya mencoba lebih spesifik, kalau dalam istilah ekonomi, ada makro ada mikro. Mikro-nya akan lebih spesifik pada Wahabi, skenario Wahabi beserta turunannya. Meski dianggap basi, tapi buat saya tidak, karena jika diamati pergerakannya, ternyata mereka ini masih terus menggempur dengan cara yang lebih “halus” sampai kita tidak bisa membedakan apakah itu benar atau salah.

Pembahasan tentang Wahabi yang paling dominan membicarakannya adalah para penggiat/aktivis di Nahdlatul Ulama (NU), baik struktur maupun kultur. Dari berbagai diskusi panjang, saat ini telah diduga mengalir dana yang cukup besar untuk membuat Indonesia bersih dari NU. Kenapa NU, saya sebagai orang awam masih, saya masih meyakini bahwa NU menjadi garis pertahanan terakhir negara ini dalam frame NKRI. Simpelnya, “Kalau mau menguasai Indonesia, kuasai dulu NU, jika NU sudah dihancurkan, maka TNI dan POLRI bisa dikuasai.”

Coba Anda pantau upaya-upaya memberangus amaliyah dan tradisi yang dilakukan tokoh-tokoh Wahabi, selalu identik dengan tradisi maupun amaliyah yang dilakukan NU. Semisal menyebutkan bahwa ziarah kubur itu bid’ah, maulud Nabi Muhammad Saw bid’ah, mengirim Al Fatihah kepada orang yang sudah meninggal tidak akan sampai karena kalau sudah meninggal ya, maka semua amal terputus.

Advertisement

Sementara ada hadist yang mengatakan bahwa ada tiga amalan yang akan terus terhitung pahalanya meskipun kita telah meninggal, antara lain: ilmu yang bermanfaat, sedekah/sodaqoh, serta doa anak yang saleh. Sejak dulu, saya diajarkan oleh guru-guru saya, bahwa doa seorang anak kepada orangtuanya tidak akan pernah terputus, meski orangtuanya telah meninggal.

Upaya pembunuhan tradisi dan amaliyah yang berlangsung sejak 80-an itu kini semakin menjadi-jadi. Jika di era 80-an melalui media cetak, kian massif semenjak memasuki era internet. Mereka mebid’ah-bid’ahkan, men-syirik-syirikkan sampai mengkafir-kafirkan. Ironisnya umpatan itu ditujukan kepada saudaranya sendiri sesama Muslim. Sementara mereka mengaku Muslim.

Menyerang dengan Neo Cortex yang di dalam istilah para penggiat NU disebut sebagai Al Ghozwul Fikr, proxy dan psyco war, perang dengan menggunakan pemikiran, rekayasa psikologi dan intrik politik sentimen agama, fanatisme agama dan kebencian.

Serangan itu lebih spesifik kepada ulama-ulama NU dengan menebar fitnah, hoaks dan lainnya. Bahkan “mengaku-ngaku” sebagai warga Nahdliyyin juga, sementara di sisi yang lain, mereka anti terhadap Ahlusunnah Waljamaah. Makanya kesalahan sekecil apapun yang dilakukan instrumen NU, dan berpotensi untuk “digoreng” ya langsung “digoreng,” kemudian dihidangkan ke ruang publik.

Advertisement

Serangan itu tak lain bertujuan untuk menghilangkan kepercayaan umat kepada para ulama, kyai-kyai, ustadz-ustadz, habib-habib dialihkan agar lebih percaya ke para ulama yang “disetting” oleh Wahabi (dikendalikan Asing).

Klimaksnya di Pilpres 2019 kali ini. Kebetulan salah satu cawapres yang bertarung dalam kontestasi politik nasional ini tak lain adalah KH Ma’ruf Amin, mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan sekarang Mustasyar PBNU, yang dipilih oleh Jokowi, sang petahana. Sejak pertama diumumkan oleh Jokowi, langsung beredar informasi hoaks dalam bentuk meme, pesan berantai Whatsapp, pernyataan tokoh yang tujuannya melemahkan sosok Kyai Ma’ruf.

“Apapun caranya, terserah, pokoknya hancurkan figuritas ke-ulamaan Ma’ruf Amin,” begitu kata mereka (komplotan Wahabi, Red).

Opini yang mereka mainkan terhadap Kyai Ma’ruf tidak main-main, mempolitisir setelah mereka mengetahui Kyai Ma’ruf kakinya terkilir dengan membangun opini sakit keras, sakit parah. Sebelumnya video Kyai Ma’ruf cipika-cipiki dengan seorang perempuan, mereka langsung memviralkan dan membuat narasi bahwa “Inikah kelakuan seorang ulama, cipika-cipiki sembarangan di depan umum.”

Advertisement

Setelah dikonfirmasi langsung oleh Kyai Ma’ruf, ternyata sosok perempuan itu adalah sang Istri. Kemudian Kyai Ma’ruf disebut-sebut bukan sosok ulama yang mewakili umat Islam, Kyai Ma’ruf tak lebih sebagai politisi busuk, politisi berpolitik tidak santun.

Bahkan jabatannya sebagai Ketua Umum MUI pun didegradasi dengan menyebut bahwa Kyai Ma’ruf bukan Ketua Umum MUI yang dilakukan oleh ustadz-ustadz dadakan yang diduga berafiliasi dengan komplotan Wahabi.  Dalam konteks ini, Kyai Ma’ruf menjadi “sasaran tembak” komplotan itu. Selalu mem-framing Kyai Ma’ruf negatif.

Inilah yang disebut oleh Simon Dalby sebagai “The Clash of Civilitation,” sebuah skenario mengubah ideologi atas nama kebebasan demokrasi. Setelah skenario ini berhasil, maka berlanjut ke desain “The Coming Anarchy,” dengan menciptakan beragam instrumen kegaduhan.

Advertisement
Pemerintahan33 menit ago

Bali Tech Week 2026, Diskominfo Tangsel Dukung Transformasi Digital

Pemerintahan35 menit ago

Cegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Pemerintahan38 menit ago

Diskominfo Tangsel Gandeng Onno W Purbo Gelar Pelatihan AI bagi Ibu-Ibu

Pemerintahan42 menit ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Nasional2 jam ago

Prof Asep Saepudin Jahar: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

Tips14 jam ago

Tempat Jual Beli Barang Bekas di Tangerang Selatan, Ini Pilihan untuk Mencari Barang Preloved

Banten1 hari ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Pemerintahan1 hari ago

Pascaledakan Ruko Pasar Cimanggis, PIlar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pedagang

Pemerintahan2 hari ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan2 hari ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Nasional4 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport4 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport4 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport4 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport5 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport5 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport5 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport5 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Sport1 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Nasional3 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport2 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pemerintahan3 minggu ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan3 minggu ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Sport1 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Tangerang Selatan3 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pemerintahan3 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Nasional3 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Sport1 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Nasional3 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Pemerintahan2 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Populer