Polisi Ringkus Empat Wartawan Gadungan di Jakarta Barat

By: Selasa, 14 Juli 2020

Jakarta – Polsek Kalideres Jakarta Barat meringkus empat orang diduga pelaku pemerasan pedagang alat kebutuhan sekolah dengan modus mengaku menjadi polisi dan wartawan gadungan.

“Para pelaku mendatangi korban dengan tuduhan dugaan penyelewengan Kartu Jakarta Pintar (KJP), kemudian menyita KJP sebanyak 219 lembar dengan mengaku sebagai anggota Buser Polda Metro Jaya dan wartawan,” ujar Kapolsek Kalideres Kompol. Slamet Riyadi.

Para tersangka itu yakni W, A, S dan R, mengaku sedang melakukan investigasi dugaan penyelewengan KJP korban, Santi Adriani. Kejadian tersebut berlangsung pada 4 Mei sekitar pukul 14.00 WIB. Para pelaku merencanakan perbuatannya di depan sebuah mal, kemudian merencanakan dan melanjutkan aksinya pada pukul 20.00 WIB.

Dalam toko milik Santi Adriani di Jalan Manyar, Tegal Alur, Kalideres, para pelaku mengambil ratusan KJP yang diduga dititipkan para pembeli alat kebutuhan sekolah yang kurang mampu untuk menunggu pencairan dana demi pelunasan barang.

Selesai dari toko, korban diajak masuk di dalam mobil dan dibawa berkeliling hingga kawasan Grogol. Di dalam mobil tersebut dia diminta uang damai sebesar Rp. 50 juta.

“Pada saat datang ke toko, korban dituduh diduga melakukan penyelewengan dan ditakut – takuti akan diancam dan diekspos,” kata Kompol. Slamet Riyadi.

Namun, karena korban tidak memiliki uang sebesar itu sehingga terjadi kesepakatan dengan korban membayarkan uang yang dimiliki saat itu sebesar Rp. 4,5 juta.

“Dalam perkara ini memang pengungkapan cukup panjang, kita ungkap pada 12 Juni 2020. Penangkapan di beberapa tempat, dua orang di wilayah Cengkareng dan dua orang lagi di wilayah Jelambar,” ujar Slamet.

Keempat pelaku tersebut setelah dilakukan pemeriksaan memenuhi unsur pemerasan dan dilakukan penahanan sejak 13 Juni 2020. Dalam kasus tersebut masih ada dua orang lainnya yang masih dalam pencarian. Keempat tersangka tersebut terancam Pasal 368 KUHP tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun. (pmj)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *