Connect with us

Lifestyle

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Saat ini seluruh dunia tengah menanti-nanti ketersediaan vaksin COVID-19. Berbagai lembaga riset di seluruh dunia berlomba-lomba menyelesaikan pembuatan vaksin tersebut. Sementara sejumlah negara mulai ancang-ancang untuk membeli dan menyediakan vaksin bagi warganya. Tak terkecuali Pemerintah Indonesia yang telah mengumumkan akan melakukan imunisasi vaksin COVID-19 pada November 2020.

Saat ini setidaknya ada sembilan calon vaksin yang berada di tahap uji klinis fase III. Di antara calon vaksin tersebut, tiga di antaranya memang telah disetujui untuk digunakan secara terbatas atau penggunaan darurat. Tiga calon vaksin tersebut yakni vaksin CanSino Biologics dan vaksin Sinovach Biotech dari Tiongkok serta vaksin Gamaleya Research Institute dari Rusia. 

Namun belum satupun yang dinyatakan lolos uji klinis fase III dan siap diedarkan secara masif sebagai penangkal infeksi virus SARS-CoV-2.

Advertisement

Lalu, adakah risiko jika vaksin yang dinyatakan belum lolos uji klinis diedarkan secara masif? Apakah rencana Indonesia melakukan vaksinasi ini akan menyelesaikan pandemi atau justru menimbulkan masalah baru?

Rencana imunisasi vaksin COVID-19 dan protes berbagai kolegium dokter

rencana vaksin covid-19 terburu-buru yang berbahaya

Pemerintah Indonesia berencana mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 secara bertahap mulai November 2020. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, mengatakan akan memastikan ketersediaan vaksin untuk 9,1 juta orang Indonesia.

Sebagai tahap awal, sebanyak 3 juta vaksin akan tiba dalam dua tahap pada periode November dan Desember 2020. Vaksin ini merupakan vaksin yang diimpor langsung dari Sinovac Biotech, China bukan vaksin yang sedang digunakan dalam proses uji klinis tahap 3 di Bandung dalam naungan Bio Farma.

Advertisement

Sementara rencana pembelian vaksin dari AstraZeneca, CanSino, dan Sinopharm batal dilakukan karena tidak ditemukan kesepakatan bisnis. 

Vaksin dari Sinovac Biotech tersebut rencananya akan diberikan untuk tenaga kesehatan berusia 19-59 tahun dan tak memiliki penyakit penyerta (komorbid) apapun.

Rencana imunisasi vaksin COVID-19 ini dianggap terburu-buru mengingat belum ada satupun vaksin yang dinyatakan lolos semua tahapan uji. Beberapa kolegium dokter bahkan telah melayangkan surat kepada pemerintah untuk meninjau kembali rencana ini.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dalam suratnya kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) menyatakan program vaksinasi memerlukan vaksin yang telah terbukti efektif dan aman. Bukti tersebut harus melalui tahapan uji klinis yang sesuai.

Advertisement

“Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan waktu cukup sehingga tidak perlu tergesa-gesa sambil terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan,” tulis PB-PAPDI, Selasa (20/10).

Selain itu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) juga melayangkan surat serupa kepada PB-IDI. 

“PDPI Mengimbau semua jenis vaksin yang masuk ke indonesia harus melalui uji klinis pada populasi Indonesia sebelum disuntikkan ke orang Indonesia,” tulis PDPI.

Sedangkan PB-IDI secara langsung merespons ketidaksetujuan rencana ini dengan bersurat ke Kementerian Kesehatan RI. Ikatan dokter ini memberikan tiga poin rekomendasi yang patut diperhatikan dalam rencana imunisasi vaksin COVID-19 agar aman dan tidak terburu-buru. 

Advertisement

IDI menekankan harus adanya bukti keamanan, imunogenitas, dan keefektifan vaksin melalui hasil uji klinis fase 3 yang telah dipublikasikan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Advertisement

Risiko penggunaan vaksin yang belum lolos uji klinis

Vaksin COVID-19 Indonesia terburu-buru

Vaksin COVID-19 Indonesia terburu-buru

Hingga hari ini belum ada vaksin yang dinyatakan lolos uji klinis tahap 3 dan diizinkan untuk digunakan secara masif oleh WHO. Kemenkes mengatakan uji klinis tahap 3 vaksin Sinovac di Brazil sudah selesai dilakukan pada 9.000 orang.

Namun hasil tersebut masih harus menunggu uji tahap 3 selesai dilakukan pada 15.000 orang sesuai dengan rencana awal. Publikasi laporan hasil uji juga baru akan dikeluarkan bersamaan dengan hasil keseluruhan. 

“Kita melihat bahwa unsur kehati-hatian juga dilakukan di negara lain dengan menunggu data lebih banyak dari hasil uji klinis fase 3,” tulis PD-IDI.

Advertisement

Para ahli khawatir rencana imunisasi masif yang dilakukan mulai November ini menggunakan vaksin yang melompati langkah-langkah penting yang menjadi kunci bukti keamanan dan keefektifannya. 

Menerima imunisasi dari vaksin yang belum teruji memiliki risiko menimbulkan masalah kesehatan baru. Meski sudah lolos uji klinis tahap 1 dan 2 bisa saja terkendala atau gagal pada uji fase 3. Contohnya vaksin Astrazeneca yang selama uji klinis fase tiga setidaknya menimbulkan dua masalah.

Pertama mereka melaporkan timbulnya penyakit yang tidak bisa dijelaskan pada relawan vaksin Astrazeneca di Inggris. Kedua, ada kasus relawan vaksin meninggal yang merupakan seorang dokter berusia 28 tahun dan kemungkinan bersih dari komorbid berbahaya. Namun uji klinis tetap dilanjutkan.

Sebuah laporan yang dipublikasi jurnal medis BMJ, mengatakan rata-rata calon vaksin COVID-19 generasi pertama memiliki 30% kemanjuran saja dengan respons antibodi hanya beberapa bulan.

Advertisement

“Tak satu pun dari skema uji coba vaksin yang saat ini sedang berlangsung dirancang untuk mampu mendeteksi apakah vaksin tersebut berpengaruh terhadap berkurangnya angka pasien COVID-19 yang harus dirawat, masuk ICU, atau berkurangnya angka kematian,” tulis jurnal tersebut. “Juga tidak ada vaksin diteliti untuk menentukan apakah calon vaksin itu dapat menghentikan penularan virus atau tidak.”

Potensi risiko efek ADE

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19? jangan terburu-buru

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19? jangan terburu-buru

Selain risiko munculnya komplikasi misterius, ada juga risiko terjadinya efek antibody-dependent enhancement (ADE). Yakni strategi virus untuk menghindari jebakan antibodi yang dibuat vaksin lalu virus akan berputar mencari jalan masuk lain.

Jika SARS-CoV-2 memiliki efek ADE maka antibodi dari vaksin justru bisa membuat virus menjadi lebih ganas karena akan masuk melalui makrofag (sel darah putih) bukan saluran pernapasan. Kondisi ini secara teoritis dapat memperburuk infeksi dari virus tersebut dan berpotensi membuat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh (immunopathology).

Kekhawatiran adanya efek ADE ini disuarakan oleh banyak ahli, termasuk kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Gao Fu. 

Advertisement

Gao Fu mengatakan bahwa efek ADE adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pengembangan vaksin saat ini. “Kita harus tetap waspada dengan ADE dalam pengembangan vaksin,” ujarnya dalam acara Vaccine Summit di Provinsi Guangdong, China.

Namun saat ini belum ada referensi dari dalam atau luar negeri yang meneliti apakah ada efek ADE pada SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. 

Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga, Chaerul Anwar Nidom, juga beberapa kali mengingatkan tentang kemungkinan efek ADE. Ia mengingatkan pemerintah untuk tidak terburu-buru melakukan imunisasi vaksin COVID-19. 

Menurutnya masih ada cukup waktu untuk meneliti lebih lanjut tentang data-data vaksin impor ini sebelum disuntikkan secara masif. 

Advertisement

Salah satu vaksin yang akan diimpor ke Indonesia mengatakan tidak terjadi efek ADE pada uji preklinik yang dilakukan pada monyet. Namun Nidom menyangsikan pernyataan tersebut karena menurutnya ada kejanggalan logika dalam laporan vaksin tersebut. 

“Indonesia mengimpor tapi jangan kehilangan data dasar. Kita sebagai negara yang menerima vaksinasi itu perlu mengulang lagi (uji) misalkan dengan model hewan yang sama,” kata Nidom dalam acara Ilmuwan Bicara di Kompas TV, Rabu (21/10). Bagaimana pendapatmu terkait rencana vaksin COVID-19 ini?

Source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum22 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional22 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer