Connect with us

Lifestyle

Proses Penanganan Pasien Suspek Coronavirus di Indonesia

Menurut WHO, hingga tanggal 2 Februari 2020 total kasus Novel coronavirus yang sudah terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 14.557 orang. Meski belum ada kasus Novel coronavirus yang positif di Indonesia, pemerintah beserta para petugas kesehatan terus melakukan upaya penuh dalam menambahkan pengawasan pada pasien yang menjadi suspek coronavirus.

Alur penanganan yang dilakukan pada pasien suspek Novel coronavirus

WHO sudah menetapkan penyebaran Novel coronavirus sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada tanggal 30 Januari 2020.

Menurut dokter spesialis paru di RSUI dan RSU Persahabatan, Dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), Novel coronavirus memiliki risiko kematian yang rendah, yaitu hanya sebanyak dua persen. Bahkan, jika dibandingkan dengan kasus flu burung yang sempat merebak beberapa tahun lalu, persentase kematian dari Novel coronavirus masih lebih kecil.

Advertisement

Namun, meningkatnya jumlah kasus secara signifikan menunjukkan bahwa Novel coronavirus dapat menyebar dengan sangat cepat. Karena itulah seluruh masyarakat di dunia harus mulai waspada dengan virus ini. WHO mengimbau seluruh negara agar segera melakukan pengawasan kesehatan terutama pada pasien suspek coronavirus.

Surveilans kesehatan masyarakat adalah pengumpulan data, analisis, dan interpretasi yang dilakukan terus menerus secara sistematis dari pasien yang diperlukan untuk merencanakan tindakan selanjutnya.

Dalam hal ini, pasien suspek coronavirus akan diawasi dengan ketat tanpa diobati sampai ada perubahan dalam hasil tesnya. Langkah ini juga digunakan untuk menemukan tanda-tanda penyakit yang pernah diidap pasien kambuh kembali.

Dikutip dari Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, pengawasan dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

Advertisement
  • Melakukan deteksi dini pada pasien yang masih dalam pengawasan atau pemantauan 2019-nCoV di pintu masuk negara
  • Mendeteksi adanya penularan dari manusia ke manusia
  • Mengidentifikasi faktor risiko 2019-nCoV
  • Mengidentifikasi daerah yang berisiko terhadap infeksi 2019-nCoV

Tidak hanya pasien yang sudah menjadi suspek coronavirus, pengawasan juga dilakukan pada orang-orang yang sering berhubungan atau masuk ke dalam kelompok berisiko. Untuk hal ini, pasien dibagi menjadi beberapa klasifikasi.

Pasien dalam pengawasan atau pasien suspek Novel coronavirus

Pasien yang termasuk dalam kelompok ini merupakan pasien yang mengalami demam 38℃ atau lebih. Pasien juga mengalami gejala terkait dengan masalah pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas, baik jika kondisi tersebut membutuhkan rawat inap maupun tidak.

Namun, Dr. Diah menambahkan bahwa pasien baru dianggap suspek jika memiliki riwayat perjalanan ke China atau negara lainnya yang tinggi akan risiko infeksi Novel coronavirus dalam kurun waktu 14 hari sebelum gejala muncul. Kondisi lainnya adalah pasien merupakan petugas kesehatan yang bekerja pada lingkungan dengan pasien yang memiliki penyakit pernapasan akut berat.

Pasien dalam pemantauan atau orang yang memiliki kontak erat

Pasien yang termasuk dalam golongan ini mengalami gejala atau riwayat demam tanpa diikuti dengan gejala pneumonia atau masalah pernapasan. Pasien juga memiliki riwayat perjalanan ke China atau negara berisiko tinggi dalam waktu 14 hari tanpa pernah terpapar pada virus.

Orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien suspek coronavirus juga akan dipantau, beberapa yang termasuk ke dalamnya adalah petugas kesehatan yang bekerja di tempat perawatan khusus, orang yang merawat, menunggu, atau berada di satu ruangan yang sama dengan pasien, dan orang yang serumah dengan pasien.

Advertisement

Kasus probable

Pasien yang tergolong pada kasus ini adalah pasien yang hasil tes coronavirusnya tidak dapat disimpulkan atau hasil assay pan-coronavirusnya positif.

Kasus tegak

Pasien yang masuk dalam golongan ini adalah pasien yang sudah benar-benar terinfeksi 2019-nCoV dari hasil tes laboratoriumnya.

Bagaimana jika pasien suspek Novel coronavirus sudah dikonfirmasi?

Dr. Diah menjelaskan, orang-orang yang baru pulang dari China atau negara lain yang sudah terinfeksi termasuk ke dalam kategori yang berisiko. Bila orang-orang tersebut mengalami gejala batuk dan pilek yang masih ringan, mereka masih bisa diawasi di rumah.

Isolasi di rumah dipantau oleh petugas kesehatan yang berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memperhatikan kemungkinan memburuknya gejala. Biasanya, petugas akan melakukan kunjungan secara berkala, tapi terkadang petugas juga dapat melakukan pemantauan melalui telepon.

Advertisement

Jika keadaan pasien malah semakin memburuk, pasien harus segera memeriksakan diri pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Nantinya, pasien suspek coronavirus akan mendapatkan terapi untuk menangani gejala disertai dukungan lainnya seperti multivitamin dan makanan bernutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus. Setelah gejalanya hilang atau hasilnya negatif, pasien boleh dipulangkan.

Lain halnya jika pasien suspek coronavirus benar-benar dikonfirmasi terkena virus 2019-nCoV, petugas akan menghubungi pusat KLB (Kejadian Luar Biasa), lalu membawa pasien ke rumah sakit rujukan untuk diperiksa. Mengantar pasien juga harus menggunakan ambulans bersama petugas yang memakai alat perlindungan diri.

Kejadian tersebut akan dilaporkan ke dinas kesehatan dan pasien harus menjalani penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui besar masalah pada KLB dan mencegah penyebaran lebih luas. Dinas kesehatan juga melakukan pengawasan pada orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien yang sudah dikonfirmasi dan tidak lagi menjadi suspek coronavirus.

Advertisement

Saat merawat pasien, para petugas harus memakai masker N95, pelindung mata, gaun lengan panjang, dan sarung tangan. Idealnya, peralatan yang digunakan pada pasien Novel coronavirus hanya sekali pakai atau memang khusus untuk satu pasien. Bila ingin digunakan pada lebih dari satu pasien, peralatan harus dibersihkan dan didisinfeksi.

Sejauh ini, belum ada kasus coronavirus yang sudah dikonfirmasi di Indonesia. Meski begitu, banyak yang ragu dengan hal ini karena negara-negara lain sudah terkena, bahkan ada pasien yang meninggal dunia. Menanggapi keraguan ini, Dr. Diah meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

“Kalau misalnya ada, Menteri Kesehatan pasti akan mengumumkan,” tegasnya.

Berbicara tentang rumah sakit rujukan, Dr. Diah menambahkan sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang bisa didatangi ketika ada pasien suspek coronavirus. Beberapa di antaranya adalah RSPI Dr. Sulianti Saroso di Jakarta, RSU Dr. Hasan Sadikin di Bandung, dan RSU Dr. M. Jamil di Padang.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Tangerang Selatan4 jam ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan5 jam ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional8 jam ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional9 jam ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional23 jam ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan1 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan1 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan1 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan1 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan1 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan1 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport1 hari ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport1 hari ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport1 hari ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif1 hari ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini2 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional2 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif2 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional2 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer