Tim Taskforce Jawa Timur kembali melakukan kunjungan ke Kabupaten Probolinggo guna melakukan diskusi bersama Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari, SE., Wakil Bupati Probolinggo, Drs. H. A. Timbul Prihanjok, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyon, serta tim Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo di Pendopo Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada (4/11).
Kabupaten Probolinggo terdata pada tanggal 3 November 2020, berada pada posisi ke-7 penyumbang kasus terkonfirmasi Positif COVID-19 di Wilayah Jawa Timur, dengan 1.342 kasus Positif.
Dari angka tersebut, sebanyak 53 kasus masih dirawat dan menjalani isolasi, 1.215 kasus sembuh dan 74 kasus meninggal dunia.
Dalam pertemuan ini, M. Subuh menyampaikan bahwa untuk mengatasi pandemi kuncinya adalah kepemimpinan.
“Kepemimpinan merupakan kunci dalam mengatasi pandemi, bagaimana bersama-sama membuat kebijakan, melakukan analisis dan langkah-langkah strategis, baik dengan Gubernur Bupati/Wali Kota, dan juga tenaga kesehatan.” Ungkap M. Subuh.
M. Subuh juga kembali menekankan pentingnya 3 Early, yaitu Early Waning System atau sistem peringatan dini, Early Detection atau deteksi dini, dan Early Diagnostics atau diagnosa dini.
“Tracing adalah hal penting yg harus dilakukan namun ada 3 hal yg perlu kita perhatikan, pertama yaitu Early Warning System atau sistem peringatan dini, dimana edukasi masyarakat, bila terjadi gejala maka harus segera ke puskesmas. Kemudian Early Detection atau deteksi dini, setelah masyarakat yang merasakan gejala pergi ke puskemas, kita melakukan pemeriksa suhu dengan alat pengukur suhu, dan yang saya sarankan adalah pengukur suhu Pulse Oximeter, dan yang ketiga adalah Early Diagnostics atau diagnosa dini.” Lanjut M. Subuh
Bupati Probolinggo menanggapi dengan baik arahan Ketua Tim Taskforce, Puput menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Probolinggo.
“Kami telah membentuk Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, insya Allah dari awal maret sampai dengan hari ini kami terus semangat dan berikhtiar bagaimana menyehatkan masyarakat Kabupaten Probolinggo ditengah dinamika yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia.” ungkap Puput.
“Untuk 3T ini, sudah kita lakukan diawal yaitu Testing, Tracing, dan Treatment dan berbagai kebijakan dalam menangani COVID-19 juga sudah kita lakukan, tinggal kita tingkatkan lagi.” Lanjut Puput.
Dalam kesempatan ini, Kementerian Kesehatan melalui Tim Taskforce juga memberikan bantuan kepada Kota Probolinggo berupa :
•Coolbox sejumlah 3 buah
•Ice Gell sejumlah 10 pack
•Thermometer Stainless sejumlah 3 buah
•Masker kain berlogo sejumlah 200 pcs
•Buku Panduan COVID-19 rev-5 sejumlah 5 buah
•Buku saku sejumlah 12 buah
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan4 minggu agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri














