Rektor Amany Lubis Ajak Sivitas Akademika Bersatu Majukan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

By on Kamis, 10 Januari 2019

Rektor UIN Jakarta terpilih periode 2019-2023 Amany Lubis mengajak kepada seluruh sivitas akademika untuk bersatu dan melangkah bersama memajukan UIN Jakarta. Sebab, tanpa dukungan dan kebersamaan dari semua pihak mustahil cita-cita UIN Jakarta menjadi world class university (WCU) akan tercapai.

Hal itu dikatakan Amany Lubis saat memberikan sambutan pada acara lepas-sambut Rektor UIN Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Selasa (8/1/2019). Acara lepas-sambut dilakukan antara Rektor UIN Jakarta periode 2015-2019 Dede Rosyada dan Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023 Amany Lubis. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, baik dari unsur dosen, pegawai, dan mahasiswa. Juga tampak suami Amany Lubis, Husni Kamal, serta Ketua Senat Universitas Abuddin Nata.

“Sebagai Rektor yang membawa banyak gerbong tentu saya tidak bisa sendirian. Karena itu saya mengajak kepada seluruh sivitas akademika, mari kita bersatu dan bersama-sama memajukan UIN Jakarta agar menjadi universitas yang lebih baik dan dikenal di dunia internasional,” katanya.

Pada sambutan resmi perdananya sebagai Rektor, Amany menegaskan bahwa dirinya masih harus banyak belajar dalam mengelola UIN Jakarta selama empat tahun ke depan. Bahkan dirinya juga belum banyak mengenal istilah di UIN Jakarta, sehingga harus cepat beradaptasi.

Pada bagian lain sambutannya, Amany Lubis akan berusaha untuk menjalankan amanat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat melantik dirinya sebagai Rektor. Menurut dia, ada lima pesan Menteri Agama yang diamanatkan kepada dirinya dan kepada Rektor IAIN Cirebon serta Ketua STAIN Meulaboh, Aceh, saat pelantikan beberapa waktu lalu. Kelima amanat itu adalah menjaga tradisi akhlak Islami dan dinamika intelektual, moderasi beragama dan merespon persoalan isu-isu aktual di masyarakat, meningkatkan kualitas akademik sebagai universitas yang memiliki ciri khas keislaman, menjaga kebersamaan dan menjadi teladan (role model), serta pembenahan tata kelola bidang administrasi dan keuangan.

“Insya Allah saya akan jalankan amanat (Menteri Agama) tersebut dengan baik,” ujar wanita kelahiran Kairo, Mesir, 22 Desember 1963 ini.

Di depan seluruh sivitas akademika yang hadir, Amany menyampaikan pidato sekitar 20 menit. Dalam pidato tanpa teks tersebut, ia di antaranya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada dirinya. Selain berterima kasih kepada guru-guru yang telah mengajarnya di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta dulu, ia juga berterima kasih kepada Rektor UIN Jakarta 2015-2019 Dede Rosyada yang telah bekerja dengan baik selama empat tahun menjadi Rektor.

Ucapan yang sama diberikan kepada para calon Rektor UIN Jakarta, yakni Amsal Bakhtiar, Zulkifli, Syukron Kamil, Masri Mansoer, Abdul Mujib, Jamhari Makruf, Ulfah Fajarini, Didin Saepuddin, Andi Faisal Bakti. Ia menilai bahwa mereka telah menunjukkan dedikasi yang baik untuk memajukan UIN Jakarta.

“Saya juga berterima kasih kepada ayah, ibu, suami, adik, dan anak-anak atas dukungan serta doa mereka,” kata Amany, yang juga Sekretaris Senat Universitas UIN Jakarta itu.

Sementara itu, Rektor UIN Jakarta periode 2015-2019 Dede Rosyada dalam pidato sebelumnya memaparkan sejumlah capaian prestasi selama dirinya menjabat sebagai Rektor. Bahkan capaian prestasi itu juga telah dipaparkan di hadapan Sidang Pleno Senat Universitas dengan agenda laporan pertanggungjawaban akhir rektor.

Dede berharap UIN Jakarta di bawah kepemimpinan Amany Lubis akan menjadi universitas yang lebih baik lagi. “Tantangan UIN Jakarta ke depan akan semakin besar. Tapi insya Allah dapat dilalui dengan baik,” katanya.

Di bagian akhir pidatonya, Dede dalam kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama para wakil rektor, yang telah bersama-sama membangun UIN Jakarta selama empat tahun mengabdi.

“Saya juga mohon maaf bila selama menjabat banyak kekurangan dan kelemahan,” ujarnya.

Di akhir acara, Rektor UIN Jakarta periode 2015-2019 Dede Rosyada lalu menyerahkan dua buah buku berjudul Mandiri dan Global: Memori Jabatan Rektor Periode 2015-2019 kepada Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023 Amany Lubis. Buku tersebut ditulis sebagai kenangan dan sekaligus laporan capaian prestasi semasa kepemimpinan Dede Rosyada beserta jajarannya.

Selain itu, Dede Rosyada juga menerima kenangan berupa bingkai foto dirinya bersama empat wakil rektor, yakni Fadhilah Suralaga, Abdul Hamid, Yusron Razak, dan Murodi. Bingkai foto kenangan tersebut berasal dari seluruh sivitas akademika UIN Jakarta sebagai tanda ucapan terima kasih.

Amany Lubis merupakan perempuan pertama yang menjabat rektor di UIN Jakarta. Ia dilantik pada 7 Januari 2019 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kementerian Agama pusat bersama dua rektor/ketua lain, yakni Rektor IAIN Cirebon Sumanta dan Ketua STAIN Meulaboh, Aceh, Inayatillah. (uinjkt)